Program Pelatihan Vokasi Batch 1 Kemnaker Terbuka Gratis Hingga 24 Maret 2026

Senin, 09 Maret 2026 | 12:42:38 WIB
Program Pelatihan Vokasi Batch 1 Kemnaker Terbuka Gratis Hingga 24 Maret 2026

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperpanjang pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 Tahun 2026 hingga 24 Maret 2026. 

Langkah ini dilakukan agar lebih banyak masyarakat, khususnya lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, dapat memanfaatkan kesempatan meningkatkan keterampilan kerja melalui program yang diselenggarakan gratis.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan, “Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat bisa memanfaatkan program ini sebaik-baiknya.” 

Perpanjangan ini memberikan waktu lebih panjang bagi calon peserta untuk mendaftar secara daring melalui skillhub.kemnaker.go.id, setelah sebelumnya pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 6 Maret 2026.

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri, memastikan lulusannya memiliki kompetensi siap pakai di pasar kerja, serta menyediakan fasilitas lengkap mulai dari pelatihan, sertifikasi, hingga bantuan transportasi dan asrama.

Kuota, Syarat, dan Jalur Pendaftaran

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 menyediakan kuota 20.000 peserta. Program diselenggarakan di:

21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP)

13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker

Beberapa UPT Daerah Balai Latihan Kerja di seluruh Indonesia

Program terbuka bagi masyarakat minimal usia 17 tahun dengan akun SIAPkerja, prioritas lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023–2025. Pendaftaran dilakukan secara daring, mulai dari pembuatan akun SIAPkerja, pengisian Asesmen Kecocokan Kerja, hingga Self Potential Inventory (SPI), dan pemilihan program pelatihan yang diminati.

Selain pelatihan gratis, peserta mendapatkan fasilitas: makan siang gratis, bantuan transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari Balai Pelatihan, serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Fasilitas asrama juga tersedia sesuai kriteria dan ketersediaan.

Tahapan Seleksi dan Jadwal Program

Seiring perpanjangan pendaftaran, tahapan seleksi Batch 1 ikut disesuaikan:

Pendaftaran dan pengisian asesmen: hingga 24 Maret 2026 pukul 23.59 WIB

Proses seleksi dan wawancara: 25–28 Maret 2026

Pengumuman peserta lolos seleksi: 29 Maret 2026

Kick off dan orientasi: 1 April 2026

Calon peserta dianjurkan segera menyelesaikan proses pendaftaran untuk memastikan kesempatan mengikuti program. Dengan sistem daring, seluruh tahapan dapat diakses secara fleksibel, memudahkan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bidang Kejuruan dan Program Pelatihan

Batch 1 menawarkan bidang kejuruan antara lain:

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Kewirausahaan

Manufaktur dan Otomotif

Pariwisata

Konstruksi

Program pelatihan yang tersedia mencakup:

Internet of Things (IoT)

Instalasi panel surya

Pengelasan dan pengoperasian mesin CNC

Otomasi industri

Kendaraan listrik

Cyber security

Digital marketing

Smart farming

Pengolahan pangan industri

Berbagai kejuruan lain sesuai kebutuhan industri

Darmawansyah menegaskan, “Lulusannya tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap pakai di dunia kerja. Kami mendorong masyarakat untuk segera mendaftar sebelum batas waktu yang telah ditentukan.”

Manfaat dan Dampak Program Pelatihan Vokasi

Program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat ke pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, meningkatkan daya saing lulusan, serta mendukung percepatan penyerapan tenaga kerja terampil di industri nasional.

Dengan fasilitas lengkap, pelatihan ini memberikan kesempatan bagi peserta dari berbagai wilayah, termasuk yang berada di daerah terpencil, untuk memperoleh kompetensi profesional yang setara standar industri. 

Program ini juga memperkuat peran Kemnaker dalam menyiapkan tenaga kerja terampil, adaptif, dan siap bersaing secara global.

Selain meningkatkan keterampilan individu, program ini memiliki dampak sosial-ekonomi positif, karena lulusan pelatihan diharapkan mampu menciptakan peluang kerja baru, membuka usaha mandiri, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional.

Terkini