Penggunaan QRIS di Pelabuhan Speedboat Kaltara Terus Diperluas

Senin, 02 Februari 2026 | 11:33:02 WIB
Penggunaan QRIS di Pelabuhan Speedboat Kaltara Terus Diperluas

JAKARTA - Digitalisasi layanan publik semakin menjadi fokus utama dalam berbagai sektor di Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara (Kaltara). 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara kini menargetkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di seluruh pelabuhan speedboat reguler di wilayah tersebut. 

Program ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan efisiensi transaksi pembayaran tiket, serta mendukung inklusi keuangan digital di daerah perbatasan.

Penerapan Awal QRIS di Pelabuhan Speedboat

Implementasi QRIS sebagai metode pembayaran di pelabuhan speedboat di Kaltara dimulai pada 11 Desember 2025 di Pelabuhan Tengkayu I, Tarakan. 

Sejak itu, masyarakat sudah bisa membeli tiket secara digital menggunakan QRIS, yang bekerja sama dengan delapan agen pelayaran speedboat di pelabuhan tersebut.

Langkah ini memudahkan penumpang untuk melakukan pembayaran tanpa harus membawa uang tunai dan mengantre panjang, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kecepatan proses pembelian.

Selain Pelabuhan Tengkayu I, sistem pembayaran digital QRIS juga sudah diterapkan di Pelabuhan Keramat, Kabupaten Tana Tidung (KTT). Dengan keberhasilan di dua pelabuhan utama ini, BI Kaltara semakin optimis untuk memperluas jangkauan QRIS ke pelabuhan-pelabuhan lain di provinsi ini.

Target Perluasan QRIS ke Pelabuhan Lain di Kaltara

Untuk tahun 2026, Kantor Perwakilan BI Kaltara menargetkan implementasi QRIS di tiga pelabuhan speedboat tambahan, yaitu Pelabuhan Liem Hie Jung di Nunukan, Pelabuhan Malinau, dan Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, Bulungan. 

Target ini merupakan bagian dari komitmen BI dan pemerintah daerah untuk mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran demi meningkatkan layanan publik di sektor transportasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menjelaskan bahwa tujuan penerapan QRIS tidak untuk menggantikan pembayaran tunai sepenuhnya. Melainkan, QRIS hadir sebagai alternatif modern yang memudahkan masyarakat melakukan pembayaran dengan cepat dan aman. 

"Pembayaran tunai tetap ada dan digunakan. QRIS hanya melengkapi sistem pembayaran agar lebih fleksibel," ujar Hasiando.

Keuntungan Penggunaan QRIS di Pelabuhan

Digitalisasi pembayaran dengan QRIS membawa banyak manfaat bagi penumpang dan penyedia jasa pelayaran. Dengan sistem ini, proses pembelian tiket menjadi lebih cepat dan efisien. 

Penumpang tidak perlu lagi mengantre lama, dan transaksi menjadi transparan serta tercatat secara otomatis. Hal ini memudahkan agen pelayaran dalam melakukan pencatatan keuangan dan pengelolaan bisnis.

Selain itu, QRIS membantu mengurangi risiko kehilangan uang tunai dan potensi penipuan. Sistem pembayaran digital ini juga berkontribusi menjaga protokol kesehatan dengan mengurangi kontak fisik antar penumpang dan petugas, yang masih relevan di tengah pandemi COVID-19.

Tantangan dalam Implementasi QRIS

Meskipun memiliki manfaat besar, implementasi QRIS di pelabuhan speedboat di Kaltara tidak tanpa kendala. Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan infrastruktur pendukung, terutama jaringan internet yang stabil di daerah pelabuhan yang tersebar di wilayah perbatasan.

Selain itu, masih ada kebutuhan edukasi dan sosialisasi kepada agen pelayaran dan masyarakat agar terbiasa dan percaya menggunakan pembayaran digital. 

BI Kaltara bersama pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki jaringan internet dan melakukan pelatihan kepada para agen serta masyarakat agar QRIS bisa digunakan secara optimal.

QRIS dalam Konteks Sistem Pembayaran Nasional

Penerapan QRIS di pelabuhan speedboat Kaltara merupakan bagian dari strategi nasional Bank Indonesia untuk membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan aman. 

QRIS telah digunakan di berbagai sektor seperti UMKM, transportasi, dan perbankan, dengan tujuan mempercepat perkembangan ekonomi digital di seluruh Indonesia.

Digitalisasi pembayaran juga membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah perbatasan yang sebelumnya mungkin sulit terjangkau oleh layanan perbankan konvensional. Dengan QRIS, inklusi keuangan semakin merata, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Komitmen Bank Indonesia dalam Mendukung Transformasi Digital

KPwBI Kaltara menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi digital di sektor layanan publik melalui berbagai inovasi pembayaran, salah satunya QRIS di pelabuhan speedboat. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan BI mewujudkan smart city berbasis teknologi dan inklusi digital.

Hasiando Ginsar Manik menegaskan kembali bahwa BI tidak akan menggantikan pembayaran tunai, melainkan memberikan pilihan tambahan bagi masyarakat. Dengan demikian, semua lapisan masyarakat bisa bertransaksi sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

Potensi Pengembangan Ekonomi Lokal melalui QRIS

Selain mempermudah transaksi, penggunaan QRIS di pelabuhan speedboat juga membuka peluang untuk pengembangan ekonomi lokal. Pelaku usaha kecil dan menengah yang terlibat dalam bisnis jasa pelayaran dan pendukung pelabuhan dapat memanfaatkan pembayaran digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi usaha.

Pencatatan digital melalui QRIS memudahkan pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan dan pengembangan bisnis berdasarkan data transaksi yang valid. Hal ini mendukung pertumbuhan usaha mikro dan kecil di wilayah perbatasan yang menjadi sumber penggerak ekonomi daerah.

Keamanan Transaksi Digital dengan QRIS

QRIS juga memiliki keunggulan dalam hal keamanan transaksi. Semua pembayaran yang dilakukan terekam secara elektronik dan dapat dipantau secara real-time. Sistem ini membantu mencegah risiko penipuan dan kesalahan pencatatan yang biasa terjadi pada transaksi tunai.

Dengan demikian, transaksi pembelian tiket di pelabuhan menjadi lebih aman bagi penumpang maupun penyedia jasa pelayaran, menciptakan lingkungan ekonomi yang terpercaya dan profesional.

Harapan dan Prospek Digitalisasi Pelabuhan di Kaltara

Dengan target menjangkau seluruh pelabuhan speedboat di Kaltara menggunakan QRIS, BI dan pemerintah daerah berharap digitalisasi sistem pembayaran dapat mendorong peningkatan pelayanan publik, mempercepat mobilitas masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Sinergi antara BI, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan program ini. Ke depannya, digitalisasi pembayaran juga diharapkan dapat menjadi model yang diadopsi di wilayah lain dengan kondisi serupa, mempercepat pembangunan ekonomi berbasis teknologi di seluruh nusantara.

Penerapan QRIS di pelabuhan speedboat Kaltara adalah langkah nyata dalam mewujudkan layanan publik yang modern dan inklusif. 

Dengan sistem pembayaran digital yang mudah, cepat, dan aman, masyarakat dan pelaku usaha dapat merasakan manfaat langsung dari kemajuan teknologi keuangan yang mendukung kehidupan sehari-hari.

Terkini