Fitur AI Samsung Andal Deteksi Penyakit Hewan Peliharaan Lewat Foto

Selasa, 23 Juni 2026 | 00:03:31 WIB
Fitur AI Samsung.

JAKARTA - Terobosan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini kian masif merambah ke dalam ruang lingkup aktivitas domestik masyarakat modern.

Usai dioptimalkan untuk mengecek kualitas tidur hingga mengontrol ekosistem rumah pintar, kini AI diaplikasikan demi mempermudah perawatan satwa peliharaan.

Raksasa teknologi Samsung menjadi salah satu korporasi yang menginisiasi pemanfaatan sistem pintar ini ke dalam ranah pemeliharaan anjing serta kucing.

Melalui perhelatan VivaTech 2026 di Paris, Samsung memamerkan fitur kesehatan hewan yang sanggup mengendus indikasi penyakit hanya bermodalkan unggahan foto.

Pemilik cukup membidikkan kamera gawai Galaxy tanpa perlu membeli peranti penunjang lain seperti kalung pintar atau kamera pemantau khusus.

Fitur medis ini dirancang lewat kemitraan strategis dengan Lifet, sebuah perusahaan rintisan binaan program inkubasi eksternal milik Samsung.

Mekanisme kerjanya tergolong simpel karena pemilik hanya perlu memotret area tubuh kucing atau anjing kesayangan mereka memakai HP Galaxy.

Sistem AI selanjutnya bakal meneliti gambar guna mendeteksi gejala gangguan klinis layaknya katarak, penyakit gigi, hingga dislokasi tempurung lutut.

Pihak Lifet mengklaim bahwa keandalan sistem pemindaian digital ini memiliki tingkat akurasi data yang menyentuh angka 97 persen.

Teknologi ini dipamerkan sebagai bagian integral dari ekosistem SmartThings melalui sub-layanan inovatif bertajuk Pet Care.

Kendati sudah dipaparkan ke hadapan publik, Samsung belum merilis lini gawai Galaxy apa saja yang kompatibel dengan fitur ini.

Informasi mengenai jadwal peluncuran perdana serta target wilayah pasar yang akan dituju juga masih disimpan rapat oleh pihak manajemen.

Langkah ini dinilai ekonomis lantaran pasar alat pemantau kesehatan satwa sejauh ini didominasi produk fisik yang menuntut biaya langganan.

Samsung menghadirkan opsi yang lebih ramah kantong dengan memaksimalkan fungsi utilitas smartphone yang telah dipegang oleh konsumen sehari-hari.

Namun demikian, Samsung memberikan catatan tegas bahwa hasil pembacaan AI tersebut tidak bisa menggantikan legitimasi vonis dari dokter hewan.

Rekomendasi data dari kecerdasan buatan ini murni berlaku sebagai instrumen deteksi dini guna meminimalkan risiko keparahan penyakit pada anabul.

Terkini