Daftar Harga BBM Pertamina 28 Januari 2026: Penurunan Harga Terbaru

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:24:40 WIB
Daftar Harga BBM Pertamina 28 Januari 2026: Penurunan Harga Terbaru

JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual oleh PT Pertamina (Persero) pada Rabu, 28 Januari 2026, mengalami penyesuaian harga di berbagai wilayah Indonesia. 

Penurunan harga ini berlaku untuk beberapa jenis BBM, termasuk Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex. Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan faktor-faktor eksternal, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

Selain itu, kebijakan internal Pertamina juga berperan penting dalam menentukan harga jual BBM tersebut. Bagi konsumen, penurunan harga ini tentu memberikan manfaat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum berbahan bakar minyak.

Penurunan Harga BBM di Januari 2026

Pada Januari 2026, harga BBM mengalami penurunan yang cukup signifikan di beberapa jenis bahan bakar. Penurunan ini memberikan dampak langsung kepada masyarakat Indonesia, yang selama ini sering kali merasakan beban akibat fluktuasi harga BBM yang tinggi. 

Berdasarkan informasi terbaru yang diperoleh dari situs resmi Pertamina, harga Pertamax turun sebesar Rp400 per liter, dari semula Rp12.750 menjadi Rp12.350 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green juga mengalami penurunan sebesar Rp350, dari Rp13.500 menjadi Rp13.150 per liter. 

Hal serupa terjadi pada harga Pertamax Turbo yang turun Rp350, dari Rp13.750 menjadi Rp13.400 per liter.

Selain itu, harga Dexlite juga mengalami penurunan yang cukup besar, yaitu sebesar Rp1.200 per liter, dari sebelumnya Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter. Penurunan harga yang lebih signifikan terjadi pada Pertamina Dex (Pertadex), yang turun sebesar Rp1.400 per liter, dari Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter. 

Penurunan harga-harga BBM ini tentu memberikan dampak positif bagi konsumen yang menggunakan jenis bahan bakar tersebut, karena mereka akan membayar lebih sedikit untuk mendapatkan bahan bakar.

Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga BBM

Penurunan harga BBM di Indonesia pada Januari 2026 tidak terjadi begitu saja. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal yang saling berkaitan. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi penurunan harga BBM adalah fluktuasi harga minyak dunia. 

Seperti yang diketahui, harga minyak dunia bisa sangat berfluktuasi, dan ketika harga minyak dunia turun, harga BBM di dalam negeri pun turut disesuaikan.

Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berperan penting dalam menentukan harga BBM. Ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat, harga impor bahan bakar akan lebih murah, sehingga Pertamina dapat menurunkan harga jualnya. 

Kebijakan pemerintah juga turut mempengaruhi harga BBM. Pemerintah melalui Pertamina, sebagai perusahaan milik negara, memiliki kewenangan untuk menyesuaikan harga BBM agar tidak membebani masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Dampak Penurunan Harga BBM terhadap Konsumen

Penurunan harga BBM tentu memberikan manfaat langsung bagi konsumen. Sebagai contoh, bagi pengguna kendaraan pribadi yang menggunakan jenis BBM seperti Pertamax atau Pertamax Turbo, mereka akan merasakan penghematan dalam biaya transportasi sehari-hari. 

Begitu juga bagi pengendara kendaraan umum yang menggunakan BBM seperti Pertalite atau Solar, penurunan harga ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan bahan bakar dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, penurunan harga BBM juga berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan harga BBM yang lebih murah, masyarakat dapat mengalokasikan dana yang sebelumnya digunakan untuk membeli bahan bakar ke kebutuhan lainnya. 

Hal ini bisa berdampak pada perekonomian secara keseluruhan, karena masyarakat akan memiliki lebih banyak uang untuk berbelanja barang dan jasa.

Selain memberikan keuntungan bagi konsumen, penurunan harga BBM ini juga berdampak pada sektor-sektor lain yang bergantung pada bahan bakar, seperti sektor logistik dan distribusi barang. 

Dengan biaya transportasi yang lebih murah, biaya distribusi barang pun akan menurun, sehingga harga barang yang dijual di pasaran juga bisa lebih kompetitif. Hal ini diharapkan dapat mengurangi inflasi dan memberikan keuntungan lebih banyak kepada masyarakat.

Harga Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Meskipun beberapa jenis BBM mengalami penurunan harga, harga Pertalite dan Solar tetap stabil, tidak mengalami perubahan sejak tahun 2022. 

Harga Pertalite dan Solar yang tetap ini telah menjadi kebijakan pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada jenis bahan bakar ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Kebijakan harga stabil ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat dengan pendapatan rendah tetap bisa mengakses BBM yang mereka butuhkan tanpa khawatir harga akan terus naik. 

Harga Pertalite dan Solar yang stabil juga mendukung sektor transportasi publik dan angkutan barang yang sangat bergantung pada jenis BBM ini. Dengan adanya harga yang terjangkau, sektor transportasi dan logistik bisa berjalan dengan lancar tanpa terbebani biaya BBM yang tinggi.

Perbedaan Harga BBM di Berbagai Wilayah Indonesia

Di Indonesia, harga BBM tidak seragam di seluruh wilayah. Setiap provinsi atau daerah dapat memiliki harga BBM yang berbeda-beda, tergantung pada berbagai faktor seperti biaya distribusi dan kebijakan pemerintah daerah. 

Misalnya, di Provinsi Aceh, harga Pertamax tercatat sebesar Rp12.500 per liter, sedangkan di FTZ Sabang, harga Pertamax lebih murah, yaitu Rp11.500 per liter. Sementara itu, di Provinsi DKI Jakarta, harga Pertamax tercatat Rp12.350 per liter, yang sedikit lebih murah dibandingkan beberapa daerah lain.

Perbedaan harga ini juga berlaku untuk jenis BBM lainnya, seperti Pertalite dan Biosolar. Meskipun sebagian besar wilayah di Indonesia memiliki harga yang serupa untuk jenis BBM ini, ada beberapa daerah yang harganya lebih tinggi atau lebih rendah. 

Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti lokasi geografis, biaya distribusi, dan kebijakan pemerintah daerah setempat.

Secara keseluruhan, penurunan harga BBM yang terjadi pada 28 Januari 2026 memberikan dampak positif bagi konsumen di Indonesia. 

Penyesuaian harga ini memberikan keuntungan langsung bagi masyarakat, yang kini bisa membeli bahan bakar dengan harga yang lebih terjangkau. 

Penurunan harga ini tidak hanya berlaku untuk Pertamax, tetapi juga untuk jenis BBM lainnya seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex. Namun, harga Pertalite dan Solar tetap stabil, sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Meskipun penurunan harga ini memberikan manfaat bagi konsumen, pemerintah dan Pertamina harus terus memantau kondisi pasar global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, karena faktor-faktor ini sangat mempengaruhi harga BBM di Indonesia. 

Selain itu, penting untuk memastikan bahwa penurunan harga ini tidak mengganggu pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia, agar masyarakat tetap bisa mengakses bahan bakar dengan harga yang terjangkau.

Terkini