Alasan Ilmiah Mengapa Cokelat Mengandung Kafein serta Efek bagi Tubuh

Selasa, 07 Juli 2026 | 05:48:31 WIB
Cokelat.

JAKARTA - Kudapan cokelat selama ini sangat identik dengan jenis makanan ringan bercita rasa manis yang pas dinikmati kapan saja, bahkan ketika malam hari menjelang tidur. Kendati demikian, belum banyak orang yang menyadari secara penuh bahwa camilan favorit ini rupanya turut menyimpan kandungan zat kafein di dalamnya.

Secara umum, kudapan ini diproduksi dari bahan dasar biji kakao, yang secara alami memang membawa dua jenis zat stimulan aktif berupa kafein serta teobromin.

Melansir informasi dari National Institutes of Health, kombinasi kedua senyawa stimulan tersebut memiliki fungsi utama untuk memicu kinerja sistem saraf pada tubuh manusia. Hanya saja, efek stimulan yang dihasilkan oleh zat teobromin dinilai cenderung lebih halus dan tidak sekuat efek dari zat kafein.

Adanya perpaduan unsur stimulan ini juga ditengarai menjadi penyebab mengapa tubuh seseorang bisa mendadak merasa lebih bugar atau berenergi setelah mengonsumsi produk cokelat.

Walau begitu, besaran takaran kafein yang terkandung di dalam sebatang cokelat dinilai tidak akan pernah sebanyak takaran yang biasa ditemukan pada segelas kopi hitam. Merujuk laporan dari jurnal LactMed pada basis data NCBI, setiap jenis olahan cokelat yang menggunakan padatan kakao dipastikan memiliki zat kafein dengan takaran tertentu.

Tingkat kepekatan atau persentase dari jumlah kandungan kakao pada produk tersebut nantinya akan ikut memengaruhi seberapa tinggi kadar kafein yang tersimpan.

Kondisi sebaliknya justru berlaku bagi jenis cokelat putih yang dilaporkan hampir sama sekali tidak memiliki unsur kafein di dalam komposisinya. Hal tersebut dapat terjadi karena produk cokelat putih diolah dengan memanfaatkan mentega kakao, bukan dari sediaan padatan kakao yang menjadi sumber utama penghasil kafein.

Perbedaan dari jumlah takaran kafein ini pun akan terlihat sangat mencolok ketika dilakukan perbandingan langsung pada setiap varian produk cokelat yang ada.

Berdasarkan rilis data United States Department of Agriculture (USDA), dalam sekitar 28 gram cokelat hitam murni terdapat kandungan kafein berkisar antara 12 hingga 24 miligram. Di lain sisi, untuk produk cokelat susu dengan takaran saji seberat 43 gram dilaporkan hanya membawa zat kafein sebanyak 9 miligram saja.

Sebagai bahan pembanding, satu cangkir kopi seduh standar umumnya menyimpan 80 sampai 100 miligram kafein, yang membuktikan bahwa kadar kafein cokelat relatif jauh lebih rendah.

Kendati takarannya tergolong kecil, efek kafein dari camilan ini masih berpotensi memengaruhi kondisi sebagian orang, terutama bagi individu yang tingkat sensitivitasnya tinggi. Efek tersebut juga rentan dirasakan apabila seseorang nekat melahap produk cokelat dalam porsi yang terlampau banyak sesaat sebelum mereka pergi tidur.

Oleh karena itu, bagi Anda yang kerap didera masalah sulit tidur akibat asupan stimulan, sangat penting untuk lebih jeli dalam mencermati jenis serta porsi cokelat yang dikonsumsi.

Terkini