AMD Gandeng Samsung Cetak Chip Generasi Terbaru

Minggu, 21 Juni 2026 | 19:01:02 WIB
AMD Gandeng Samsung Cetak Chip Generasi Terbaru.

JAKARTA - Perusahaan semikonduktor raksasa Advanced Micro Devices (AMD) dilaporkan sedang melakukan pembicaraan serius dengan Samsung.

Diskusi ini bertujuan untuk memproduksi sebagian chip AMD generasi mendatang yang rencananya akan dimulai pada tahun 2028.

Langkah strategis tersebut diambil perusahaan untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas produksi wafer canggih milik TSMC.

Selama ini, TSMC telah menjadi pemasok tunggal sekaligus tulang punggung utama dalam proses manufaktur perangkat keras mereka.

Informasi ini pertama kali mencuat lewat laporan Nikkei Asia, yang menyebutkan bahwa proyeksi hambatan rantai pasok memicu diskusi kedua raksasa teknologi itu.

Secara historis, AMD dan TSMC memang telah membangun hubungan kerja sama yang sangat erat dan solid.

Hal ini terjadi sejak AMD memutuskan untuk memisahkan fasilitas pembuatan cipnya menjadi entitas bisnis mandiri pada tahun 2008 silam.

Semenjak masa transisi tersebut, AMD hampir selalu mempercayakan seluruh beban pencetakan silikon produk unggulannya kepada pabrikan asal Taiwan itu.

Bukti kedekatan ini terlihat jelas pada arsitektur prosesor desktop andalan mereka, seperti seri Ryzen 7 9800X3D.

Prosesor tersebut menggunakan konfigurasi mutakhir berupa dua cetakan sirkuit utama yang diletakkan di bawah penyebar panasnya.

Komponen pertama yaitu Core Complex Die (CCD) dibuat dengan teknologi fabrikasi N4P, sedangkan Input/Output Die (IOD) memakai arsitektur N6 TSMC.

Selain itu, seluruh lini cip laptop seri Ryzen AI 300 dan 400 juga lahir dari fasilitas pabrik yang sama.

Kondisi ini semakin menegaskan betapa krusialnya peran TSMC dalam menjaga siklus hidup perangkat keras milik AMD.

Memasuki era kecerdasan buatan, kapasitas produksi perangkat keras kini menjelma menjadi arena persaingan yang sangat sengit.

TSMC saat ini tengah menghadapi tekanan besar untuk memenuhi lonjakan permintaan dari perusahaan Nvidia.

Nvidia diketahui memborong porsi besar kapasitas teknologi cip berarsitektur empat nanometer untuk memproduksi prosesor AI Blackwell.

Situasi pasar yang ketat ini memaksa AMD untuk bersikap lebih pragmatis dalam mencari jalan keluar alternatif.

Mereka tidak ingin lini produksi perangkat konsumen tersendat saat alokasi kapasitas industri mulai bergeser ke sektor pusat data.

Pihak AMD sebenarnya telah mengonfirmasi rencana penggunaan teknologi N2 canggih TSMC pada prosesor server Epyc generasi berikutnya.

Namun, teknologi presisi berukuran sangat kecil ini membutuhkan biaya produksi yang jauh lebih mahal.

Kapasitas produksinya juga dinilai jauh lebih terbatas jika dibandingkan dengan teknologi cip generasi sebelumnya.

Fakta tersebut memunculkan perkiraan kuat bahwa tidak semua silikon berarsitektur Zen 6 akan mendapatkan akses ke fasilitas premium itu.

Pada titik inilah ekosistem fabrikasi milik Samsung masuk sebagai kandidat strategis untuk mengambil alih sebagian beban produksi massal.

Pabrikan asal Korea Selatan itu diproyeksikan bakal memproduksi prosesor kelas menengah atau merakit komponen IOD untuk lini cip Zen 6.

Komponen IOD sendiri menampung banyak sirkuit analog yang berfungsi untuk menangani sistem konektivitas antarkomponen perangkat.

Fungsinya mencakup penanganan memori DDR5, hingga mengatur jalur konektivitas PCIe dan juga USB.

Elemen infrastruktur semacam ini pada dasarnya tidak terlalu menuntut proses miniaturisasi node yang rumit dan berbiaya mahal.

Mendelegasikan tugas tersebut ke teknologi 4LPP buatan Samsung dinilai sebagai pilihan yang sangat ekonomis dan rasional secara teknis.

Selain masalah kapasitas produksi, faktor efisiensi biaya juga menjadi motor penggerak utama di balik manuver bisnis strategis ini.

Industri komputer global saat ini tengah dihadapkan pada dinamika pasar yang sangat menantang dan sulit diprediksi.

Salah satu tantangannya ditandai oleh lonjakan harga komponen memori seperti DRAM dan penyimpanan berbasis NAND flash.

Kondisi ini menuntut produsen perangkat keras untuk bekerja lebih keras dalam menekan ongkos produksi komponen fundamental mereka.

Hal ini harus dilakukan agar harga jual produk akhir di pasaran tetap wajar dan dapat dijangkau oleh konsumen.

Kehadiran Samsung yang mampu menawarkan tarif fabrikasi lebih kompetitif dari TSMC jelas akan memberikan keuntungan tersendiri.

Opsi ini dipercaya akan memberikan ruang keleluasaan yang lebih besar bagi margin keuntungan perusahaan AMD.

Sejumlah laporan industri menyoroti besarnya peluang AMD dalam mengadopsi sistem manufaktur dua nanometer milik Samsung di masa depan.

Teknologi tersebut nantinya dapat disandingkan secara bersamaan dengan teknologi sekelas yang ditawarkan oleh TSMC.

Pendekatan produksi ganda ini memungkinkan perusahaan untuk meracik stratifikasi produk yang jauh lebih bervariatif.

Mereka bisa memisahkan unit premium untuk komputasi berat dan menyediakan cip terjangkau bagi konsumen kelas menengah.

Dinamika rantai pasok semikonduktor ini tentu akan memberikan efek domino pada peta persaingan global secara menyeluruh.

Langkah AMD menggandeng pabrikan eksternal membuka rute alternatif demi menjaga stabilitas pasokan di pasar ritel.

Strategi ini sekaligus bertujuan untuk mengamankan jalur eksklusif wafer canggih bagi segmen komputasi awan.

Diversifikasi pasokan manufaktur ini menjadi bukti adaptasi taktis perusahaan dalam merespons ledakan adopsi kecerdasan buatan.

Tren penggunaan teknologi kecerdasan buatan tersebut diprediksi akan terus mengalami peningkatan signifikan dalam dekade mendatang.

Terkini