NTB Maksimalkan Potensi Perikanan Tangkap Demi Nilai Ekspor Tinggi

Rabu, 08 April 2026 | 14:53:34 WIB
NTB Maksimalkan Potensi Perikanan Tangkap Demi Nilai Ekspor Tinggi

JAKARTA - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi perikanan yang sangat besar, menjadikannya wilayah strategis dalam mendorong Indonesia sebagai pusat produksi dan eksportir perikanan. 

Dengan luas wilayah perairan mencapai 29.159,04 km², NTB memiliki potensi perikanan tangkap lebih dari 185.518 ton per tahun.

Komoditas utama meliputi ikan tuna, cakalang, tongkol, dan hiu, tersebar di perairan pantai dan lepas pantai. Selain tangkap, sektor budidaya laut memiliki potensi areal 72.862 hektare, sementara budidaya air payau dan air tawar masing-masing 27.927 hektare dan 31.758 hektare.

Ekosistem pesisir mendukung keberlanjutan sektor perikanan, dengan terumbu karang seluas 76.420 hektare, padang lamun, dan mangrove, yang dilengkapi 17 kawasan konservasi perairan. 

Keanekaragaman hayati laut ini juga mendukung sektor pariwisata bahari, seperti di Gili Trawangan dan perairan Sumbawa, yang menjadi daya tarik wisata domestik maupun internasional.

Transformasi Ekonomi Sektor Perikanan

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTB, Muslim, menyatakan pemerintah sedang fokus pada transformasi ekonomi inklusif melalui sektor perikanan. Dengan potensi yang ada, NTB dapat meningkatkan produksi sekaligus menjadi eksportir andal.

Salah satu strategi adalah mengubah Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dislutkan menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Langkah ini dimaksudkan agar pengelolaan pelabuhan perikanan lebih efisien, transparan, dan menghasilkan pendapatan optimal.

Muslim mencontohkan pelabuhan strategis yang memiliki potensi besar, seperti Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok di Kabupaten Lombok Timur, dengan potensi pendapatan Rp600 miliar per tahun, yang memerlukan pengelolaan berbasis BLUD.

UPT yang diusulkan menjadi BLUD meliputi:

UPT Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok

UPT Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar

UPT Pelabuhan Perikanan Pulau Sumbawa

UPT Balai Pengembangan Perikanan Budidaya

UPT BLUD BPSDKP Lombok, Sumbawa-SSB, dan Bima-Dompu

Dengan BLUD, pelabuhan akan lebih profesional, meningkatkan efisiensi, serta memaksimalkan pendapatan dari sektor perikanan.

Hilirisasi Komoditas Strategis

Selain penguatan pelabuhan, Pemprov NTB mendorong hilirisasi industri agro maritim untuk komoditas unggulan. Beberapa proyek strategis yang dijalankan antara lain:

Pabrik udang vaname dan rumput laut, mendukung produk hilir siap ekspor.

Komoditas tuna cakalang, yang telah beroperasi dengan investasi asing di Labuhan Lombok, mengekspor 650 ton tuna tahun lalu.

Pembangunan Pelabuhan Soro Adu di Bima, pusat tuna strategis.

Hilirisasi ini diharapkan meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional.

Dukungan UMKM dan Pengembangan Ekonomi Lokal

Pemprov NTB juga fokus pada pengembangan UMKM sektor perikanan, melalui pendampingan berupa:

Kemudahan perizinan usaha

Akses modal dan pembiayaan

Kepastian hukum, sesuai Perda 14/2025 tentang pengelolaan usaha di laut

Program ini diharapkan meningkatkan produksi lokal, memperluas rantai nilai, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Ketahanan Pangan dan Stok Ikan

Dalam konteks ketahanan pangan, NTB terus meningkatkan ketersediaan stok ikan. Muslim menyampaikan,

"Dalam konteks ketahanan pangan dari sektor kelautan, kami sedang menaikkan ketersediaan stok ikan tidak hanya di balai pembenihan namun juga sentra milik masyarakat."

Langkah ini memastikan pasokan ikan stabil, mendukung konsumsi lokal, serta memperkuat peran NTB sebagai penyuplai produk perikanan berkualitas untuk domestik dan ekspor.

Perikanan Tangkap dan Budidaya Laut

NTB memiliki potensi perikanan tangkap 185.518 ton per tahun, dengan komoditas unggulan tuna, cakalang, tongkol, dan hiu. Wilayah tangkap tersebar dari zona pantai hingga lepas pantai.

Sektor budidaya laut memiliki luas 72.862 hektare, budidaya air payau 27.927 hektare, dan air tawar 31.758 hektare, yang mendukung produksi berkelanjutan serta diversifikasi komoditas perikanan.

Ekosistem pesisir NTB, termasuk terumbu karang, padang lamun, dan mangrove, menyediakan habitat penting untuk kelangsungan biota laut dan mendukung kegiatan ekonomi perikanan.

Pariwisata Bahari dan Nilai Ekonomi

Potensi pariwisata bahari mendukung ekonomi perikanan. Keanekaragaman biota laut NTB, termasuk 700 spesies ikan karang, menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Destinasi seperti Gili Trawangan dan perairan Sumbawa menunjukkan sinergi antara perikanan tangkap, budidaya, dan pariwisata. Hilirisasi, BLUD pelabuhan, serta dukungan UMKM memperkuat NTB sebagai pusat produksi perikanan berkelanjutan.

Terkini