Menteri Zulhas Apresiasi Pembagian Sembako Gratis bagi Pengemudi Ojek Daring

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:16:50 WIB
Menteri Zulhas Apresiasi Pembagian Sembako Gratis bagi Pengemudi Ojek Daring

JAKARTA - Zulkifli Hasan (Zulhas) menunjukkan komitmennya membantu masyarakat terdampak kenaikan harga dengan membagikan sembako kepada pengemudi ojol.

Ini diharapkan meringankan beban mereka menjelang Ramadan.Pembagian bahan pokok ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menstabilkan harga barang, khususnya kebutuhan pokok, menjelang puasa dan Lebaran. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Wilayah Bulog Jatim, Surabaya.

Zulhas menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo selalu menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga menjelang hari raya. Presiden tidak ingin ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat. 

"Bapak Presiden selalu menekankan agar harga-harga menjelang hari raya tidak boleh naik," ujar Zulhas saat memberi sambutan di acara tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 lalu, pemerintah berhasil menurunkan harga beberapa bahan pokok.

Bahkan, Zulhas menambahkan, pemerintah sudah mengantisipasi kebutuhan bahan pokok untuk bulan puasa dan Lebaran yang akan datang. “Stok cukup hanya sekarang agar tidak naik, maka kita juga melakukan apa yang kita sebut dengan pasar murah,” lanjutnya. 

Pembagian sembako di acara tersebut, di samping untuk menstabilkan harga, juga merupakan bentuk perhatian langsung kepada pengemudi ojek daring yang berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, khususnya pada saat-saat krisis ekonomi.

Pasar Murah dan Penyediaan Sembako untuk Ojek Daring

Zulhas menjelaskan bahwa dalam acara pasar murah ini, beberapa kebutuhan pokok dijual dengan potongan harga hingga 10 persen. Namun, khusus untuk para pengemudi ojek daring yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, sembako diberikan secara gratis. 

“Untuk pengemudi ojek ini diberikan secara gratis karena ada sponsornya,” kata Zulhas, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga pihak swasta yang turut mendukung.

Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, memastikan bahwa stok pangan menjelang Ramadan dan Lebaran di Jawa Timur dalam keadaan aman. 

Bulog Jawa Timur telah mempersiapkan pasokan untuk 14 bulan ke depan dengan total 796.000 ton beras. Langgeng menambahkan bahwa sejak tanggal 17 Januari 2026, Bulog telah mulai menyerap hasil panen petani dari seluruh wilayah Jawa Timur, dengan sekitar 17.000 ton beras yang sudah terserap.

Selain itu, Langgeng juga menyebutkan bahwa stok jagung untuk kebutuhan peternak di Jawa Timur sudah mulai disiapkan. "Jadi mungkin nanti untuk peternak-peternak di wilayah Jawa Timur, Insya Allah di tahun 2026 ini jauh lebih baik," ungkap Langgeng.

Hal ini diharapkan dapat memastikan kestabilan pasokan bahan pangan selama Ramadan dan Lebaran, serta mencegah terjadinya kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar.

Koordinasi dengan Satgas Pangan untuk Stabilitas Harga

Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan Satgas Pangan untuk memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pangan di seluruh wilayah, termasuk di Jawa Timur. “Alhamdulillah sampai dengan hari kemarin masih terpantau stabil di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” tambah Langgeng. 

Ia juga memastikan bahwa kuota minyak goreng yang ditetapkan pemerintah untuk wilayah Jawa Timur telah tercapai, yakni 35 persen dari total 28 juta liter minyak goreng yang disediakan untuk seluruh Indonesia.

Dengan adanya pemantauan yang intensif dan kerja sama antara Bulog, Satgas Pangan, dan pihak terkait lainnya, Zulhas optimis harga-harga bahan pokok akan tetap stabil dan terjangkau, terutama menjelang bulan puasa yang biasanya mengalami lonjakan permintaan.

Manfaat Pembagian Sembako untuk Pengemudi Ojek Daring

Budi, salah satu pengemudi ojek daring yang hadir dalam acara pembagian sembako tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterimanya. 

Ia merasa sangat terbantu dengan pembagian sembako berupa beras, minyak goreng, gula, dan tepung terigu yang dapat memenuhi kebutuhan dapurnya selama sepekan ke depan. “Terima kasih atas bantuannya,” ujar Budi dengan penuh rasa terima kasih.

Budi, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojol, merasa bahwa kebijakan ini sangat tepat mengingat beban ekonomi yang seringkali dirasakan oleh para pekerja informal seperti dirinya. Pembagian sembako ini memberikan kelegaan bagi mereka yang tengah berjuang menghadapi tantangan ekonomi, terutama dengan adanya kenaikan harga yang kadang sulit dijangkau.

Pentingnya Program Pemerintah untuk Menjaga Kestabilan Ekonomi

Program pembagian sembako bagi pengemudi ojol dan pasar murah yang digelar pemerintah ini merupakan bagian dari upaya lebih besar dalam menjaga kestabilan ekonomi di tengah masyarakat. 

Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya diberikan bantuan secara langsung, tetapi juga dapat merasakan langsung dampak positif dari kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan harga pangan.

Zulhas menegaskan bahwa pemerintah akan terus berusaha untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang hari raya. Ia berharap masyarakat dapat merasakan manfaat dari kebijakan yang diambil, terutama dalam mengatasi tantangan ekonomi yang kerap kali muncul menjelang Ramadan dan Lebaran.

Kegiatan pembagian sembako kepada pengemudi ojek daring ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap sektor-sektor informal yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat. 

Selain itu, upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran semakin menunjukkan komitmen untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. 

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bulog, Satgas Pangan, dan pihak swasta, diharapkan dapat tercipta stabilitas harga dan ketersediaan pangan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Terkini