Seskab Tegaskan Pertemuan Presiden Dengan Ormas Islam Agenda Rutin Berkala

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:52:27 WIB
Seskab Tegaskan Pertemuan Presiden Dengan Ormas Islam Agenda Rutin Berkala

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membenarkan informasi terkait undangan Presiden Prabowo Subianto. 

Presiden mengundang perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh-tokoh Islam terkemuka ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa siang.

Menurut Teddy, jumlah undangan mencapai 40–50 orang, termasuk hampir semua organisasi muslim besar, seperti PBNU, Muhammadiyah, MUI, Persis, Syarikat Islam, serta sejumlah tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah, terutama Jawa Timur.

“Hampir semua organisasi muslim (seperti) PBNU, Muhammadiyah, MUI, ada Persis, Syarikat Islam, kemudian tokoh ponpes-ponpes dari Jawa Timur, dan lain sebagainya. Nanti jumlahnya sekitar 40–50. Diskusi tentang ya, kondisi dalam negeri, (isu) luar negeri,” ujar Teddy.

Agenda Pertemuan dan Isu Luar Negeri

Seskab Teddy menambahkan, salah satu topik yang akan dibahas dalam pertemuan termasuk keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.

“Tentunya iya, pasti semua akan dibahas, salah satunya tentang itu (BoP, red.),” kata Teddy.

Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda rutin Presiden Prabowo yang digelar secara berkala, sekitar 3–4 bulan sekali. Pada kesempatan ini, Presiden akan meninjau capaian pemerintah, membahas program strategis, dan menyoroti kondisi nasional maupun internasional.

“Ini pertemuan rutin 3–4 bulan sekali. Akhir tahun lalu juga sudah kumpul juga. Nanti kira-kira akan membahas tentang capaian pemerintah, program-program strategis, kemudian juga tentunya kondisi dalam negeri dan di luar negeri,” jelas Teddy.

Perwakilan Ormas Islam yang Hadir

Beberapa petinggi ormas Islam telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis menyatakan bahwa dirinya akan mewakili MUI dalam pertemuan tersebut.

“Ya saya juga diundang siang ini. Yang sampai ke saya (informasinya agenda pertemuan diskusi, red.) tentang BoP,” kata Kiai Cholil kepada wartawan saat dihubungi di Jakarta.

Selain itu, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Muhammadiyah akan diwakili oleh dirinya sendiri dan Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni.

“Dari Muhammadiyah akan hadir Prof. Syafiq Mughni dan saya,” ujar Abdul Mu’ti.

Sementara itu, Saifullah Yusuf, selaku Sekjen PBNU, juga hadir mewakili Nahdlatul Ulama, memperkuat representasi ormas Islam terbesar di Indonesia.

Pertemuan Jadi Sarana Diskusi Strategis Nasional

Pertemuan dengan ormas Islam hari ini tidak hanya menjadi forum seremonial. Menurut Teddy, pertemuan ini menjadi wadah bagi pemerintah untuk menyerap masukan, memantau situasi nasional, dan mendiskusikan isu strategis, baik dalam maupun luar negeri.

Agenda yang diangkat mencakup:

Capaian pemerintah dalam berbagai program strategis

Kondisi dalam negeri, termasuk isu sosial, ekonomi, dan keagamaan

Isu luar negeri, seperti keanggotaan Indonesia di Board of Peace Gaza

Dengan struktur agenda ini, pertemuan menjadi forum konsultasi penting antara Presiden dan pemangku kepentingan organisasi Islam.

Pentingnya Dialog Berkala dengan Ormas Islam

Pertemuan ini menegaskan posisi ormas Islam sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional. Dengan frekuensi setiap 3–4 bulan, forum ini memungkinkan pemerintah untuk:

Mengkomunikasikan capaian dan program strategis

Mendengarkan masukan dari berbagai organisasi Islam

Menjalin sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, dan tokoh masyarakat

Teddy menekankan bahwa dialog rutin seperti ini menjadi alat koordinasi yang efektif untuk membahas berbagai isu tanpa menunggu situasi kritis.

Kondisi Nasional dan Internasional Dibahas Bersama

Isu luar negeri menjadi bagian penting diskusi. Salah satunya adalah keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) Gaza, yang akan dibahas bersama tokoh-tokoh Islam dan pemimpin pondok pesantren.

Dialog ini mencerminkan pendekatan proaktif pemerintah dalam diplomasi lintas komunitas dan keterlibatan organisasi Islam dalam isu internasional yang berdampak pada bangsa.

Tokoh Pondok Pesantren Hadir untuk Menyuarakan Aspirasi

Sejumlah pimpinan pondok pesantren, terutama dari Jawa Timur, turut hadir untuk memastikan suara pesantren terdengar di level nasional. Kehadiran mereka menegaskan peran pondok pesantren sebagai mitra kritis pemerintah, terutama dalam pembinaan sosial, pendidikan, dan keagamaan.

Dengan keterlibatan tokoh pondok pesantren, diskusi di Istana menjadi lebih komprehensif, mencakup perspektif masyarakat yang lebih luas dan lokal.

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 40–50 perwakilan ormas Islam hari ini di Istana Kepresidenan Jakarta menjadi bagian dari agenda rutin yang berlangsung setiap 3–4 bulan. Pertemuan ini:

Menghadirkan perwakilan ormas besar seperti PBNU, Muhammadiyah, MUI, Persis, dan Syarikat Islam

Mencakup tokoh pondok pesantren dari berbagai wilayah, terutama Jawa Timur

Membahas isu strategis nasional dan internasional, termasuk BoP Gaza

Menjadi forum dialog penting antara pemerintah dan organisasi Islam

Menurut Teddy Indra Wijaya, pertemuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sarana untuk mengoptimalkan koordinasi strategis, menyerap masukan, dan membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya komunitas Islam.

Dialog rutin seperti ini menjadi bukti bahwa pemerintah mendengarkan dan melibatkan ormas Islam secara aktif dalam pengambilan keputusan strategis, sekaligus memperkuat hubungan pemerintah dengan komunitas keagamaan untuk mendukung stabilitas nasional dan diplomasi internasional.

Terkini