Harga Properti Residensial Kuartal IV-2024 Tumbuh Terbatas, Indeks Naik 1,39 Persen

Jumat, 14 Februari 2025 | 11:41:29 WIB

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) baru saja merilis hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang menunjukkan kinerja harga properti residensial di pasar primer pada kuartal IV-2024. Hasil survei tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan harga properti residensial berjalan dengan lambat. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) mengalami pertumbuhan sebesar 1,39% secara tahunan.

Penurunan Pertumbuhan Dibanding Kuartal Sebelumnya

Meski mengalami pertumbuhan, raihan ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal III-2024 yang tercatat sebesar 1,46% yoy. "Namun, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal III-2024 sebesar 1,46%" ungkap Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI dalam keterangan pers pada Jumat, 14 Februari 2025. Pengamatan ini memberikan gambaran bahwa meski pasar properti tetap tumbuh, trennya terlihat melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pasar Properti Mengalami Tekanan Kontraksi Penjualan

Dari sisi penjualan, hasil survei BI mengindikasikan adanya penurunan penjualan properti residensial di pasar primer pada kuartal IV-2024. Penurunan ini terjadi terutama pada rumah tipe kecil dan menengah. Sebaliknya, terdapat peningkatan penjualan untuk rumah tipe besar. Data ini menunjukkan perubahan pola konsumen menjadi lebih selektif dalam memilih tipe properti yang dibeli. "Secara keseluruhan, pertumbuhan penjualan properti residensial tercatat kontraksi sebesar 15,09%" jelas Ramdan. Penurunan tingkat penjualan ini memberikan tantangan tersendiri bagi para pengembang untuk lebih cermat dalam menyusun strategi penjualan.

Pembiayaan Didominasi Sumber Internal Pengembang

Dalam surveinya, Bank Indonesia juga menemukan fakta menarik terkait aspek pembiayaan pembangunan properti residensial. Sumber utama pendanaan proyek ini masih didominasi dari dana internal pengembang, dengan persentase mencapai 74,38%. Pemanfaatan dana internal ini menunjukkan bahwa para pengembang mungkin menghadapi keterbatasan akses ke pembiayaan eksternal atau memilih untuk menggunakan dana mereka sendiri guna menjaga fleksibilitas dan kontrol penuh atas proyek yang dikerjakan.

Skema KPR Dominasi Pembelian di Pasar Primer

Di sisi konsumen, mayoritas transaksi pembelian properti di pasar primer dilakukan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Skema pembiayaan ini mencakup sebesar 72,54% dari total pembiayaan. Fakta ini menegaskan bahwa KPR tetap menjadi pilihan utama bagi konsumen yang ingin memiliki rumah, mengingat fleksibilitas dan kemudahan yang ditawarkan dalam skema ini. Dengan adanya dominasi KPR, para pelaku industri perbankan diprediksi masih memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan sektor properti melalui penawaran program KPR yang menarik dan terjangkau bagi konsumen.

Ke Depan, Prospek Properti Masih Menantang

Melihat situasi yang ada, pasar properti residensial masih perlu menghadapi berbagai tantangan ke depan. Pertumbuhan harga yang melambat dan penurunan penjualan menjadi sinyal bagi pelaku industri untuk lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan dan preferensi konsumen. Bagi pengembang, temuan ini mungkin menjadi dorongan penting untuk berinovasi, baik dalam aspek desain, penentuan harga, maupun pengelolaan sumber daya. Sementara itu, bagi calon pembeli, kondisi ini diharapkan menjadi momentum untuk lebih selektif dalam merencanakan pembelian properti, memanfaatkan peluang dari penawaran menarik yang mungkin muncul dari persaingan antar-pengembang.

Strategi Pengembang dan Konsumen di Masa Mendatang

Penting bagi pengembang untuk meningkatkan daya tarik propertinya melalui berbagai strategi promosi dan peningkatan kualitas layanan agar mampu bersaing di pasar yang lebih kompetitif. Pemerintah dan lembaga keuangan juga diharapkan dapat memberikan dukungan kebijakan yang dapat merangsang pertumbuhan sektor ini di tengah situasi yang menantang. Sementara itu, konsumen harus tetap memperhatikan kondisi pasar dan bijaksana dalam menentukan waktu terbaik untuk melakukan transaksi pembelian, sembari terus melakukan evaluasi atas pilihan pembiayaan yang tersedia.

Demikian tren dan fakta seputar perkembangan harga properti residensial pada kuartal IV-2024. Meski pertumbuhannya cukup terbatas, pasar ini masih menunjukan dinamika yang menarik untuk terus dipantau.

Terkini