Mentan Tegaskan Peran Kepala Daerah Jadi Kunci Swasembada Pangan Beras

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:24:37 WIB
Mentan Tegaskan Peran Kepala Daerah Jadi Kunci Swasembada Pangan Beras

JAKARTA - Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan, khususnya beras, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah berperan sangat penting. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa dukungan dari seluruh kepala daerah di Indonesia merupakan faktor utama keberhasilan ini. 

Menurut Amran, target swasembada beras yang awalnya diproyeksikan dalam empat tahun, ternyata dapat dicapai hanya dalam satu tahun karena kontribusi nyata para Bupati dan Wali Kota.

"Dukungan kepala daerah menjadi faktor kunci keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan khususnya swasembada beras yang terwujud lebih cepat dari target yang ditetapkan," ujar Mentan.

Keberhasilan ini menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengawal produksi padi, memperluas area tanam, menjaga distribusi, serta melindungi petani di wilayah masing-masing. 

Menurut Mentan, sinergi pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.

Penghargaan dan Apresiasi untuk Kepala Daerah

Mentan Amran juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Bupati dan Wali Kota yang telah mendukung sektor pertanian secara nyata. Sinergi ini memungkinkan target swasembada dicapai lebih cepat dan memberi manfaat langsung kepada para petani serta masyarakat.

"Karena beliau-beliau, kita targetkan swasembada dalam waktu empat tahun tapi alhamdulillah karena support-nya Bupati/Wali Kota Se-Indonesia sehingga swasembada dicapai dalam waktu satu tahun,” tegas Amran.

Apresiasi ini juga menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan pemerintah daerah yang mampu mengimplementasikan kebijakan pertanian nasional dengan efektif, termasuk dalam hal pengawasan produksi, distribusi, dan perlindungan terhadap petani.

Hilirisasi Pertanian untuk Meningkatkan Nilai Tambah Petani

Selain menjaga ketahanan pangan, Mentan menekankan pentingnya penguatan hilirisasi pertanian guna meningkatkan pendapatan petani. Fokus hilirisasi diarahkan pada komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar global, seperti kelapa, kakao, mete, dan komoditas unggulan lainnya.

“Ke depan kita lakukan hilirisasi untuk meningkatkan pendapatan petani kita. Terutama sektor yang permintaannya tinggi tingkat dunia. Kelapa, kemudian kakao, mete, dan seterusnya,” jelas Mentan.

Dengan hilirisasi, diharapkan para petani tidak hanya memperoleh keuntungan dari hasil panen, tetapi juga dari pengolahan produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjadikan sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi yang berkelanjutan.

Stok Beras Aman, Indonesia Tidak Akan Impor

Mentan juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras karena stok beras dalam negeri berada pada posisi yang aman. Cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025, dan saat ini di awal 2026 berada di kisaran 3,2 juta ton.

Selain itu, produksi padi nasional terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) amatan November 2025 oleh Badan Pusat Statistik, produksi beras nasional tahun 2025 diperkirakan mencapai 34,71 juta ton. Angka ini meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

“Tidak boleh impor beras, kita sudah swasembada. Stok kita melimpah. Jangan mempermainkan nasib rakyat, itu ada petani padi 115 juta orang. Masa tega menzalimi orang kecil,” ucap Mentan.

Presiden Apresiasi Capaian Swasembada Pangan

Keberhasilan swasembada pangan juga mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto. Pada Rabu, 7 Januari 2026, di Karawang, Jawa Barat, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga kedaulatan pangan nasional.

“Waktu saya dilantik saya beri target swasembada 4 tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras, saudara kompak hasilkan satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” ujar Presiden.

Pernyataan ini menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan dalam mencapai kedaulatan pangan.

Komitmen Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Pangan

Pemerintah menegaskan akan terus menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional. Hal ini dilakukan melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada petani serta penguatan koordinasi pusat dan daerah. 

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga dapat meningkatkan posisi tawar di pasar global.

Mentan menekankan bahwa keberhasilan swasembada bukan hanya soal angka produksi, tetapi juga soal bagaimana produksi tersebut dapat memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi petani, masyarakat, dan perekonomian nasional secara keseluruhan.

Dorongan untuk Sektor Pertanian Masa Depan

Capaian swasembada pangan menjadi momentum untuk mendorong sektor pertanian lebih maju. Fokus pemerintah ke depan adalah meningkatkan produktivitas, diversifikasi komoditas, penguatan hilirisasi, serta pengembangan inovasi teknologi pertanian. Semua ini bertujuan agar pertanian menjadi sektor yang menguntungkan, modern, dan berkelanjutan.

Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam pertanian, membuktikan bahwa sektor ini tidak kalah menjanjikan dibandingkan bidang lain.

Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan berkat sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku pertanian. Dukungan kepala daerah dalam mengawal produksi, distribusi, dan perlindungan petani menjadi kunci utama. 

Selain itu, penguatan hilirisasi dan pengelolaan stok pangan memastikan keberlanjutan dan stabilitas pangan nasional. 

Capaian ini membuktikan bahwa pertanian Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, tanpa ketergantungan pada impor, dan membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih luas di masa depan.

Terkini