BPK dan Bappenas Akan Modernisasi Pemeriksaan Keuangan untuk Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:16:40 WIB
BPK dan Bappenas Akan Modernisasi Pemeriksaan Keuangan untuk Indonesia Emas 2045

JAKARTA - Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Bappenas, menekankan peran penting Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. 

BPK dinilai krusial untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Dalam pertemuan dengan Wakil Ketua BPK RI, Budi Prijono, yang dilaksanakan di Jakarta, Rachmat menekankan bahwa BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara yang tertinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung program-program pembangunan yang tengah dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia.

Pentingnya BPK sebagai "supreme audit institution" yang kedudukannya diatur dalam konstitusi, menjadikan lembaga ini tak hanya sebagai pengawas keuangan negara, tetapi juga sebagai mitra penting bagi perencanaan pembangunan yang baik dan berkelanjutan. 

“BPK RI memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional,” ujar Rachmat. Dalam konteks ini, Bappenas memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kapasitas kelembagaan BPK serta kualitas pemeriksaan yang semakin adaptif terhadap perubahan dinamika global.

Rachmat juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap tantangan-tantangan global yang terus berkembang, seperti perubahan iklim, perkembangan teknologi, geopolitik, dan geoekonomi. 

Dalam menghadapi tantangan tersebut, peran BPK yang semakin kuat akan memastikan bahwa kebijakan dan program pembangunan negara tetap berjalan dengan efisien, tepat sasaran, dan bebas dari potensi penyalahgunaan anggaran.

Peningkatan Kapasitas BPK dalam Menyongsong Tantangan Global

Rachmat berharap agar peran BPK tidak hanya terbatas sebagai lembaga yang mengaudit setelah kegiatan pemerintah dilaksanakan (post auditor), tetapi juga mampu mendeteksi dan mengidentifikasi potensi risiko tata kelola sejak dini. 

Dengan begitu, BPK dapat membantu pemerintah dalam memitigasi masalah dan potensi penyalahgunaan anggaran lebih awal, terutama dalam pengelolaan penerimaan negara yang sangat vital.

Di sisi lain, Wakil Ketua BPK RI Budi Prijono menyambut baik kolaborasi yang terjalin antara Bappenas dan BPK. Budi juga sepakat dengan usulan Rachmat terkait peningkatan kapasitas kelembagaan BPK untuk menghadapi tantangan global, yang kini semakin kompleks dan dinamis. 

“Pemeriksaan yang baik adalah kunci dalam memastikan keberhasilan pembangunan nasional. Kami di BPK selalu berusaha menjaga independensi dan profesionalisme dalam setiap tugas yang kami emban,” kata Budi dalam pertemuan tersebut.

Kolaborasi Pembangunan yang Semakin Kuat untuk Indonesia Emas 2045

Rachmat juga menambahkan bahwa kolaborasi yang lebih erat antara Bappenas dan BPK akan semakin memperkuat pelaksanaan program prioritas nasional menuju terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045. 

“Langkah awal dimulai dari perencanaan yang matang. Strategi yang baik akan menghasilkan dampak yang baik pula. Semoga ini menjadi langkah awal Bappenas dan BPK dalam mencatatkan sejarah baru melalui modernisasi BPK,” ujar Rachmat.

Visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera pada usia 100 tahun kemerdekaannya, memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang sangat hati-hati. 

Oleh karena itu, BPK yang merupakan lembaga yang memiliki tugas dan fungsi untuk mengaudit dan memastikan keuangan negara dikelola dengan baik, memiliki peran yang sangat krusial dalam mendukung kesuksesan visi tersebut.

Dengan adanya penguatan peran BPK, maka Indonesia dapat mewujudkan visi tersebut dengan lebih optimal. Rachmat juga menyebutkan bahwa sejarah yang telah dibangun oleh para pendahulu harus terus dijaga dan dilanjutkan, agar Indonesia dapat mencapai tujuan besar tersebut. 

“Sejarah yang telah dirintis oleh para pendahulu kita harus dipastikan terus berlanjut sebagai jembatan emas menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Kepercayaan Internasional terhadap BPK

Tak hanya di tingkat nasional, Rachmat juga mengapresiasi berbagai pencapaian BPK di kancah internasional. Salah satunya adalah kepercayaan global yang diberikan kepada BPK RI sebagai pemeriksa eksternal di sejumlah organisasi internasional. 

Bahkan, BPK RI telah terpilih menjadi anggota Dewan Auditor PBB (United Nations Board of Auditors) untuk periode 2026-2032. “Profesionalisme BPK RI telah diakui secara global, yang tentunya menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Rachmat.

BPK juga dipercaya untuk memimpin organisasi internasional yang sangat penting, yakni International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) pada periode 2028-2031. 

Keberhasilan ini menandakan bahwa BPK RI tidak hanya diakui sebagai lembaga audit yang handal di dalam negeri, tetapi juga memiliki reputasi yang tinggi di mata dunia internasional.

Modernisasi dan Transformasi BPK untuk Pembangunan yang Berkelanjutan

Seiring dengan perkembangan zaman, modernisasi BPK juga menjadi sangat penting. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, BPK dituntut untuk beradaptasi dengan kemajuan tersebut agar dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya. 

Hal ini tidak hanya akan mendukung keberhasilan pembangunan nasional, tetapi juga memberikan contoh yang baik bagi lembaga-lembaga pemerintahan lainnya untuk terus berinovasi.

Pemeriksaan yang berbasis teknologi akan memungkinkan BPK untuk melakukan analisis yang lebih mendalam, serta memantau proses pemeriksaan dengan lebih cepat dan efisien.

Hal ini sangat penting dalam memastikan bahwa anggaran negara dikelola dengan baik dan tepat sasaran, terlebih pada saat-saat genting seperti saat pandemi atau krisis ekonomi global.

Secara keseluruhan, peran BPK dalam mendukung pembangunan nasional dan mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Dengan peran strategisnya, BPK tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengawas keuangan negara, tetapi juga sebagai mitra yang dapat membantu pemerintah mendeteksi dan mengatasi potensi risiko tata kelola sejak dini. 

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara Bappenas dan BPK, diharapkan Indonesia dapat mencapai tujuannya menjadi negara maju pada tahun 2045.

Dengan semangat modernisasi dan penguatan kapasitas kelembagaan, BPK akan semakin siap menghadapi tantangan global yang terus berkembang, dan memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan dengan baik. 

Ini menjadi kunci penting dalam mencapai keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan, serta mengantarkan Indonesia menuju era kemajuan yang lebih baik.

Terkini