JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menerima kunjungan tim dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di kantor Kementerian PU. Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus upaya reindustrialisasi yang menjadi pilar penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Dalam kesempatan ini, Dody menekankan pentingnya peran swasta dalam mendukung proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia, yang sejauh ini telah diingatkan beberapa kali oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Hari ini Kementerian PU bersilaturahmi dengan PII, kita banyak berbincang mengenai apa yang bisa dibantu untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sebab, dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo juga mengatakan bahwa perlu adanya swasta dalam pembangunan infrastruktur," ungkap Dody dalam keterangan tertulis yang dirilis Jumat, 14 Februari 2025.
Infrastruktur dan Reindustrialisasi: Dua Komponen Kunci
Peran swasta dianggap menjadi salah satu solusi krusial dalam memastikan pembangunan infrastruktur yang efisien dengan investasi tepat sasaran guna mempercepat pertumbuhan industri. Dalam pembahasan itu, Dody menyebutkan bahwa salah satu prioritas utama Kementerian PU adalah menekan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah 6.
"Untuk memastikan investasi menghasilkan pertumbuhan nyata, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat jangka panjang. Oleh karena itu, kami berdiskusi mengenai bagaimana PII dapat mendukung Kementerian PU. Terkait teknisnya nanti akan kami diskusikan lebih lanjut," lanjut Dody.
Sebagai tambahan, ia menyampaikan bahwa infrastruktur harus menjadi fondasi solid bagi reindustrialisasi nasional. Hal tersebut menekankan bahwa Kementerian PU tidak hanya fokus pada pembangunan jalan dan jembatan semata, tetapi juga berupaya memastikan infrastruktur ini mampu mendukung sistem logistik dan industrialisasi yang unggul.
"Diharapkan, langkah-langkah ini dapat mempercepat reindustrialisasi dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia menuju 2045," tambahnya.
PII: Mitra dalam Pembangunan
Sementara itu, Ketua Umum PII Ilham Habibie menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan mendukung program kerja Kementerian PU. Ia menegaskan bahwa kerja sama sejenis ini penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Saat ini PII memiliki fokus utama yang kita sebut sebagai reindustrialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kembali semangat sektor perindustrian di Indonesia," kata Ilham.
Ilham juga menekankan bahwa keberadaan industri yang tanpa didukung oleh infrastruktur akan sulit berkembang. Sehingga, kerja sama yang terjalin diharapkan dapat mendorong Indonesia menuju tujuan sebagai negara maju dengan ekonomi yang lebih kuat.
"Namun, industri tanpa adanya infrastruktur juga akan lemah. Oleh karena itu, kita bekerja sama untuk dapat mencapai tujuan bersama sebagai negara maju dan mendorong peningkatan ekonomi nasional," tambahnya.
PII juga berpandangan bahwa peran insinyur dalam berbagai bidang termasuk di sektor infrastruktur perlu diperkuat. Menurut Ilham, penguatan peran insinyur diperkuat oleh Undang-Undang Keinsinyuran yang melindungi dan mendorong pembentukan Dewan Insinyur, serta pelaksanaan sertifikasi untuk menjamin profesionalitas.
"Dilindungi oleh Undang-Undang Keinsinyuran, kita juga melakukan pembentukan Dewan Insinyur dan mendorong adanya sertifikasi untuk menjamin profesionalitas kita. Sehingga, saat masuk di sektor industri dapat lebih aman bekerja sesuai dengan tugas dan terus menjaga kualitas," tuturnya.
Prospek ke Depan
Di masa mendatang, kerja sama antara Kementerian PU dan PII diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan investasi dan partisipasi sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur. Kedua belah pihak sepakat bahwa langkah ini sangat penting dalam memperkuat kapabilitas industri nasional dan memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan reindustrialisasi dan pengembangan infrastruktur mampu mencapai titik optimal, bukan hanya meningkatkan daya saing internasional, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang lebih solid menjelang 2045. Dalam konteks ini, peran aktif sektor swasta dan insinyur profesional menjadi pilar utama untuk mewujudkan visi besar tersebut.