Menteri Wihaji Minta Menu Makan Bergizi Gratis Sesuai Usia Balita

Jumat, 26 Juni 2026 | 20:33:32 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengimbau agar penyusunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita di tempat penitipan anak

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengimbau agar penyusunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita di tempat penitipan anak disesuaikan dengan umur dan kebutuhan nutrisi mereka.

"Saya meminta kalau bisa menunya itu perlu disesuaikan dengan usia balita agar mudah dikonsumsi. Jika menu kurang sesuai, pengelola Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau daycare bisa berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," kata Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam kunjungannya ke Taman Asuh Adiku Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat.

Wihaji menjelaskan bahwa pihak kementerian telah menjalin kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah ini dilakukan agar setiap daycare yang masuk dalam area operasional SPPG bisa memperoleh pasokan MBG yang menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

"Fokus kami kini sedang diarahkan pada peningkatan kualitas layanan MBG, termasuk kualitas menu," ujar Mendukbangga Wihaji.

Di sela kunjungan ke Taman Asuh Adiku, Menteri Wihaji mengapresiasi langkah PT Yogya Tembakau Indonesia (YTI) yang mengelola tempat penitipan anak secara profesional.

Fasilitas tersebut dinilai memadai karena didukung oleh pengasuh bersertifikat serta pemeriksaan rutin dari dokter anak sebulan sekali.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada PT YTI atas komitmennya menyediakan daycare. Lokasi daycare ini sudah dibuat terpisah dari area pabrik demi keamanan anak agar tidak terpapar bahan-bahan kimia dan lain sebagainya. Anak-anak yang dititipkan ini merupakan anak karyawan YTI yang rata-rata adalah perempuan," ucap Mendukbangga Wihaji.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT YTI Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono memaparkan bahwa penyediaan daycare di area korporasi ini bertujuan untuk meringankan beban para pekerja yang memiliki anak usia dini.

"Taman Asuh Adiku merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan kerja yang ramah keluarga dan ramah anak. Program ini tidak hanya menjadi fasilitas pendukung bagi para pekerja, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan kerja yang ramah keluarga dan anak," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap tumbuh kembang anak dan kesejahteraan para pegawainya.

"Keberadaan Taman Asuh Adiku ini juga mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan. Ketika kebutuhan keluarga mendapatkan perhatian, maka semangat kerja, loyalitas, dan produktivitas karyawan akan semakin meningkat," tutur Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono.

Terkini