Aswata Kantongi Laba Bersih Rp285,32 Miliar

Senin, 22 Juni 2026 | 21:31:31 WIB
Ilustrasi Aswata.

JAKARTA - PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) berhasil membukukan perolehan laba bersih setelah pajak senilai Rp285,32 miliar, yang merefleksikan pertumbuhan sebesar 18,8 persen secara tahunan (YoY) di sepanjang periode 2025.

Berdasarkan publikasi lembar laporan keuangan resmi di Harian Bisnis Indonesia pada perdagangan Senin (22/6/2026), torehan hasil dari pos jasa asuransi bersih emiten tercatat menyentuh angka Rp171,32 billion.

Apabila dibedah secara lebih mendalam, total pendapatan dari sektor jasa asuransi perseroan berada di posisi Rp2,59 triliun, berbanding dengan nilai beban jasa asuransi yang dikeluarkan sebesar Rp1,71 triliun.

Sementara itu, untuk pos pengeluaran yang bersumber dari ikatan kontrak reasuransi milik korporasi dilaporkan mencapai nilai Rp701,30 miliar pada periode yang sama.

Di sudut lain, gabungan hasil pos asuransi serta investasi bersih yang dikantongi oleh pihak Aswata sepanjang 2025 tercatat berada di angka Rp190,28 miliar, atau menanjak 17,68 persen YoY dari capaian sebelumnya Rp161,69 miliar.

Adapun untuk perolehan angka laba komprehensif emiten asuransi umum ini dilaporkan mengalami lonjakan yang sangat masif hingga 101,37 persen YoY menjadi Rp314,93 miliar.

Membahas peta neraca posisi keuangan perusahaan, total akumulasi nilai aset yang dikelola oleh manajemen Aswata hingga akhir 2025 berhasil menyentuh angka Rp4,35 triliun.

Kontributor aset terbesar bersumber dari instrumen investasi yang mencapai Rp1,75 triliun, disusul aset dari kontrak reasuransi senilai Rp1,49 triliun, serta cadangan kas dan setara kas sebesar Rp607,83 miliar.

Dari sisi kewajiban finansial serta modal, komponen paling dominan diduduki oleh liabilitas kontrak asuransi yang menyentuh angka Rp2,39 triliun.

Selanjutnya, terdapat akumulasi raihan laba ditahan perusahaan yang bertengger di posisi Rp1,21 triliun, serta pos liabilitas lainnya yang berada pada angka Rp306,87 miliar.

Melalui rincian perhitungan tersebut, akumulasi total dari nilai liabilitas dan ekuitas yang dimiliki oleh perseroan tercatat seimbang pada angka Rp4,35 triliun.

Melangkah ke indikator kesehatan keuangan, tingkat rasio pencapaian dalam pemenuhan tingkat solvabilitas atau RBC milik Aswata pada periode 2025 sukses menguat ke posisi 388,07 persen.

Performa rasio kecukupan modal tersebut memperlihatkan tren peningkatan yang positif jika dibandingkan dengan raihan pada tahun buku 2024 yang tercatat bertengger di level 346,63 persen.

Sebagai data kepemilikan saham, struktur modal Aswata digenggam 73,41 persen oleh PT Pakarti Yoga, 25,00 persen oleh Rudy Wanandi, dan 0,16 persen oleh PT Trimulia Sarana Pratama.

Sedangkan sisa porsi kepemilikan saham lainnya diisi oleh Koperasi Simpan Pinjam Karyawan Aswata sebesar 0,40 persen, serta Koperasi Konsumen Pegawai Karya Bersama Setjen Kementan senilai 0,13 persen.

Terkini