IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Cermati Saham BUVA hingga GGRM

Senin, 22 Juni 2026 | 20:58:02 WIB
Ilustrasi IHSG.

JAKARTA - MNC Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengantongi momentum kuat untuk meneruskan tren kenaikan jangka pendek pada perdagangan Senin (22/6/2026).

Tim analis MNC Sekuritas lewat rilis risetnya menjabarkan bahwa indeks komposit berhasil melaju menguat sebesar 0,08 persen menuju level 6.177 pada penutupan akhir pekan lalu, dengan akumulasi reli menyentuh 2,82 persen dalam kurun waktu sepekan.

“Saat ini posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3 dari wave (C), sehingga masih berpeluang menguat untuk menguji rentang 6.328—6.545,” tulis riset MNC Sekuritas, Minggu (21/6/2026).

Walau demikian, para investor diimbau untuk tetap waspada mengantisipasi area koreksi terdekat pada rentang 6.127—6.161 apabila pergerakan indeks mendadak tertekan aksi ambil untung dalam momentum pendek.

Secara teknikal, MNC Sekuritas memetakan area benteng pertahanan indeks komposit bakal berada pada level support di angka 5.784 dan 5.594.

Sedangkan untuk target jangka pendek, area batas atas atau resistance kuat indeks diprediksi akan berada di kisaran level 6.286 serta 6.459.

Untuk perdagangan hari ini, beberapa saham direkomendasikan masuk radar transaksi lewat strategi buy on weakness, seperti PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA), PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA).

MNC Sekuritas turut menjabarkan saham produsen rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) masuk dalam radar acuan pasar dengan rekomendasi trading buy pascamembukukan lonjakan volume pembelian yang masif.

Di sisi lain, pasar modal domestik dilaporkan mulai memperlihatkan tanda pemulihan pascadidera gelombang aksi lepas portofolio atau sell-off paling parah dalam kurun 18 tahun terakhir sejak prahara krisis keuangan global 2008.

Analis PT Indo Premier Sekuritas Axel Azriel memaparkan jika IHSG sukses melonjak kembali 16,4 persen dalam sepekan terakhir, usai sempat terperosok hingga 38,2 persen sepanjang tahun berjalan ini.

Kemerosotan indeks sebelum fase rebound tersebut dilaporkan telah melampaui kedalaman koreksi pada masa pandemi Covid-19 yang tercatat sebesar 37 persen, sekaligus menjadi salah satu tekanan pasar terdalam dalam hampir dua dekade.

Kendati demikian, pihak Indo Premier Sekuritas memberikan peringatan bahwa momentum kebangkitan sesaat ini belum dapat menjadi solusi permanen lantaran tata kelola anggaran negara saat ini menghadapi tantangan yang sangat ketat.

“Ini sebuah napas buatan, tetapi bukan obat mujarab. Kami menilai target defisit fiskal saat ini yang sebesar 2,7% sama sekali tidak menyisakan ruang bagi adanya kesalahan,” ucap Axel dalam riset terbarunya.

Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, IHSG tercatat berbalik arah dan mengalami pelemahan sebesar 1,25 persen menuju level 6.099,92.

Rincian pergerakan pasar menunjukkan sebanyak 200 saham terpantau bergerak menguat, 476 saham bergerak melemah, dan sebanyak 135 saham diperdagangkan jalan di tempat pada siang ini.

Sementara pada pembukaan perdagangan pagi pukul 09.00 WIB mengacu data IDX Mobile, IHSG sebenarnya sempat dibuka menguat 0,13 persen atau naik 7,80 poin ke level 6.184,94.

Pasar memulai transaksi awal sesi dengan volume perdagangan mencapai 615,7 juta lembar saham dengan akumulasi nilai perputaran uang menyentuh Rp613 miliar.

Pada awal pembukaan tersebut, tercatat ada sebanyak 277 saham yang dibuka menguat, 175 saham dibuka melemah, dan total 507 saham lainnya masih belum bergerak dari posisi semula.

Terkini