JAKARTA - Menentukan menu sahur bukan sekadar soal kenyang, tetapi juga soal menjaga energi sepanjang hari.
Asupan makanan yang tepat akan mencegah tubuh cepat lemas dan meminimalkan risiko dehidrasi, terutama saat cuaca panas atau aktivitas padat.
Buah-buahan menjadi komponen penting karena kandungan air dan vitamin di dalamnya mampu berfungsi sebagai cadangan energi sekaligus menjaga imunitas tubuh tetap optimal.
Menurut Erwin Setiawan, Quality Assurance Specialist di industri food and beverage sekaligus kreator konten @anakpanganindonesia, buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka dan jeruk sangat dianjurkan.
"Buah-buahan yang water activity atau airnya tinggi, seperti semangka, itu boleh. Kemudian jeruk untuk nambah vitamin," ujar Erwin.
Selain air, vitamin dalam buah juga berperan menjaga stamina dan sistem imun agar tubuh tetap fit, bahkan di tengah cuaca yang tidak menentu. Dengan pemilihan buah yang tepat, sahur tidak hanya sekadar mengisi perut, tetapi juga mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas seharian penuh.
Buah Kaya Air Untuk Mengurangi Dehidrasi
Semangka menjadi salah satu buah paling disarankan karena kadar airnya tinggi, sekaligus manis alami sehingga mudah dinikmati. Meskipun tersedia sepanjang tahun, kualitas semangka terbaik biasanya diperoleh saat musim kemarau, karena kandungan airnya seimbang dan rasanya lebih manis.
Selain semangka, melon juga termasuk buah dengan kandungan air tinggi yang dapat menjaga hidrasi tubuh.
"Ada melon, kandungan gizinya tinggi juga sama kayak semangka. Jadi tiga buah itu sih, semangka, jeruk, dan melon, yang menurut aku harganya paling murah, terjangkau, dan tidak susah dicari," jelas Erwin. Konsumsi buah ini saat sahur dapat mencegah rasa haus berlebihan di siang hari.
Pepaya juga masuk daftar buah favorit untuk sahur. Dengan kadar air mencapai sekitar 70 persen, pepaya efektif menjaga keseimbangan cairan tubuh. Selain itu, pepaya bisa dikonsumsi kapan saja, baik saat sahur maupun berbuka puasa, sehingga menjadi stok buah yang fleksibel di rumah.
"Pepaya juga bagus karena dia kadar airnya tinggi, jadi bisa untuk jadi stok pas sahur ataupun pas buka puasa," tambah Erwin.
Buah Kaya Vitamin C untuk Menjaga Imunitas
Selain hidrasi, tantangan lain saat berpuasa adalah menjaga sistem imun tetap kuat. Terutama bagi yang tinggal di kota besar dengan polusi tinggi, risiko radang tenggorokan dan penurunan daya tahan tubuh meningkat. Mengonsumsi buah kaya vitamin C menjadi salah satu cara paling efektif untuk membentengi tubuh.
Jeruk dikenal sebagai sumber vitamin C alami. Selain menambah asupan nutrisi, jeruk membantu menjaga daya tahan tubuh. "Biasanya kalau jeruk itu nambah vitamin, imun. Terus untuk menjaga tenggorokan karena di Jakarta itu banyak polusi dan lain sebagainya, itu jaga banget dari radang tenggorokan," jelas Erwin.
Selain jeruk, jambu air juga direkomendasikan. Buah ini kaya vitamin C, mudah didapat, dan relatif murah. Dengan memasukkan jambu air dalam menu sahur, tubuh dapat tetap produktif tanpa merasa lunglai meski sedang berpuasa.
Praktis dan Terjangkau: Stok Buah di Rumah
Memiliki stok buah di rumah memudahkan keluarga untuk menjalankan pola makan sehat selama Ramadhan. Erwin menyarankan untuk lebih memprioritaskan buah lokal yang kaya manfaat dibanding buah impor yang harganya mahal dan sulit didapat.
Dengan kombinasi buah tinggi air dan kaya vitamin C, tubuh mampu mempertahankan stamina, imunitas tetap terjaga, dan risiko dehidrasi bisa diminimalkan. Konsistensi menyertakan buah dalam menu sahur akan memberikan efek positif pada kualitas ibadah dan produktivitas sehari-hari.
Selain itu, pemilihan buah yang praktis, mudah diolah, dan cepat disantap membuat sahur lebih efisien. Hal ini juga membantu keluarga tetap semangat menjalani puasa, tanpa harus mengorbankan kualitas nutrisi.
Buah Sebagai Energi dan Penunjang Aktivitas Sehari-hari
Secara keseluruhan, konsumsi buah saat sahur tidak hanya sekadar menjaga hidrasi, tetapi juga menjadi sumber energi bertahap dan pelindung imun tubuh.
Pilihan buah dengan kandungan air tinggi dan vitamin C seperti semangka, melon, jeruk, pepaya, dan jambu air memberikan manfaat ganda: menjaga keseimbangan cairan sekaligus memperkuat daya tahan tubuh.
Erwin menekankan, pemilihan buah sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. "Sebenarnya kalau kita ngomongin buah-buahan mana yang paling bagus, tergantung kebutuhannya apa.
Kalau puasa itu kan butuh energi, salah satunya jaga imun, itu kalau bisa banyak-banyakin vitamin C," pungkasnya. Dengan strategi sahur yang tepat, tubuh tetap fit, bugar, dan siap beraktivitas sepanjang hari.
Mengombinasikan berbagai buah ini juga membuat menu sahur lebih menarik dan bervariasi, sehingga pola makan sehat dapat dijalani dengan mudah.
Kesadaran untuk menyiapkan buah sebagai bagian dari sahur merupakan langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kualitas ibadah dan kesehatan secara bersamaan.