BSI Siapkan Inovasi Baru Layanan Bullion Bank Untuk Masyarakat Lebih Luas

Senin, 09 Maret 2026 | 11:35:57 WIB
BSI Siapkan Inovasi Baru Layanan Bullion Bank Untuk Masyarakat Lebih Luas

JAKARTA - Kepopuleran investasi emas di Indonesia meningkat tajam, seiring ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar.

Fenomena ini tercermin dari pertumbuhan layanan bullion bank PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), yang mencatat lonjakan jumlah nasabah hingga lebih dari 400 persen sejak layanan diluncurkan pada Februari 2025.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menekankan bahwa bullion bank tidak sekadar memperkuat bisnis emas BSI, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas yang mudah, aman, dan berbasis prinsip syariah.

“Bullion bank menjadi milestone penting bagi BSI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Kami ingin menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai sekaligus bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif,” ujar Anggoro.

Pertumbuhan Nasabah dan Partisipasi Generasi Muda

Layanan bullion bank BSI memberikan akses digital yang mudah, sehingga investasi emas kini diminati berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Komposisi nasabah dari generasi Z meningkat dari 24 persen menjadi 32 persen sejak layanan ini diperkenalkan. 

Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI pada 2025 bertambah lebih dari 2 juta orang, menembus angka 23 juta, tertinggi sejak merger bank syariah pada 2021.

Lonjakan ini menandai adanya perubahan perilaku masyarakat, yang melihat emas tidak hanya sebagai penyimpan nilai tetapi juga sebagai instrumen investasi strategis dalam perencanaan keuangan pribadi. 

Kenaikan ini juga selaras dengan strategi pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam membangun ekosistem bullion nasional.

Bullion Bank Sebagai Pilar Ekosistem Emas BSI

Kehadiran bullion bank melengkapi ekosistem emas BSI yang sebelumnya mencakup cicil emas, gadai emas, dan perdagangan emas. 

Dengan layanan bullion bank, nasabah kini dapat melakukan transaksi emas secara digital dengan jaminan emas fisik tersimpan di fasilitas BSI.

Anggoro menegaskan, “Kami tidak diperbolehkan menjual barang yang belum dimiliki. Semua transaksi emas di BSI memiliki underlying berupa emas fisik yang tersimpan di vault kami, sesuai prinsip syariah.”

Hingga saat ini, total emas kelolaan perseroan telah mencapai 22,5 ton. Produk-produk yang terintegrasi ini memberikan kemudahan bagi nasabah untuk berinvestasi, mulai dari tabungan emas hingga produk BSI Gold yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan finansial jangka panjang, termasuk persiapan ibadah haji dan kepemilikan rumah.

Kontribusi terhadap Kinerja Keuangan BSI

Pertumbuhan bisnis bullion bank tidak hanya meningkatkan jumlah nasabah tetapi juga mendorong kinerja keuangan BSI. Hingga Desember 2025, aset perseroan tercatat mencapai Rp456 triliun, naik 11,64 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Pembiayaan meningkat 14,49 persen YoY dengan cost of financing (CoC) tetap terjaga di level 0,84 persen. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 16,20 persen YoY menjadi Rp380 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut bahwa emas memiliki peran penting sebagai instrumen investasi safe haven di tengah dinamika ekonomi global. 

“Kami terus mendorong industri jasa keuangan, termasuk BSI, untuk memperkuat ekosistem bullion bank sebagai engine baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.

Rencana Pengembangan dan Literasi Emas

Ke depan, BSI berencana memperkuat inovasi layanan bullion bank, meningkatkan literasi investasi emas syariah, dan memperluas kolaborasi dengan regulator maupun pelaku industri untuk membangun ekosistem bank emas nasional lebih kuat.

Perseroan juga meluncurkan kampanye literasi bertajuk Langkah Emas Generasi E.M.A.S., untuk mendekatkan masyarakat pada investasi emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan strategis. Program ini menekankan pemanfaatan emas untuk berbagai tujuan finansial, mulai dari tabungan haji, pendidikan, hingga investasi properti.

Tabel: Pertumbuhan Nasabah dan Kelolaan Emas BSI

TahunJumlah Nasabah (Juta)Pertumbuhan (%)Total Emas Kelolaan (Ton)
202118,5-12,0
202219,76,5%14,3
202320,85,6%16,7
202421,53,4%18,9
202523,07,0%22,5

Tabel ini menampilkan pertumbuhan signifikan jumlah nasabah dan total emas kelolaan, menegaskan daya tarik investasi emas syariah di Indonesia.

Investasi emas kini semakin mudah diakses, aman, dan berbasis prinsip syariah, menjadikannya instrumen penting untuk manajemen risiko finansial. Bullion bank BSI hadir sebagai solusi inklusif, memungkinkan masyarakat berinvestasi emas secara terintegrasi, transparan, dan produktif.

Terkini