Pertamina Patra Niaga Perluas Distribusi Pertamax Green di 180 SPBU

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:04:31 WIB
Pom Pertamina Patra Niaga.

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga konsisten memperlebar jangkauan pemakaian energi yang lebih bersahabat bagi lingkungan. Salah satu upayanya ditempuh lewat perluasan wilayah sebaran bahan bakar minyak (BBM) varian Pertamax Green 95 (RON 95) yang sekarang telah hadir di 180 SPBU.

"Hingga 2025, layanan Pertamax Green 95 telah tersedia di 180 SPBU dan akan terus diperluas untuk memberikan pilihan energi yang lebih rendah emisi bagi masyarakat," jelas Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).

Lebih jauh lagi, badan usaha ini ikut melangsungkan pengembangan pemanfaatan bioenergi sebagai bagian dari langkah merealisasikan target transisi energi nasional. Termasuk pula pemberian sokongan terhadap komoditas bahan bakar armada pesawat terbang berupa Sustainable Aviation Fuel (SAF/Bioavtur).

"Kami berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," ujar Roberth.

Beriringan dengan hal tersebut, perusahaan pun terus menggalakkan program Subsidi Tepat BBM serta LPG lewat perpaduan sistem digital agar mekanisme penyaluran subsidi kian akurat, transparan, dan pas sasaran untuk kalangan warga yang berhak mengonsumsinya.

"Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola distribusi energi nasional melalui implementasi Program Subsidi Tepat yang telah diterapkan di 513 kabupaten/kota," terangnya.

Dalam menyokong agenda pemerataan pasokan energi, Pertamina Patra Niaga terus menambah keterjangkauan akses energi lewat program BBM Satu Harga yang kini telah beroperasi di 588 titik pada bermacam penjuru Indonesia. Badan usaha ini sekarang juga mengelola 421 SPBU Nelayan guna memacu produktivitas sektor kelautan sekaligus memperkokoh ekonomi masyarakat pesisir.

Di samping itu, korporasi terus memperkuat fasilitas infrastruktur energi nasional yang saat ini ditopang oleh lebih dari 125 terminal BBM, ribuan SPBU, 40 terminal LPG, 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), jaringan pipa, barisan mobil tangki, armada kapal, hingga dukungan transportasi udara yang tersebar di wilayah Indonesia.

"Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi nasional dan memastikan keandalan pasokan hingga ke wilayah dengan tantangan geografis tinggi," tegasnya.

Belum berhenti di situ, Roberth menyebutkan sepanjang 2025 Pertamina Patra Niaga terus mendongkrak kapasitas terminal BBM beserta fasilitas penampungan strategis, utamanya pada area Indonesia Timur serta kawasan dengan tingkat pertumbuhan konsumsi energi yang masif.

"Pengembangan TBBM Maumere yang dimulai pada pertengahan tahun 2025 dimaksudkan untuk meningkatkan kehandalan operasi khususnya pada area NTT NTB dan sekitarnya," paparnya.

Selanjutnya, Subholding Downstream Pertamina ini pun sukses merealisasikan proses uji coba kelayakan (commissioning) bagi proyek pembangunan TBBM Tanjung Batu tahap 1 yang diorientasikan untuk memacu keandalan distribusi di kawasan Kalimantan dan sekitarnya.

Terkini