Telkomsel, Indosat, XLSMART Berebut Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz

Selasa, 07 Juli 2026 | 01:09:22 WIB
Posisi Pelanggan Operator Seluler Jelang Lelang Frekuensi Baru [FOTO: NET].

JAKARTA — Jajaran operator telekomunikasi papan atas, yakni PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT Indosat Tbk. (ISAT), bersama PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) dilaporkan tengah bersaing ketat untuk memenangkan alokasi tambahan spektrum frekuensi baru pada pita 700 MHz serta 2,6 GHz hari ini. 

Langkah ekspansi alokasi frekuensi tersebut diproyeksikan bakal memberikan imbas langsung pada tingkat kualitas fasilitas layanan yang disuguhkan ke hadapan para pengguna jasa. Lantas, bagaimanakah peta kedudukan basis data pelanggan dari ketiga korporasi seluler tersebut pada saat sekarang ini?

Bila ditarik ke belakang, dinamika industri seluler di tanah air sepanjang kurun waktu triwulan pertama (Q1) dari rentang tahun 2024 hingga periode 2026 memperlihatkan adanya indikasi grafik yang stagnan alias jenuh.

 Atensi utama dari para penyedia jasa telekomunikasi saat ini terpantau telah bergeser, tidak lagi sekadar mengejar kuantitas peredaran kartu SIM, melainkan berfokus memacu kualitas pengguna aktif demi mendongkrak capaian Average Revenue Per User (ARPU). 

Di samping itu, konfigurasi kompetisi di pasar domestik juga mengalami transformasi besar pasca-rampungnya langkah korporasi penggabungan usaha antara XL Axiata dengan Smartfren yang melahirkan entitas anyar bernama XLSMART pada tahun 2025 yang lalu.

Di bawah ini merupakan rangkuman data komparasi volume pengguna dari tiga emiten operator seluler raksasa di Indonesia untuk kuartal I pada tahun 2024, 2025, serta 2026:

Telkomsel: Kuasai Pasar di Tengah Saturasi

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) terpantau masih sangat kokoh dalam mengamankan tampuk posisinya selaku penguasa pangsa pasar seluler nomor satu di Indonesia, kendati korporasi mesti mengonfirmasi adanya tren penurunan basis data pengguna yang masih berlanjut. Pada kurun waktu kuartal I/2024, anak perusahaan di bawah naungan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) ini tercatat mengantongi jumlah 159,9 juta pelanggan.

Melangkah ke periode kuartal I/2025, perolehan angka terkait menyusut menuju kisaran 158,8 juta pengguna aktif, sebelum akhirnya bertengger pada posisi 153,67 juta pelanggan di kuartal I/2026.

 Munculnya grafik penurunan ini dipicu oleh titik jenuh yang tengah melanda sektor industri telekomunikasi. Pihak manajemen secara sadar mengambil langkah untuk melepas kategori pelanggan yang memiliki tingkat profitabilitas rendah demi memprioritaskan pertumbuhan pendapatan rata-rata dari tiap pengguna (Average Revenue Per User/ARPU).

Indosat (ISAT): Rasionalisasi dan Pembersihan Kartu Pasif

Kondisi yang serupa juga musti dilewati oleh PT Indosat Tbk. (ISAT). Usai sempat menikmati grafik pertumbuhan di level 2,3% secara tahunan hingga sanggup menyentuh 100,8 juta pelanggan pada kuartal I/2024 berkat efisiensi pasca-aksi merger bersama Tri, emiten operator ini mulai memasuki fase penurunan volume.

Pada rentang kuartal I/2025, jumlah pelanggan Indosat dilaporkan merosot ke posisi 95,0 juta pengguna sebagai dampak dari kebijakan pembersihan nomor kartu SIM yang tidak aktif serta imbas dari melemahnya daya beli makro ekonomi. 

Tren penyusutan ini terpantau masih berlanjut hingga periode kuartal I/2026 ke level 94,0 juta pengguna. Secara akumulatif, Indosat telah kehilangan sekitar 6,8 juta pengguna sejak tahun 2024 demi mengejar rasionalisasi mutu jaringan serta pendongkrakan profitabilitas dari sektor komersial.

XLSMART: Efek Aksi Merger

Grafik pertumbuhan yang terbilang paling agresif dipertontonkan oleh entitas hasil konsolidasi baru, yakni XLSMART. Pada kuartal I/2024, XL Axiata membukukan 57,6 juta pelanggan berkualitas tinggi dengan fokus awal diarahkan pada eksekusi strategi layanan konvergensi (Fixed Mobile Convergence/FMC).

 Volume angka tersebut kemudian merangkak naik secara organik menjadi 58,8 juta pelanggan pada periode kuartal I/2025.

Lompatan secara drastis baru terjadi pada kuartal I/2026 selepas XL Axiata secara resmi menuntaskan proses konsolidasi akbarnya bersama Smartfren, yang kemudian melahirkan nama entitas baru XLSMART. Akumulasi basis data pelanggan hasil penggabungan ini melesat tajam menuju angka 67,40 juta pelanggan.

 Aksi korporasi berskala masif ini dinilai sukses mengamankan porsi ceruk pasar yang besar, sekaligus memimpin akselerasi perluasan infrastruktur pendukung dengan kepemilikan jumlah jaringan BTS 5G terbanyak di tanah air untuk saat ini.

Terkini