JAKARTA - Roti Gempol sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kuliner Bandung.
Bakery legendaris ini telah eksis selama lebih dari enam dekade dan menjadi favorit banyak warga Bandung maupun wisatawan yang berkunjung. Meski identik dengan Bandung, asal-usul roti ini ternyata bermula dari Salatiga, Jawa Tengah, jauh sebelum akhirnya menjadi ikon kuliner kota Kembang.
Awal Mula Roti Gempol: Dari Salatiga ke Bandung
Sejarah Roti Gempol dimulai pada tahun 1958 di Salatiga dengan nama Homemade Bakery. Usaha rumahan ini didirikan oleh generasi pertama yang merupakan keturunan Belanda.
Resep yang mereka gunakan adalah warisan keluarga yang turun-temurun, sehingga cita rasa roti ini memiliki kekhasan tersendiri yang membedakannya dari roti lain di pasaran.
Menurut Wasito, pengelola toko saat ini, bisnis roti ini kemudian dibawa ke Bandung pada tahun 1991 oleh generasi kedua keluarga.
“Resepnya kemungkinan besar berasal dari Belanda, karena kakek dan nenek memang keturunan Belanda,” jelas Wasito. Pindah ke Bandung memberi angin segar dan membuka peluang baru bagi Roti Gempol untuk berkembang dan dikenal lebih luas.
Bertahan di Tengah Krisis: Momentum Keemasan Roti Gempol
Krisis moneter 1997-1998 menjadi titik penting bagi Roti Gempol. Saat banyak toko roti dan usaha lain gulung tikar, Roti Gempol justru bertahan dan bahkan mampu meningkatkan produksinya. Ketika sebagian besar bisnis gulung tikar, ketekunan dan kualitas produk membuat mereka bertahan.
Wasito menambahkan, “Saat toko lain tutup, kami tetap jualan dan bertahan. Hasilnya bisa untuk beli mesin dan oven baru.” Keberhasilan bertahan di masa sulit ini tidak hanya menunjukkan ketangguhan bisnis tapi juga menjadi modal penting untuk pengembangan usaha lebih lanjut.
Momentum krisis tersebut menjadi titik balik bagi Roti Gempol, yang kemudian semakin dikenal luas dan dipercaya oleh berbagai kalangan pelanggan, termasuk hotel dan kafe di Bandung.
Kualitas dan Kesegaran yang Dijaga Tanpa Bahan Pengawet
Salah satu keunggulan utama Roti Gempol adalah konsistensi menjaga kualitas dan kesegaran produk. Roti ini dibuat tanpa bahan pengawet sehingga hanya bertahan 3-4 hari di suhu ruang. Kesegaran inilah yang membuat roti ini memiliki cita rasa otentik dan tekstur yang sempurna.
Kualitas yang terjaga menjadikan Roti Gempol menjadi pilihan utama sebagai pemasok roti bagi banyak kafe dan hotel di Bandung. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa bisnis keluarga ini tidak sekadar bertahan, tapi juga berkembang dengan standar tinggi.
Ragam varian roti yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri. Dari pilihan roti putih maupun gandum, ada banyak rasa manis seperti cokelat, susu, stroberi, sarikaya, hingga nanas. Untuk yang asin tersedia pilihan keju, telur, dan daging, yang semuanya disajikan dengan porsi pas dan harga terjangkau mulai Rp17 ribu per buah.
Lokasi Strategis dan Suasana Ramah Pengunjung
Roti Gempol berada di sebuah gang di Jalan Gempol, Bandung. Meskipun letaknya agak tersembunyi, tempat ini selalu ramai dikunjungi terutama oleh para pecinta kuliner yang mencari roti legendaris. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 20.00 WIB dan selalu dipenuhi pengunjung terutama saat akhir pekan.
Selain roti, pengunjung juga bisa menikmati yamin yang disajikan hangat, baik untuk dimakan langsung maupun dibawa pulang. Pelayanan yang ramah dan suasana hangat membuat banyak orang betah berlama-lama di sini, sehingga menjadikan Roti Gempol bukan hanya tempat berbelanja roti tapi juga destinasi santai yang nyaman.
Pengelola selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan lama sekaligus menyambut pelanggan baru yang penasaran dengan rasa roti yang sudah terkenal itu. Hal ini menjadi salah satu faktor keberhasilan menjaga eksistensi selama puluhan tahun.
Warisan Kuliner yang Terus Berkembang
Kini Roti Gempol dikelola oleh generasi ketiga, yang melanjutkan tradisi menjaga resep dan kualitas warisan keluarga. Mereka terus berinovasi dalam pelayanan tanpa mengubah rasa asli yang telah dikenal dan dicintai selama ini.
Roti Gempol bukan hanya sekadar makanan, tapi lambang tradisi dan ketekunan. Cerita perjalanan dari usaha rumahan kecil di Salatiga hingga menjadi ikon kuliner Bandung adalah bukti bahwa dengan tekad, konsistensi, dan fokus pada kualitas, bisnis bisa bertahan dan berkembang melewati berbagai zaman.
Roti Gempol kini menjadi simbol kuliner yang mampu menyatukan kenangan masa lalu dan kegembiraan masa kini bagi siapa pun yang mencicipinya. Sebagai bagian dari budaya Bandung, Roti Gempol tidak hanya memenuhi kebutuhan kuliner tapi juga membangun ikatan sosial dan tradisi yang berharga.
Roti Gempol adalah kisah sukses bisnis keluarga yang bertahan selama lebih dari 60 tahun. Dari Salatiga ke Bandung, dari resep turun-temurun hingga menjadi favorit banyak orang, bakery ini menunjukkan bahwa kualitas dan konsistensi adalah kunci keberhasilan.
Dengan varian roti yang beragam, bahan alami tanpa pengawet, dan pelayanan ramah, Roti Gempol tetap menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi. Warisan yang terus dijaga dan semangat generasi baru memastikan roti legendaris ini akan terus hadir sebagai ikon kuliner Bandung untuk tahun-tahun mendatang.