BRIN Gelar Pertemuan Global untuk Mempercepat Riset Pemuliaan Pisang Dunia

Senin, 09 Februari 2026 | 13:49:10 WIB
BRIN Gelar Pertemuan Global untuk Mempercepat Riset Pemuliaan Pisang Dunia

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengambil langkah besar dalam memperkuat riset pemuliaan pisang dengan mengundang para peneliti internasional untuk berkolaborasi. 

Melalui kegiatan Pertemuan Tahunan Kedua Program Riset Pemuliaan Pisang yang diselenggarakan pada 9 Februari 2026 di Bogor, BRIN berfokus pada upaya pengembangan dan konservasi spesies pisang melalui pendekatan yang lebih terorganisir dan berbasis riset global.

Dalam kesempatan tersebut, para peneliti dari berbagai belahan dunia seperti University of Queensland (Australia), Wageningen University Research (Belanda), Meise Botanic Gardens (Belgia), serta sejumlah mitra internasional lainnya turut berbagi pengetahuan dan keahlian dalam bidang pemuliaan pisang. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Banana Innovation Network Database (BIND) Center, yang menjadi pusat kolaborasi global dalam riset dan pengembangan pisang.

Mengakui Keanekaragaman Pisang Indonesia dalam Pemuliaan Global

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan pusat keanekaragaman pisang yang sangat kaya. Negara ini memiliki setidaknya 16 subspesies pisang liar yang secara langsung memengaruhi kekayaan genetik dan potensi adaptasi pisang di masa depan. 

Menurut Arif, keanekaragaman ini berfungsi sebagai cadangan genetik yang sangat penting untuk pengembangan pisang ke depan, termasuk dalam hal ketahanan terhadap penyakit dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan iklim.

“Sumber daya genetik ini adalah fondasi dari upaya ilmiah kita,” kata Arif, menegaskan pentingnya pemanfaatan pisang liar Indonesia dalam program pemuliaan global. Indonesia, dengan sumber daya alamnya yang melimpah, memiliki posisi yang strategis dalam riset dan pengembangan tanaman pisang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menghubungkan Kolaborasi Global dalam Pemuliaan Pisang

Pertemuan ini tidak hanya menyoroti pentingnya keanekaragaman pisang liar Indonesia, tetapi juga bagaimana para peneliti dunia dapat bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan besar dalam pemuliaan pisang. 

Kolaborasi antar negara dan lembaga riset diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pisang sebagai sumber daya yang tak ternilai harganya.

Arif menambahkan bahwa Indonesia akan terus memainkan peran kunci dalam riset pisang dunia. “Di tingkat nasional, kami bangga memiliki BRIN sebagai mitra inti dalam proyek ini. BRIN menyatukan para peneliti dengan keahlian luas dalam biologi, genetika, dan pemuliaan pisang,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menjadi wadah bagi peneliti untuk memperkenalkan konsep Banana Innovation Network Database (BIND) yang merupakan hasil dari kolaborasi internasional. 

Melalui BIND, semua data terkait karakterisasi dan eksplorasi pisang liar akan terkumpul dalam sebuah database besar yang dapat diakses oleh peneliti di seluruh dunia. Database ini, yang dikenal dengan nama INA-BAN, akan menjadi dasar bagi kebijakan pemuliaan pisang lebih lanjut.

Pentingnya Kolaborasi dalam Pemuliaan Pisang untuk Masa Depan

Sebagai pusat riset, BIND Center akan menjadi langkah awal dalam mewujudkan program riset yang berkelanjutan dan memiliki dampak global. 

Melalui kerja sama dengan berbagai mitra internasional, Indonesia diharapkan tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai penyumbang utama pengetahuan tentang tanaman pisang.

Dengan potensi yang ada, Arif berharap kolaborasi ini dapat menciptakan program-program jangka panjang yang terus berkembang bahkan setelah proyek ini selesai.

“Melalui BIND Center, kami berharap dapat menciptakan program abadi yang berlanjut melampaui masa proyek ini. Program ini akan mendukung strategi pemuliaan jangka panjang, memperkuat kemitraan internasional, dan memosisikan Indonesia sebagai kontributor utama penelitian pisang global,” tuturnya.

Melalui BIND, data yang terorganisir dan berbasis riset ini akan sangat bermanfaat dalam perumusan kebijakan pemuliaan pisang yang lebih efisien, sekaligus membuka peluang bagi para petani pisang untuk meningkatkan hasil pertanian mereka melalui penerapan teknologi terkini dalam bidang pertanian.

Pemuliaan Pisang Liar untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Program riset pemuliaan pisang yang digagas oleh BRIN menjadi landasan dalam upaya memajukan sektor pertanian nasional melalui pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan tanaman pisang. 

Terutama pisang liar yang menjadi sumber daya genetik yang berpotensi meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit serta adaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan yang semakin sulit diprediksi akibat perubahan iklim.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), salah satu mitra utama dalam kolaborasi ini, mengungkapkan pentingnya melibatkan banyak pihak dalam riset tanaman yang memiliki potensi besar dalam perekonomian negara. 

“Kolaborasi internasional ini akan membuka peluang untuk penemuan-penemuan baru yang dapat mempercepat proses pemuliaan pisang untuk keperluan industri dan konsumsi domestik,” ujarnya.

Berdasarkan berbagai riset yang telah dilakukan, pemuliaan pisang di Indonesia dapat membuka potensi ekspor pisang yang lebih besar ke pasar internasional. Dengan demikian, tidak hanya ketahanan pangan yang dijaga, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi petani pisang di Indonesia.

Katalisator Kemajuan Riset Pemuliaan Pisang di Indonesia

Indonesia tidak hanya memiliki keanekaragaman pisang liar, tetapi juga memiliki potensi besar dalam bidang riset pertanian yang dapat memberikan kontribusi besar bagi dunia. Melalui kerjasama BRIN dan mitra internasional, langkah ini menjadi katalisator yang akan mendorong riset dan pemuliaan pisang ke tingkat yang lebih maju.

Dengan memperkenalkan konsep Banana Innovation Network Database (BIND), Indonesia mampu memperkuat posisinya sebagai pusat riset pemuliaan pisang dunia. Hal ini juga membuka jalan bagi peningkatan hasil pertanian melalui teknologi yang dapat diakses oleh seluruh dunia, terutama dalam bidang pertanian yang berkelanjutan.

Dampak Jangka Panjang Bagi Indonesia dan Dunia

Dengan keberhasilan proyek ini, diharapkan Indonesia dapat memimpin inisiatif global dalam pemuliaan pisang, dengan melibatkan banyak pihak dan meningkatkan keterlibatan pemerintah daerah serta masyarakat petani. 

Penemuan dan riset baru dalam bidang ini berpotensi besar tidak hanya untuk sektor pertanian, tetapi juga dapat memberikan dampak luas bagi industri makanan, kesehatan, dan ekonomi Indonesia.

BRIN terus memperkuat komitmen untuk menjaga keberlanjutan program pemuliaan pisang melalui kolaborasi dengan berbagai negara dan lembaga riset. 

“Pemuliaan pisang adalah langkah besar dalam mencapai ketahanan pangan global, dan Indonesia siap untuk terus berperan aktif dalam riset ini,” tutup Arif Satria.

Terkini