JAKARTA – Dalam rangka memajukan sektor transportasi nasional, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menekankan pentingnya inovasi dan integritas dalam diri perwira transportasi Indonesia. Pesan ini disampaikan kepada 2.505 lulusan sekolah kedinasan jalur pola pembibitan di lingkungan Kementerian Perhubungan dalam acara pembekalan yang digelar di Jakarta.
Sektor transportasi berfungsi sebagai tulang punggung kemajuan bangsa, oleh karena itu dibutuhkan individu-individu yang berkompeten, berdedikasi, dan inovatif. Menteri Rini menegaskan bahwa para lulusan ini harus siap menghadapi tantangan Era Society 5.0 dan Transformasi Digital. Kompetensi dalam digital leadership menjadi esensial agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan efektif.
“Para perwira transportasi Indonesia tentu harus memiliki digital leadership agar mereka dapat langsung memberikan layanan efektif kepada masyarakat,” ujar Rini. Digital leadership bukan hanya soal keterampilan teknis namun juga mencakup pemahaman akan birokrasi digital, budaya digital, serta kompetensi digital.
Dalam kesempatan tersebut, Rini menjelaskan bahwa transformasi digital ke depan akan berfokus pada konsep “moments of life,” yang mencakup perjalanan hidup manusia dari lahir hingga akhir hayat. Hal ini dimaksudkan agar layanan transportasi dapat senantiasa hadir dan relevan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari layanan perjalanan hingga layanan konsuler.
Lulusan sekolah kedinasan diharapkan mampu menjawab tantangan ini dengan menyediakan pelayanan publik yang efektif dan efisien. “Digitalisasi akan berdampak positif pada kebutuhan masyarakat dalam bidang transportasi,” jelas Rini. Pendidikan yang mereka tempuh diharapkan menghasilkan aparatur yang tidak hanya kompeten tetapi juga mampu berfungsi sebagai perekat dalam mempersatukan bangsa di berbagai penjuru Nusantara.
Rini juga menitipkan harapan agar para lulusan baru ini terus berupaya meningkatkan kompetensi, etos kerja, dan disiplin guna mendukung profesionalisme, produktivitas, dan kinerja secara individu maupun organisasi. Ini merupakan langkah penting dalam menuju birokrasi yang bersih dan berintegritas.
“Wajib menjaga integritas, etos kerja, dan disiplin dalam pelaksanaan tugas-tugas kedinasan,” imbuh Rini. Keberadaan perwira transportasi yang bersih dan berintegritas ini dinilai sebagai faktor kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang berorientasi pada kebutuhan warga negara.
Rini mengingatkan kembali pentingnya peran para pengajar dan taruna dalam memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh untuk memperbaiki kualitas pelayanan sektor transportasi Indonesia. Hal ini termasuk pemerataan aksesibilitas layanan di masing-masing matra, yakni transportasi darat, laut, udara, dan kereta api.
Ia berharap kontribusi mereka bisa menjadikan layanan di bidang perhubungan, khususnya transportasi, sebagai penggerak utama pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat. “Semoga ilmu yang sudah didapatkan selama pendidikan bisa dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan kualitas serta pemerataan aksesibilitas pelayanan sektor transportasi Indonesia,” pungkas Rini.
Pesan yang disampaikan Rini pada acara pembekalan ini menekankan pentingnya pembaruan dalam pemikiran dan tindakan di sektor transportasi untuk menciptakan sistem yang tidak hanya memenuhi tuntutan zaman tetapi juga berlandaskan pada nilai-nilai keindonesiaan, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat dan daya saing bangsa di kancah global.