JAKARTA - Harga perak terus menunjukkan penguatan yang signifikan, memasuki pekan terakhir di bulan Januari 2026.
Terpantau pada Senin, 26 Januari 2026, harga perak mencapai posisi US$ 105,45 per troy ons, menguat 2,30% dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Angka ini kembali menunjukkan reli yang mengesankan, setelah sebelumnya pada Jumat, 23 Januari 2026, harga perak mencatatkan rekor tertinggi baru, melewati level US$ 100 per troy ons.
Pergerakan harga perak yang luar biasa ini tidak lepas dari berbagai faktor fundamental yang mendukung. Para analis dan pelaku pasar melihat ada sejumlah alasan yang mendorong harga logam putih ini terus naik, bahkan berpotensi untuk mencetak rekor baru yang lebih tinggi.
Menurut Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi tren kenaikan harga perak.
Kenaikan Permintaan Industri Sebagai Pemicu Utama
Salah satu faktor yang menjadi pendorong utama lonjakan harga perak adalah meningkatnya permintaan di sektor industri.
Perak memiliki banyak kegunaan dalam berbagai aplikasi teknologi, mulai dari kendaraan listrik (EV), kecerdasan buatan (AI), hingga energi surya. Kendaraan listrik, yang terus mengalami perkembangan pesat, memanfaatkan perak dalam produksi komponen-komponennya, seperti baterai dan panel pengisian daya.
Tidak hanya itu, dalam dunia teknologi dan energi terbarukan, perak juga menjadi komoditas yang sangat dibutuhkan. Industri energi surya, yang semakin berkembang seiring dengan semakin banyaknya negara yang berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon, turut menyumbang pada peningkatan permintaan perak.
Penggunaan perak dalam panel surya sangat krusial karena sifat konduktor listrik yang dimilikinya.
Selain itu, permintaan dalam sektor teknologi tinggi seperti kecerdasan buatan juga turut memberi kontribusi besar. Komponen elektronik yang digunakan dalam berbagai perangkat AI sering kali mengandalkan perak untuk keefektifan dan daya tahan produk. Oleh karena itu, sektor industri ini dapat dianggap sebagai salah satu pendorong utama yang mendukung reli harga perak belakangan ini.
Ketidakseimbangan Penawaran dan Permintaan
Salah satu faktor struktural yang mengarah pada lonjakan harga perak adalah ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.
Penurunan produksi perak di beberapa negara penghasil utama, seperti Meksiko dan Peru, serta peningkatan permintaan yang signifikan dari sektor industri dan investasi, menciptakan tekanan pada pasokan perak di pasar global.
Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Phillip Streible, mencatat bahwa ketidakseimbangan ini membuat harga perak bergerak lebih tinggi. Apalagi, produksi perak yang melambat disertai dengan penurunan cadangan di banyak negara menjadikan suplai semakin terbatas.
Ketidakseimbangan ini memperburuk situasi, memaksa harga perak untuk terus melambung, bahkan diprediksi dapat mencapai harga yang jauh lebih tinggi lagi.
Sentimen Geopolitik dan Ekonomi Global
Tidak hanya faktor-faktor fundamental yang memengaruhi harga perak, tetapi juga faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Sentimen risiko yang meningkat akibat ketegangan politik antarnegara dapat mendorong investor untuk beralih ke aset-aset safe-haven, seperti logam mulia.
Hal ini tentu saja berimbas pada harga perak yang semakin menguat, karena banyak investor yang menganggap perak sebagai tempat yang lebih aman untuk menempatkan dana mereka di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kondisi ekonomi global yang tidak stabil, terutama dengan adanya tekanan inflasi dan potensi resesi, turut memperburuk situasi.
Bank-bank sentral di berbagai negara terus menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi, sementara ketegangan geopolitik di beberapa kawasan meningkatkan ketidakpastian.
Semua faktor ini mendorong investor untuk lebih mengandalkan logam mulia sebagai pelindung nilai, mendorong harga perak semakin menguat.
Dampak Pergerakan Emas pada Harga Perak
Tren pergerakan harga perak juga tidak bisa dilepaskan dari fluktuasi harga emas. Selama beberapa tahun terakhir, harga emas juga terus mencatatkan kenaikan yang signifikan, didorong oleh permintaan yang kuat dari bank-bank sentral dan investor swasta.
Keberlanjutan tren pembelian emas oleh bank sentral ini diperkirakan akan mendukung reli harga perak, karena keduanya memiliki hubungan yang erat dalam dunia investasi logam mulia.
Menurut Streible, tren kenaikan harga perak ini berpotensi mendorong harga perak lebih tinggi lagi. Ia memperkirakan harga perak bisa tembus hingga US$ 150 per troy ons, sementara harga emas bisa mencapai US$ 5.500 per troy ons.
Prediksi ini mencerminkan potensi penguatan harga perak yang sangat besar, seiring dengan perkembangan ekonomi dan ketegangan global yang terus berlanjut.
Prospek Masa Depan Perak
Melihat potensi kenaikan harga perak yang sangat besar, banyak analis memprediksi bahwa harga perak akan terus menguat dalam beberapa tahun ke depan.
Selain didorong oleh faktor-faktor fundamental yang telah disebutkan, sentimen pasar yang positif terhadap logam mulia ini juga diperkirakan akan terus meningkat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang semakin kompleks.
Di sisi lain, beberapa pihak juga mengingatkan agar investor tidak terlalu bergantung pada pergerakan harga jangka pendek. Meskipun harga perak berpotensi mencetak rekor baru, ketidakpastian pasar global selalu bisa mempengaruhi dinamika harga.
Namun, dengan semua faktor yang mendukung, harga perak kemungkinan akan terus mengalami reli yang menguntungkan bagi investor.
Secara keseluruhan, harga perak terus menunjukkan tren positif yang mengesankan pada awal tahun 2026 ini.
Kenaikan harga perak yang signifikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari permintaan industri yang meningkat, ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan, hingga sentimen risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
Ke depan, harga perak berpotensi untuk menembus level-level baru yang lebih tinggi, dan bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik di pasar logam mulia.
Dengan semua faktor yang mendukung, kita dapat melihat bahwa harga perak mungkin tidak hanya mencetak rekor baru dalam waktu dekat, tetapi juga berpotensi memberikan imbal hasil yang menjanjikan bagi investor yang melihatnya sebagai salah satu aset safe-haven dalam menghadapi ketidakpastian yang ada.