JAKARTA - Arsenal tetap menegaskan dominasinya di Liga Inggris musim ini, meski tidak bermain pada akhir pekan lalu.
The Gunners memiliki total 70 poin setelah memainkan 31 pertandingan, unggul sembilan poin dari Manchester City di posisi kedua.
Pada Minggu, 22 Maret 2026, Arsenal fokus menghadapi partai final Piala Liga Inggris. Namun, Mikel Arteta dan pasukannya menelan kekalahan 0-2 dari Manchester City.
Kekalahan ini tidak memengaruhi posisi mereka di puncak klasemen, karena tim-tim lain juga tidak mampu memanfaatkan peluang untuk memperkecil jarak poin.
Manchester City Masih Mengejar di Posisi Kedua
Manchester City saat ini mengumpulkan 61 poin dari 30 laga. Meskipun kalah dari Arsenal di final Piala Liga, mereka tetap memiliki modal kuat untuk menempel pemimpin klasemen. Dengan jumlah pertandingan yang tersisa, City memiliki peluang besar untuk menekan Arsenal dan memperpendek jarak poin.
Konsistensi menjadi kunci bagi City. Mereka perlu menampilkan performa terbaik, terutama ketika menghadapi tim-tim papan bawah. Fokus pada setiap laga akan menentukan peluang mereka mempertahankan posisi di zona atas klasemen dan memperjuangkan gelar juara.
Manchester United Gagal Memperpanjang Tren Kemenangan
Manchester United yang berada di posisi ketiga gagal memperpanjang catatan kemenangannya. Pada Sabtu (21/3), Setan Merah bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth. Hasil ini membuat mereka memiliki total 55 poin.
Kegagalan memperpanjang kemenangan menunjukkan tantangan konsistensi yang dihadapi Manchester United. Tim asuhan Erik ten Hag harus segera memperbaiki performa agar tetap bersaing di posisi empat besar, yang menjadi tiket ke Liga Champions musim depan.
Aston Villa Kembali ke Jalur Kemenangan
Aston Villa, posisi keempat dengan 54 poin, berhasil kembali ke jalur kemenangan. Mereka mengalahkan West Ham United 2-0 pada akhir pekan. Kemenangan ini penting bagi Villa untuk menempel Manchester United dan memperkuat peluang finis di zona Liga Champions.
Tim asuhan Unai Emery menunjukkan performa solid, terutama dalam pertahanan dan transisi serangan. Konsistensi ini menjadi modal berharga saat menghadapi laga-laga krusial di sisa musim Liga Inggris.
Liverpool Masih Tampil Inkonsisten
Liverpool menempati posisi kelima dengan 49 poin dan masih menampilkan inkonsistensi. Setelah mengamankan tiket ke putaran berikutnya Liga Champions dengan kemenangan atas Galatasaray, The Reds justru kalah 1-2 dari Brighton pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Hasil ini menempatkan Liverpool di posisi terakhir zona Eropa. Jurgen Klopp harus menemukan formula untuk menyeimbangkan jadwal padat antara kompetisi domestik dan Eropa, agar konsistensi tim tetap terjaga hingga akhir musim.
Tiga Tim Zona Degradasi Tidak Mampu Raih Poin
Tiga tim zona degradasi Liga Inggris pekan ke-31 gagal meraih kemenangan. West Ham United (posisi 18) kalah 0-2 dari Aston Villa, Burnley (posisi 19) kalah 1-3 dari Fulham, dan Wolverhampton (posisi 20) hanya bermain imbang 2-2 melawan Brentford pada 17 Maret.
Situasi ini membuat persaingan di zona degradasi semakin ketat. Setiap tim harus memanfaatkan sisa pertandingan untuk mengumpulkan poin dan menjauh dari posisi merah agar terhindar dari degradasi musim ini.
Klasemen Sementara Liga Inggris
Berikut klasemen sementara Liga Inggris per pekan ke-31:
Posisi Atas:
Arsenal – 31 main, 21 menang, 7 seri, 3 kalah, 61 gol masuk, 22 gol kebobolan, 70 poin
Manchester City – 30 main, 18 menang, 7 seri, 5 kalah, 60 gol masuk, 28 gol kebobolan, 61 poin
Manchester United – 31 main, 15 menang, 10 seri, 6 kalah, 56 gol masuk, 43 gol kebobolan, 55 poin
Aston Villa – 31 main, 16 menang, 6 seri, 9 kalah, 42 gol masuk, 37 gol kebobolan, 54 poin
Liverpool – 31 main, 14 menang, 7 seri, 10 kalah, 50 gol masuk, 42 gol kebobolan, 49 poin
Zona Tengah:
Chelsea – 31 main, 13 menang, 9 seri, 9 kalah, 53 gol masuk, 38 gol kebobolan, 48 poin
Brentford – 31 main, 13 menang, 7 seri, 11 kalah, 46 gol masuk, 42 gol kebobolan, 48 poin
Everton – 31 main, 13 menang, 7 seri, 11 kalah, 37 gol masuk, 35 gol kebobolan, 46 poin
Fulham – 31 main, 13 menang, 5 seri, 13 kalah, 43 gol masuk, 44 gol kebobolan, 44 poin
Brighton – 31 main, 11 menang, 10 seri, 10 kalah, 41 gol masuk, 37 gol kebobolan, 43 poin
Zona Bawah:
Sunderland – 31 main, 11 menang, 10 seri, 10 kalah, 32 gol masuk, 36 gol kebobolan, 43 poin
Newcastle United – 31 main, 12 menang, 6 seri, 13 kalah, 44 gol masuk, 45 gol kebobolan, 42 poin
Bournemouth – 31 main, 9 menang, 15 seri, 7 kalah, 46 gol masuk, 48 gol kebobolan, 42 poin
Crystal Palace – 30 main, 10 menang, 9 seri, 11 kalah, 33 gol masuk, 35 gol kebobolan, 39 poin
Leeds United – 31 main, 7 menang, 12 seri, 12 kalah, 37 gol masuk, 48 gol kebobolan, 33 poin
Nottingham Forest – 31 main, 8 menang, 8 seri, 15 kalah, 31 gol masuk, 43 gol kebobolan, 32 poin
Tottenham Hotspur – 31 main, 7 menang, 9 seri, 15 kalah, 40 gol masuk, 50 gol kebobolan, 30 poin
West Ham United – 31 main, 7 menang, 8 seri, 16 kalah, 36 gol masuk, 57 gol kebobolan, 29 poin
Burnley – 31 main, 4 menang, 8 seri, 19 kalah, 33 gol masuk, 61 gol kebobolan, 20 poin
Wolverhampton – 31 main, 3 menang, 8 seri, 20 kalah, 24 gol masuk, 54 gol kebobolan, 17 poin
Liga Inggris musim ini menunjukkan persaingan ketat di semua zona klasemen. Arsenal tetap unggul di puncak, sementara Manchester City, Manchester United, Aston Villa, dan Liverpool bersaing ketat di posisi atas.
Di sisi lain, zona degradasi semakin menegangkan. Tim-tim papan bawah harus memanfaatkan setiap laga untuk mendapatkan poin penting. Setiap pertandingan menjadi krusial, baik bagi tim yang berjuang di puncak maupun tim yang mencoba bertahan dari degradasi.
Dengan sisa pertandingan yang terbatas, setiap kemenangan, gol, dan poin akan menentukan posisi akhir. Fans Liga Inggris tentunya menunggu siapa yang akan keluar sebagai juara musim ini dan siapa yang harus menghadapi degradasi.