JAKARTA - Upaya memperluas akses transportasi publik ke kawasan wisata strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta terus diperkuat.
Salah satunya melalui pengoperasian kembali Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) rute Malioboro–Pantai Parangtritis. Pada Senin, 2 Februari 2026, layanan bus wisata ini kembali melayani masyarakat dan wisatawan dengan tarif terjangkau Rp12.000 per perjalanan.
Kehadiran Bus KSPN menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menyediakan moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi unggulan pantai selatan.
Dengan sistem angkutan massal, wisatawan tidak lagi harus mengandalkan kendaraan pribadi untuk mencapai Pantai Parangtritis yang berjarak puluhan kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.
Dikelola Dishub DIY, Perjalanan Langsung Tanpa Transit
Pengoperasian Bus KSPN rute Malioboro–Pantai Parangtritis dikelola oleh Dinas Perhubungan DIY bekerja sama dengan operator PO Sinar Jaya. Armada disiapkan untuk melayani perjalanan langsung dari kawasan Malioboro menuju Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul tanpa perlu transit di titik lain.
Pola perjalanan langsung ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu tempuh sekaligus memberikan kenyamanan bagi penumpang. Wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan rute yang jelas dan waktu keberangkatan yang terjadwal, sehingga memudahkan perencanaan kunjungan wisata, terutama bagi pelancong yang datang dari luar daerah.
Selain mendukung sektor pariwisata, layanan ini juga memperkuat integrasi transportasi publik di wilayah DIY. Kawasan Malioboro sebagai pusat aktivitas wisata dan ekonomi diposisikan sebagai titik keberangkatan strategis, sementara Pantai Parangtritis menjadi destinasi akhir yang langsung terhubung dengan angkutan massal.
Dorong Transportasi Ramah Lingkungan Kawasan Wisata
Bus KSPN Malioboro–Parangtritis tidak hanya berfungsi sebagai sarana angkutan wisata, tetapi juga dirancang untuk mendukung pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan di kawasan strategis pariwisata nasional.
Dengan memanfaatkan bus sebagai moda utama, ketergantungan wisatawan terhadap kendaraan pribadi diharapkan dapat berkurang secara bertahap.
Pengurangan volume kendaraan pribadi menuju kawasan pantai selatan menjadi penting, mengingat jalur menuju Parangtritis kerap mengalami kepadatan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Melalui layanan bus terjadwal, arus lalu lintas di kawasan wisata dapat lebih terkendali, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Fleksibilitas Waktu untuk Wisatawan
Layanan Bus KSPN Malioboro–Parangtritis dioperasikan dengan jadwal keberangkatan yang tersebar merata dari pagi hingga sore hari. Pola ini memberikan fleksibilitas bagi wisatawan untuk memilih waktu perjalanan sesuai agenda masing-masing, baik untuk kunjungan singkat maupun wisata seharian.
Wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai sejak pagi hari dapat memanfaatkan jadwal keberangkatan awal, sementara pengunjung yang memilih berangkat siang hingga sore tetap memiliki opsi transportasi yang tersedia.
Begitu pula untuk perjalanan kembali ke Malioboro, jadwal disusun agar wisatawan dapat menikmati waktu kunjungan tanpa terburu-buru.
Jadwal Lengkap Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Senin, 2 Februari 2026
Berikut jadwal resmi operasional Bus KSPN rute Malioboro–Pantai Parangtritis pada Senin, 2 Februari 2026:
Keberangkatan dari Malioboro (BI) menuju Pantai Parangtritis:
07.30 WIB
08.30 WIB
09.30 WIB
11.00 WIB
13.00 WIB
14.30 WIB
Keberangkatan dari Terminal Pantai Parangtritis menuju Malioboro (BI):
09.00 WIB
10.00 WIB
11.00 WIB
14.00 WIB
15.30 WIB
17.00 WIB
Jadwal tersebut memungkinkan wisatawan mengatur waktu keberangkatan dan kepulangan secara seimbang, baik untuk perjalanan pagi hingga sore hari.
Tarif Terjangkau Dukung Pariwisata Inklusif
Dengan tarif Rp12.000 per perjalanan, Bus KSPN Malioboro–Parangtritis menjadi salah satu moda transportasi wisata paling terjangkau di DIY. Kebijakan tarif ini dirancang agar layanan dapat diakses oleh berbagai kalangan, mulai dari wisatawan domestik, pelajar, hingga masyarakat lokal.
Tarif yang kompetitif juga mendorong wisata yang lebih inklusif, di mana akses menuju destinasi unggulan tidak hanya terbatas bagi pemilik kendaraan pribadi. Melalui transportasi publik, kesempatan menikmati kawasan pantai selatan terbuka lebih luas bagi masyarakat.
Alternatif Praktis Tanpa Kendaraan Pribadi
Dengan jadwal yang konsisten dan rute langsung, Bus KSPN Malioboro–Parangtritis diharapkan menjadi alternatif transportasi wisata yang praktis dan efisien. Wisatawan dapat menikmati perjalanan tanpa harus memikirkan parkir, konsumsi bahan bakar, maupun kepadatan lalu lintas.
Ke depan, layanan bus wisata semacam ini dipandang memiliki peran penting dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di DIY. Integrasi antara transportasi publik dan destinasi wisata menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan bagi seluruh pengunjung.