Wamentrans Lepas Ekspor 16 Ton Rajungan Hasil Transmigran ke AS

Senin, 29 Juni 2026 | 20:14:01 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi.

JAKARTA - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melepas pengiriman ekspor komoditas rajungan sebanyak 16 ton hasil produksi warga transmigran dari berbagai daerah di Indonesia dengan target tujuan Amerika Serikat (AS). Agenda ini menjadi stimulan untuk menggenjot produk andalan area transmigrasi agar sanggup menembus pasar internasional.

Viva Yoga menjabarkan bahwa komoditas rajungan yang dikirim bersumber dari sekian zona transmigrasi seperti Sorong di Papua, Pasangkayu di Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, hingga area pantura Gresik dan Lamongan. Langkah besar ini terwujud berkat sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Gresik serta pihak swasta PT Aruna.

"Jadi kami ekspor ke Amerika Serikat, karena di kawasan transmigrasi sekarang ini bukan hanya menjadi petani, tapi juga ada yang menjadi pekebun, pekebun kopi, pekebun durian dan juga menjadi nelayan," kata Viva Yoga ditemui usai melepas ekspor komoditas tersebut di Gresik, Jawa Timur, Senin.

Menurut pandangannya, rajungan menyimpan nilai ekonomis yang tinggi jika disejajarkan dengan jenis hasil tangkapan laut lainnya. Oleh sebab itu, sektor ini berpeluang kuat dikembangkan sebagai komoditas unggulan baru di area transmigrasi di samping sektor pertanian, hortikultura, perkebunan kopi, serta durian.

Kementerian Transmigrasi mengonfirmasi bakal konsisten menjalankan program pembinaan, pemberdayaan, sekaligus menjalin kerja sama dengan bermacam rekanan strategis. Hal ini ditujukan agar proses hilirisasi serta industrialisasi hasil laut bisa berjalan optimal demi mendongkrak profit nelayan lokal.

Ia memberikan apresiasi terhadap peran perusahaan swasta yang sudah bertindak selaku penampung atau offtaker dari produk rajungan tangkapan para transmigran, yang rutin dikirim menuju Amerika Serikat sebanyak dua kali dalam sebulan. Pengiriman saat ini membawa sekitar 16 ton dengan taksiran nilai ekonomi per kontainer berkisar Rp14 miliar sampai Rp15 mIiar.

Ia memberikan kepastian bahwa seluruh pasokan rajungan yang diberangkatkan sudah lolos kualifikasi standar global melalui rangkaian pemrosesan yang disiplin sehingga mampu mengamankan pangsa pasar di Amerika Serikat untuk jangka panjang.

Menurut dia, aktivitas pengolahan komoditas rajungan tersebut sejauh ini masih mengandalkan sistem kerja padat karya karena memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi. Hal ini secara langsung ikut andil dalam membuka lapangan kerja baru serta mendatangkan benefit finansial bagi warga di Kabupaten Gresik.

Ia memandang serapan pasar untuk rajungan di Amerika Serikat masih sangat tinggi. Oleh karenanya, pihak kementerian siap mempererat kemitraan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna menggenjot produktivitas nelayan transmigrasi lewat sentuhan teknologi serta mutu SDM.

Ia menyambung bahwa aktivitas ekspor ini menghadirkan profit instan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Hal itu dikarenakan seluruh hasil tangkapan dibeli dengan patokan harga yang lebih menguntungkan lewat sistem industri, sehingga tingkat kesejahteraan nelayan transmigrasi terus membaik.

Pada tempat yang sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menaruh harapan besar agar volume ekspor rajungan ini terus melonjak dari yang semula satu kontainer bisa menjadi lima kontainer sebagai bukti nyata penguatan daya saing sektor kelautan daerah.

Bupati menyampaikan capaian menembus pasar niaga Amerika Serikat mengindikasikan bahwa produk lokal asal Gresik, Lamongan, Tuban, hingga area transmigrasi Indonesia bagian timur menyimpan potensi ekspor yang teramat raksasa.

Menurut dia, letak geografis Kabupaten Gresik yang strategis mempermudah rantai pasok bahan baku rajungan baik dari kawasan pantai utara maupun dari area transmigrasi Indonesia timur, sehingga keberlanjutan proses produksi tetap aman terjaga.

Ia menguraikan bahwa industri pengolahan produk rajungan ini merupakan sektor padat karya yang bertumpu pada keahlian tangan para pekerja, di mana mayoritas digerakkan oleh kaum perempuan berumur di atas 40 tahun untuk mengejar standar kualitas ekspor.

Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan kepastian siap menyokong program pelatihan vokasi yang dibekali sertifikat resmi bagi para buruh industri pengolahan rajungan, sehingga agenda peningkatan kompetensi sumber daya manusia tersebut menjadi andil tanggung jawab pemerintah daerah.

Terkini