Kebijakan Insentif Kendaraan Listrik Masih Tahap Evaluasi Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 20:08:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa regulasi terkait insentif untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) masih berada dalam proses peninjauan ulang seiring langkah pemerintah dalam mematangkan agenda mobil nasional.

Airlangga menerangkan bahwa pihak eksekutif belum bisa memberikan kepastian apakah stimulus untuk kendaraan ramah lingkungan tersebut bakal mulai berjalan pada Agustus 2026 sebagaimana wacana yang sempat beredar sebelumnya.

"Nanti masih dievaluasi, terutama kami sedang mempersiapkan mobil nasional," ujar Airlangga saat ditemui di Gedung Smesco, Jakarta, Senin.

Penjelasan tersebut dipaparkan oleh Airlangga demi menjawab pertanyaan awak media mengenai kejelasan tanggal pemberlakuan insentif EV sekaligus latar belakang di balik belum berjalannya ketetapan hukum itu.

Walau begitu, Airlangga memilih untuk tidak menjabarkan secara lebih mendalam perihal butir pertimbangan utama pemerintah yang mendasari penundaan penerapan insentif bagi kendaraan listrik tersebut.

Pihak pemerintah saat ini memang sedang menggodok skema pemberian subsidi guna mendongkrak angka penjualan kendaraan listrik sekaligus mengokohkan fondasi ekosistem industri EV di pasar domestik.

Kendati demikian, sampai dengan detik ini jajaran menteri terkait belum menyiarkan keputusan akhir mengenai format resmi maupun linimasa pasti dari pelaksanaan kebijakan insentif dimaksud.

Mengacu pada data milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tingkat penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal pertama tahun 2026 sudah menyentuh angka 33.150 unit, atau melonjak sebesar 95,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, jumlah populasi untuk sepeda motor listrik hingga bulan Februari 2026 tercatat sudah menembus angka 236.451 unit, atau mengisi porsi berkisar 65 persen dari keseluruhan total populasi kendaraan setrum nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Mei 2026 sempat membocorkan bahwa pemerintah tengah merancang insentif kendaraan listrik yang dibidik menyasar masing-masing 100 ribu unit mobil listrik serta 100 ribu unit motor listrik di tahun ini.

Mengenai unit sepeda motor listrik, Purbaya memproyeksikan besaran nilai subsidi akan berada di angka Rp5 juta per unit, sedangkan untuk nominal potongan harga bagi mobil listrik sampai sekarang belum diumumkan.

Terkini