Pasca JPO JIS Diresmikan Pihak Ancol Kaji Aturan Tarif Khusus

Selasa, 23 Juni 2026 | 20:40:31 WIB
Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

JAKARTA - Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis menyatakan bahwa korporasinya sedang menelaah sistem baru berupa tarif spesial pada wilayah spesifik menyusul selesainya jembatan penyeberangan orang (JPO) yang mempertemukan area Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol.

“Untuk tarifnya, saat ini kami sedang melakukan suatu review untuk bagian-bagian Ancol yang mungkin kita tidak melakukan tarif kepada orang, tapi ada special zone di mana itu nanti akan dilakukan pemberlakuan untuk parkir saja. Orang-orangnya sudah nggak dikenai lagi untuk masuk ke sana,” jelas Syahmudrian di Stasiun JIS, Senin (22/6).

Walakin, ia mengimbuhkan bahwa para pelancong ke depannya bakal tetap dikenakan biaya tiket regular yang sudah berlaku untuk menyeberang masuk ke dalam area wahana hiburan.

Syahmudrian menegaskan draf regulasi itu masih dimatangkan secara internal, di mana saat ini pihaknya masih memberlakukan tarif merata bagi setiap unit kendaraan roda empat.

“Tapi untuk momen-momen tertentu, kita akan menerapkan special rate, yaitu seperti hari ini, kita bebaskan semua pengunjung yang akan datang ke Ancol. Demikian juga tanggal 27 dan 28,” ungkap Syahmudrian.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara resmi telah membuka operasional Stasiun KRL JIS beserta sarana JPO interkoneksi JIS menuju Ancol.

Pramono mengutarakan kegembiraannya atas rampungnya pembangunan stasiun dan jembatan penyeberangan tersebut, yang ia nilai sebagai perwujudan dari salah satu cita-cita besarnya untuk memajukan fasilitas ibu kota.

Ia menaruh harapan besar agar beroperasinya Stasiun KRL JIS serta fasilitas JPO penghubung tersebut sanggup menjadi solusi jitu memecahkan problem moda transportasi massal di wilayah lingkar stadion.

Pramono juga memproyeksikan integrasi armada KRL serta Transjabodetabek di lingkungan makro itu dapat mengurai kepadatan arus kendaraan bermotor di sepanjang koridor luar JIS dan kawasan wisata Ancol.

Bahkan, ia menyebutkan bahwa masyarakat yang telanjur berkendara roda empat bisa menaruh mobil mereka di kantong parkir Ancol, lalu melangkah kaki ke JIS melewati lintasan JPO pemersatu kedua tempat.

“Ini akan mengurangi banyak traffic lalu lintas yang selama ini menjadi persoalan kalau ada kegiatan konser maupun pertandingan sepak bola,” ungkap Pramono.

Terkini