JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan haji 2026, rencana baru telah disiapkan untuk petugas haji yang sudah berhaji sebelumnya.
Petugas yang memiliki pengalaman haji ini tidak akan menuju Arafah, melainkan langsung menuju Mina.
Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat lebih maksimal dalam menyambut dan memantau pergerakan jemaah haji yang bergerak dari Arafah menuju Mudzalifah dan selanjutnya ke Mina.
Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, Kepala Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah, dan Mina 2025, menjelaskan bahwa langkah ini akan memperkuat pelayanan di Mina, terutama pada malam pertama 10 Dzulhijah yang dikenal dengan prosesi jamarat.
"Tahun ini, untuk meningkatkan pelayanan di Mina, petugas yang sudah berhaji akan langsung diberangkatkan dari pemondokan di Mekkah menuju Mina," kata Harun.
Efektivitas Pengawasan di Mina
Harun menambahkan bahwa petugas yang sudah berhaji akan dipersiapkan untuk mengawal pergerakan jemaah haji yang bergerak menuju Arafah dan Mudzalifah.
Dengan rencana ini, diharapkan petugas dapat lebih fokus pada pengawasan dan pemantauan di Mina, mengingat malam pertama di Mina, pada 10 Dzulhijah, merupakan waktu yang sangat krusial. Pada malam tersebut, semua jemaah akan bergerak menuju jamarat, sehingga risiko kepadatan dan kelelahan jemaah meningkat.
"Pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas akan lebih efektif jika mereka langsung menuju Mina untuk memantau, memberi bantuan, dan memastikan kelancaran prosesi jemaah," ujar Harun lebih lanjut.
Proses ini diharapkan dapat mengurangi potensi kesulitan dan memberikan bantuan yang dibutuhkan jemaah, terutama pada saat mereka melakukan jamarat yang penuh tantangan.
Wacana yang Dikonfirmasi Kemenhaj
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, juga mengonfirmasi wacana tersebut. "Betul, sementara ini masih kita wacanakan demikian," katanya.
Meskipun rencana ini masih dalam tahap pengkajian, pihak kementerian berharap langkah tersebut dapat diterapkan untuk memastikan kelancaran operasional ibadah haji tahun 2026.
Persiapan Armuzna, Puncak Ibadah Haji
Prosesi Armuzna yang merupakan puncak ibadah haji akan menjadi bagian terpenting yang akan diawasi secara ketat oleh Satuan Operasional (Satops) Armuzna.
Para petugas yang sudah berhaji ini akan memiliki peran sentral dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah saat melakukan jamarat pada malam pertama, yang sering kali menjadi titik krusial karena tingginya kepadatan dan potensi kelelahan.
Seperti diketahui, prosesi haji dimulai dengan keberangkatan jemaah menuju Arafah pada 8 Dzulhijah 1447 H, dan pelaksanaan wukuf di Arafah akan dilakukan pada 9 Dzulhijah 1447 H.
Sebelum itu, petugas yang sudah berhaji akan mempersiapkan segala sesuatu di Mina, memastikan bahwa seluruh fasilitas dan pos pelayanan siap digunakan.
Dengan adanya perubahan rencana ini, diharapkan pelayanan haji akan menjadi lebih efektif, terutama di Mina yang merupakan salah satu titik krusial dalam prosesi haji.
Ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah, dengan mempertimbangkan pengalaman dan keahlian petugas yang sudah memiliki pengalaman haji.