BRIN Ungkap Sebab Objek Misterius Terlihat di Langit Lampung Malam

Senin, 06 April 2026 | 15:22:16 WIB
BRIN Ungkap Sebab Objek Misterius Terlihat di Langit Lampung Malam

JAKARTA - Fenomena objek terang yang melintas di langit Lampung dan Banten beberapa hari terakhir menjadi viral di media sosial. 

Masyarakat ramai menanyakan asal-usul benda tersebut karena terlihat sangat mencolok. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akhirnya menjelaskan bahwa benda itu merupakan sampah antariksa, yakni sisa roket Tiongkok CZ-3B yang memasuki atmosfer Bumi.

Thomas Djamaluddin, Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, menegaskan bahwa objek terlihat terang karena memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi. 

Gesekan dengan udara membuat benda tersebut terbakar dan pecah menjadi serpihan cahaya yang dapat disaksikan dari permukaan Bumi.

“Objek terang yang terlihat di langit itu adalah pecahan sampah antariksa. Ketika memasuki atmosfer yang semakin padat, benda tersebut terbakar dan pecah, sehingga terlihat seperti serpihan cahaya,” jelas Thomas.

Jalur Orbit dan Proses Masuk Atmosfer

Berdasarkan data dari Space-Track dan analisis orbit, sisa roket tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di sebelah barat Sumatra. Pada pukul 19.56 WIB, objek berada di ketinggian kurang dari 120 kilometer, memasuki lapisan atmosfer lebih padat.

Masuknya ke atmosfer menyebabkan hambatan udara meningkat drastis, sehingga kecepatan dan ketinggian benda menurun cepat. 

Gesekan intens dengan udara menghasilkan panas tinggi, membuat benda terbakar dan terfragmentasi menjadi beberapa bagian sebelum jatuh ke Bumi. Pecahan tersebut diperkirakan tersebar di hutan atau di laut, sehingga tidak membahayakan masyarakat.

Peristiwa serupa tidak terjadi setiap hari. Thomas menjelaskan, fenomena ini jarang dapat disaksikan langsung di wilayah Indonesia, walaupun secara global sampah antariksa jatuh ke Bumi cukup sering. Peristiwa terakhir yang serupa terjadi pada 2022, saat objek terlihat di Lampung dan jatuh di Sanggau, Kalimantan Barat.

Risiko dan Dampak terhadap Masyarakat

Thomas menekankan bahwa peristiwa ini pada umumnya tidak membahayakan masyarakat, karena sebagian besar sampah antariksa habis terbakar di atmosfer. Risiko muncul hanya jika ada bagian yang tidak terbakar sempurna jatuh di area permukiman, namun hingga kini kejadian tersebut belum pernah terjadi di Indonesia.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik ketika melihat objek terang melintas di langit. Fenomena ini merupakan bagian dari dinamika aktivitas antariksa global yang dapat diamati secara ilmiah, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan literasi publik terkait sains dan keantariksaan.

Selain itu, Thomas menjelaskan penyebab utama sampah antariksa jatuh adalah hambatan udara pada orbit rendah. 

Bekas roket atau satelit yang tidak aktif akan melambat akibat interaksi dengan atmosfer, sehingga ketinggiannya menurun dan akhirnya memasuki lapisan padat. Proses ini menghasilkan cahaya terang sebelum benda habis terbakar.

Dampak Visual dan Observasi Publik

Fenomena ini tidak hanya menjadi perhatian ilmuwan, tetapi juga masyarakat umum. Serpihan cahaya yang tampak seperti meteor besar membuat banyak orang merekam dan membagikan video maupun foto di media sosial. Hal ini menunjukkan tingginya minat publik terhadap fenomena langit.

BRIN menekankan bahwa kejadian ini dapat dijadikan peluang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aktivitas antariksa, orbit satelit, serta konsekuensi dari sisa-sisa peluncuran roket. 

Observasi langsung menjadi media edukasi yang efektif, karena masyarakat dapat melihat proses fisik pembakaran benda luar angkasa dengan mata kepala sendiri.

Thomas menambahkan, fenomena ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah antariksa secara global. Dengan meningkatnya aktivitas peluncuran roket dan satelit, jumlah sisa antariksa yang memasuki orbit rendah meningkat. Hal ini menuntut koordinasi internasional untuk meminimalkan risiko terhadap manusia dan satelit aktif.

Literasi Sains dan Kesadaran Antariksa

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa ilmu astronomi dan antariksa memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Observasi benda langit yang mencolok dapat digunakan sebagai sarana literasi sains, sekaligus mendorong minat generasi muda terhadap teknologi antariksa.

Thomas menyatakan, masyarakat sebaiknya memanfaatkan momen ini untuk belajar tentang orbit satelit, sampah antariksa, dan efeknya terhadap Bumi. 

"Peristiwa ini bisa menjadi titik awal agar publik memahami bagaimana aktivitas antariksa berdampak terhadap kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sekadar melihat cahaya, tetapi juga memahami proses fisika dan astronominya," ujarnya.

BRIN berharap edukasi terkait fenomena antariksa bisa diperluas, termasuk melalui media, sekolah, dan komunitas sains. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memahami dinamika ilmiah di balik fenomena langit yang menakjubkan ini.

Terkini