JAKARTA - TNI Angkatan Darat (AD) melalui Kodam Jaya/Jayakarta resmi meluncurkan program pembangunan jembatan dan gentengisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat.
Program ini bertujuan mempercepat kemudahan akses antarwilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga, terutama mereka yang tinggal di lokasi rawan atau terpencil.
Kegiatan ini dilakukan di wilayah Korem 052/Wijayakrama, mencakup Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Peluncuran ditandai dengan ground breaking yang dipimpin Pangdam Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi, pada Rabu, 25 Maret 2026.
Program pembangunan jembatan dan gentengisasi RTLH ini merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan warga.
Tahap Awal: Fokus 4 Jembatan dan 8 RTLH
Di tahap awal, program ini menargetkan pembangunan empat unit jembatan yang akan berkembang menjadi delapan unit setelah proses verifikasi di lapangan. Selain itu, delapan unit rumah tidak layak huni akan dilakukan gentengisasi secara bertahap melalui sinergi dengan mitra lokal dan program CSR perusahaan.
Pembangunan jembatan mencakup konstruksi beton dan jembatan gantung, sedangkan gentengisasi difokuskan pada perbaikan atap rumah warga kurang mampu maupun prajurit terdampak bencana angin puting beliung.
Kegiatan ini tersebar di seluruh wilayah Kodim jajaran Korem 052/Wijayakrama. Dengan adanya program ini, warga akan menikmati akses transportasi lebih aman, sekaligus mendapatkan tempat tinggal yang lebih nyaman dan terlindungi dari cuaca ekstrem.
Kondisi Lapangan: Jembatan Rusak dan Atap Rumah Rawat Roboh
Program ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Sebelumnya, sejumlah jembatan masih menggunakan konstruksi darurat dan dalam kondisi rusak berat, sehingga membahayakan keselamatan warga dan menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak yang harus menempuh jalur berisiko ke sekolah.
Gentengisasi difokuskan pada rumah yang atapnya rusak, bocor, atau rawan roboh. Peningkatan kondisi hunian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga serta meminimalkan risiko cedera akibat kerusakan bangunan.
Selain itu, pembangunan jembatan menjadi vital karena berperan sebagai penghubung jalur ekonomi, sosial, dan pendidikan masyarakat. Dengan adanya jembatan yang kokoh dan aman, kegiatan ekonomi warga dapat berjalan lancar dan akses ke fasilitas umum menjadi lebih mudah.
Peran TNI AD dalam Pembinaan Teritorial
Pelaksanaan program jembatan dan gentengisasi juga merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD. Melalui peran aktif membantu mengatasi kesulitan masyarakat, TNI AD memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen kami dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat hubungan TNI dengan warga,” ujar Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Selain melibatkan personel TNI, program ini juga bersinergi dengan pemerintah daerah dan mitra lokal, termasuk pihak swasta yang memiliki program CSR. Sinergi ini memungkinkan percepatan pembangunan jembatan dan peningkatan kualitas hunian di wilayah terdampak.
Dengan adanya program ini, TNI AD tidak hanya bertindak sebagai institusi pertahanan, tetapi juga sebagai agen pembangunan yang berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan warga.
Dampak Jangka Panjang untuk Warga dan Lingkungan
Program jembatan dan gentengisasi diproyeksikan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Dengan akses yang lebih baik, warga dapat meningkatkan produktivitas, mempermudah transportasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, gentengisasi rumah tidak layak huni meningkatkan kualitas hidup warga, menurunkan risiko bencana akibat atap rusak, dan memberikan hunian yang lebih layak dan nyaman.
Inisiatif ini juga menjadi bentuk pembinaan sosial yang lebih luas, memperkuat keterikatan antara TNI AD dan masyarakat, serta menumbuhkan rasa aman dan kepedulian lingkungan sekitar. Program serupa dapat direplikasi di daerah lain untuk memperkuat konektivitas wilayah dan kualitas hidup masyarakat.
Melalui langkah nyata ini, TNI AD membuktikan peran ganda sebagai pengawal keamanan sekaligus penggerak pembangunan sosial dan ekonomi di wilayah teritorialnya.