Warga Pamekasan Keluhkan Kenaikan Signifikan Harga Telur Ayam

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40:32 WIB
Ilustrasi Harga telur ayam di Kabupaten Pamekasan.

JAKARTA - Lonjakan nilai jual yang cukup signifikan melanda komoditas telur ayam di wilayah Kabupaten Pamekasan dalam kurun waktu beberapa hari belakangan ini.

Bahan pangan yang semula dapat ditebus pada kisaran Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram, saat ini terpantau sudah menyentuh angka Rp28.000 per kilogram di tingkat pedagang eceran.

Kondisi meroketnya harga ini otomatis memicu keluhan dari lapisan warga setempat mengingat telur selama ini diandalkan sebagai menu lauk alternatif yang ramah di kantong.

Seorang konsumen asal Kelurahan Kangenan, Mutmainnah, mengutarakan rasa terkejutnya sewaktu bertransaksi membeli pasokan telur di pasar tradisional pada Rabu.

"Saya kaget saya beli telur tadi. Per kilonya sudah Rp 28.000," katanya.

Berdasarkan penuturan Mutmainnah, pergerakan nilai jual telur sebelumnya sempat merangkak naik ke posisi Rp26.000 per kilogram sebelum kembali melandai ke titik Rp25.000 per kilogram.

Akibat keterbatasan anggaran belanja yang ia kantongi saat itu, dirinya terpaksa mengurungkan niat untuk membawa pulang komoditas lauk tersebut sebanyak satu kilogram penuh.

"Saya hanya bawa uang Rp 25.000, ternyata naik. Ya terpaksa beli seperempat kilo saja," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa untuk ukuran satu kilogram telur saat ini rata-rata hanya didominasi oleh isi sekitar 16 butir saja akibat ukurannya yang cenderung lebih besar dari biasanya.

Kuantitas jumlah butiran tersebut terhitung lebih sedikit jika dikomparasikan dengan pasokan sebelumnya yang dalam satu kilogram bisa mendatangkan hingga 20 butir telur.

Mutmainnah menganggap fluktuasi ini kian memperberat pengeluaran rumah tangga di tengah rentetan kenaikan harga pada pos komoditas pangan pokok lainnya.

Ragam kebutuhan dapur mulai dari stok beras, bumbu masakan, sayur-mayur, tangkapan ikan laut, hingga daging segar diakuinya juga kompak merangkak naik belakangan ini.

"Telur ini lauk alternatif disaat semuanya mahal. Ternyata sekarang semakin naik juga harganya," ujarnya.

Merespons fenomena pasar tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, Nahrul, menyatakan jajarannya tengah terjun melakukan pengawasan.

"Untuk harga hari ini masih kroscek ke pasar," katanya.

Nahrul menduga bahwa nominal Rp28.000 per kilogram tersebut merupakan banderol yang sengaja dipasang oleh para pedagang kecil di tingkat hilir atau pengecer resmi.

Sebab, mengacu pada basis data mutakhir milik Disperindag, grafik harga pada rantai pasok agen distributor utama sejatinya masih bertahan di angka Rp24.500 per kilogram.

Pihak dinas berkomitmen penuh untuk terus mengawal pergerakan angka riil di lapangan guna memetakan akar masalah yang memicu lonjakan harga di tangan konsumen.

Terkini