Bolehkah Donor Darah Saat Haid? Simak Penjelasan Medis Berikut Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:41:32 WIB
Perempuan saat haid.

JAKARTA - Banyak perempuan merasa ragu untuk mendonorkan darah saat sedang menstruasi karena khawatir tubuh kehilangan terlalu banyak darah dan menyebabkan lemas. 

Padahal, mendonorkan darah merupakan tindakan sosial yang sangat krusial bagi pasien yang membutuhkan.

Secara medis, perempuan tetap diperbolehkan mendonorkan darah saat haid, selama kondisi kesehatan mereka baik dan memenuhi seluruh persyaratan. 

Menstruasi memang menyebabkan tubuh kehilangan sejumlah zat besi yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin. 

Namun, bagi perempuan dengan siklus menstruasi ringan hingga sedang, kehilangan zat besi tersebut biasanya dapat dipenuhi kembali melalui asupan makanan.

Kondisi berbeda berlaku bagi perempuan dengan menstruasi berat atau berkepanjangan yang berisiko menurunkan kadar hemoglobin secara signifikan. 

Oleh karena itu, pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum proses donor menjadi prosedur wajib. Ambang batas minimal hemoglobin bagi perempuan biasanya adalah 12,5 g/dL. 

Jika hasil pemeriksaan di bawah angka tersebut, atau jika calon pendonor merasa lemas, pusing, dan kelelahan, maka donor darah sebaiknya ditunda.

Untuk menjaga kadar hemoglobin tetap optimal, calon pendonor disarankan mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, bayam, kacang-kacangan, dan ikan, serta mencukupi asupan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. 

Berdasarkan standar WHO, syarat donor darah meliputi usia 18–65 tahun, berat badan minimal 50 kg, tidak dalam kondisi sakit, serta tidak sedang hamil atau menyusui. 

Jadi, selama kadar hemoglobin memenuhi batas aman dan kondisi tubuh dalam keadaan bugar, perempuan tetap dapat berkontribusi mendonorkan darah meski sedang berada dalam masa menstruasi.

Terkini