Lima Gerakan Sederhana Latihan Otot Inti ala Bintang Hollywood

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:31:31 WIB
Jennifer Aniston.

JAKARTA - Penampilan fisik yang senantiasa prima dan berenergi pada usia 57 tahun menjadikan banyak kalangan merasa penasaran terhadap protokol olahraga harian Jennifer Aniston.

Merespons rasa ingin tahu publik, instruktur olahraga pribadinya kini bersedia membeberkan salah satu program olah tubuh yang konsisten disarankan untuk menguatkan area core.

Berdasarkan laporan Women's Health, pelatih kebugaran bernama Dani Coleman menjabarkan metode pengencangan otot perut berdurasi 10 menit yang ramah ruang karena hanya memerlukan matras dan bola mini.

Latihan terfokus ini dikembangkan guna menyasar fungsionalitas beragam otot inti, mencakup rectus abdominis hingga transverse abdominis yang berperan penting layaknya pelindung tubuh alami.

"Ini adalah gerakan reset untuk hari Senin. Jika Anda merasa kurang termotivasi, temui saya di atas matras dan coba latihan core cepat 10 menit ini menggunakan bola olahraga kecil," kata Coleman.

Jennifer Aniston sendiri diketahui telah mengadopsi konsep kebugaran terpadu Pvolve sepanjang 5 tahun belakangan demi mendongkrak ketahanan fisik serta kelenturan pergerakan sendi.

Menurut pemaparan Coleman, bintang serial televisi papan atas tersebut menyerahkan sepenuhnya regulasi dan pengawasan program latihan harian kepada dirinya.

"Jennifer mempercayai saya untuk membimbingnya menjalani latihan," ujar Coleman.

Coleman memberikan saran agar setiap sesi gerakan diaplikasikan dalam ritme 12 hingga 15 kali pengulangan pada setiap set olahraga yang berjalan.

Sediakan jeda waktu rehat selama 45 hingga 60 detik di sela perpindahan variasi, lalu jalankan kembali seluruh rangkaian latihan hingga mencapai dua atau tiga putaran penuh.

Rangkaian pertama bertajuk superman dengan perpindahan bola, yang diaplikasikan lewat gestur menelungkup sembari sedikit mengangkat bagian tangan serta kaki dari permukaan lantai matras.

Aparatus bola dicengkeram oleh satu tangan, lalu diserahterimakan menuju sisi tangan seberangnya melewati area belakang pinggul saat bagian dada diposisikan membusung ke atas.

Variasi kedua berupa ketukan tumit bergantian, di mana bola mini diselipkan tepat pada area bawah pinggul sementara sepasang kaki diangkat menekuk membentuk sudut siku-siku.

Berikutnya, satu kaki digerakkan turun secara perlahan sampai bagian tumit menyentuh matras, kemudian dilakukan bersilangan dengan kaki di sisi sebelahnya secara konstan.

Fase ketiga dinamakan crunch, yang dieksekusi melalui posisi telentang di mana bantalan bola ditaruh tepat menyangga area tengah tulang punggung manusia.

Kedua telapak kaki menapak kokoh sejajar lebar panggul, sementara jemari tangan bertumpu ringan di belakang telinga untuk membantu menyetabilkan posisi leher.

Skema olahraga keempat bertumpu pada bicycle crunch searah, yang memadukan rotasi dinamis torso tubuh dengan gerakan tungkai kaki layaknya mengayuh sepeda kayuh.

Posisi awal diawali dengan posisi berbaring telentang sembari mendekap erat instrumen bola tepat di depan bidang dada horizontal.

Selanjutnya, satu lutut ditarik merapat ke dada, bersamaan dengan tubuh yang diputar hingga bagian siku lengan pada sisi yang sama bergerak mendekati area tempurung lutut.

Gerakan penutup berupa mountain climbers, yang dipraktikkan dengan postur plank tinggi di mana kedua telapak tangan bertumpu penuh di atas permukaan bola.

Postur tubuh wajib dipastikan membentuk satu garis lurus simetris dari ujung kepala hingga tumit kaki, dilanjutkan dengan menarik lutut menuju dada bergantian.

Fokus utama dari aktivitas fisik yang dipopulerkan oleh Coleman ini adalah mengoptimalkan kekuatan poros tengah tubuh yang krusial untuk menunjang aktivitas harian.

Rangkaian porsi olahraga ini juga tergolong ekonomis karena tidak menyita banyak peralatan rumit, sehingga sangat ideal untuk dipraktikkan secara mandiri di dalam rumah.

Terkini