Harga Pangan

Update Harga Pangan Beras Stabil Telur Ayam Naik 20 Januari 2026

Update Harga Pangan Beras Stabil Telur Ayam Naik 20 Januari 2026
Update Harga Pangan Beras Stabil Telur Ayam Naik 20 Januari 2026

JAKARTA - Pergerakan harga pangan di tingkat konsumen pada Selasa, 20 Januari 2026, menunjukkan stabilitas beras, namun harga telur ayam ras terus naik tipis.

Pergerakan ini memengaruhi pola konsumsi masyarakat, sekaligus menjadi indikator dinamika harga bahan pokok di pasaran.

Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 08.05 WIB, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog mencapai Rp12.397 per kilogram. Sedangkan, harga eceran tertinggi (HET) nasional beras SPHP ditetapkan sebesar Rp12.500–Rp13.500 per kilogram.

Harga beras medium nonSPHP di tingkat konsumen adalah Rp13.674 per kilogram, sementara harga rata-rata beras medium dibanderol Rp13.373 per kilogram. Untuk beras khusus lokal, harga rata-rata nasional tercatat Rp15.175 per kilogram, sedangkan beras premium berada di level Rp15.457 per kilogram.

Telur Ayam Terus Naik, Daging Ayam Turun

Pergerakan harga telur ayam ras di pasar nasional masih mengalami kenaikan meski tipis. Berdasarkan Bapanas, harga rata-rata telur ayam ras naik 1,19 persen, dari HAP nasional Rp30.000 per kilogram menjadi Rp30.357 per kilogram.

Sebaliknya, harga rata-rata daging ayam ras justru mengalami penurunan 5,86 persen dari HAP nasional Rp40.000 per kilogram menjadi Rp37.655 per kilogram. Penurunan ini menandai adanya pergeseran penawaran di pasar, yang turut memengaruhi daya beli konsumen terhadap protein hewani.

Harga Protein Hewani Lain

Selain ayam, harga protein hewani lain juga mengalami fluktuasi. Daging sapi murni dibanderol Rp135.149 per kilogram secara nasional, turun 3,47 persen dari HAP nasional Rp140.000 per kilogram.

Harga rata-rata daging kerbau segar lokal tercatat Rp140.000 per kilogram, sedangkan daging kerbau beku impor berada di Rp105.083 per kilogram. Data ini menunjukkan perbedaan harga antara produk lokal dan impor, yang dipengaruhi biaya distribusi serta permintaan pasar.

Harga Ikan di Tingkat Konsumen

Untuk produk perikanan, harga rata-rata ikan kembung Rp42.602 per kilogram, ikan tongkol Rp35.736 per kilogram, dan ikan bandeng Rp34.978 per kilogram. Fluktuasi harga ikan dipengaruhi oleh ketersediaan stok di pasar lokal, musim tangkap, dan biaya logistik distribusi.

Harga Aneka Cabai

Harga cabai bervariasi tergantung jenisnya. Cabai rawit merah berada pada rentang HAP nasional Rp40.000–Rp57.000 per kilogram, dengan harga rata-rata Rp46.860 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah keriting tercatat Rp33.550 per kilogram, turun dari HAP nasional Rp37.000–Rp55.000 per kilogram. Cabai merah besar dibanderol Rp34.347 per kilogram. Perbedaan harga ini merefleksikan pasokan lokal, permintaan, dan musim panen masing-masing jenis cabai.

Harga Bawang dan Gula

Harga rata-rata bawang merah di tingkat konsumen mencapai Rp40.373 per kilogram, berada dalam rentang HAP nasional Rp36.500–Rp41.500 per kilogram. Sedangkan bawang putih bonggol dibanderol Rp37.688 per kilogram, turun 5,78 persen dari HAP nasional Rp38.000–Rp40.000 per kilogram.

Untuk komoditas konsumsi lainnya, gula berada di level Rp18.064 per kilogram, sedangkan garam Rp11.158 per kilogram. Rata-rata tepung terigu kemasan dan tepung terigu curah masing-masing berada di Rp12.492 per kilogram dan Rp9.416 per kilogram.

Jagung dan Kedelai

Harga jagung pakan peternak tercatat Rp6.705 per kilogram, naik 15,6 persen dari HAP nasional Rp5.800 per kilogram. Sebaliknya, harga kedelai biji kering impor turun dari HAP nasional Rp12.000 per kilogram menjadi Rp10.906 per kilogram.

Pergerakan harga ini mencerminkan fluktuasi pasar bahan baku peternakan yang dipengaruhi oleh ketersediaan impor dan permintaan domestik.

Minyak Goreng

Harga rata-rata minyak goreng kemasan mencapai Rp20.531 per liter, sementara minyak goreng curah Rp17.266 per liter. Di sisi lain, harga Minyakita masih tercatat Rp17.238 per liter, melampaui HET yang ditetapkan Rp15.700 per liter.

Fluktuasi harga minyak ini dipengaruhi oleh pasokan minyak sawit nasional, biaya produksi, dan permintaan konsumen yang tinggi.

Secara keseluruhan, harga beras tetap stabil pada berbagai jenis, mencerminkan ketersediaan pasokan yang cukup. Sementara itu, telur ayam ras terus mengalami kenaikan tipis, menandakan adanya tekanan permintaan di pasar protein hewani.

Harga komoditas lain seperti daging ayam, sapi, kerbau, ikan, cabai, bawang, gula, tepung, jagung, kedelai, dan minyak goreng mengalami fluktuasi sesuai faktor pasokan, musim panen, dan kebijakan pemerintah terkait HAP dan HET.

Pemantauan harga pangan seperti ini penting untuk membantu konsumen dan pemerintah memahami dinamika pasar, sekaligus merencanakan strategi distribusi dan ketersediaan pangan di tingkat nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index