JAKARTA - Rumor mengenai kehadiran jajaran ponsel lipat terbaru besutan Samsung semakin gencar beredar luas di dunia maya. Kabar paling gres yang mencuat ke permukaan saat ini adalah mengenai estimasi patokan harga perangkat tersebut di negara asalnya, Korea Selatan.
Berdasarkan laporan media lokal Bloter, raksasa teknologi tersebut disinyalir bakal mendongkrak harga lini gawai lipat anyar mereka. Model yang terpengaruh mencakup Galaxy Z Fold 8 (Wide), Galaxy Z Fold 8 Ultra, serta Galaxy Z Flip 8.
Ketiga varian perangkat premium ini diperkirakan akan dipasarkan dengan selisih harga sekitar 200.000 won atau berkisar Rp2,3 juta lebih tinggi dibandingkan generasi terdahulu.
Laporan tersebut merinci bahwa varian standar Galaxy Z Fold 8 diprediksi akan dijual mulai dari 2.278.000 won atau setara Rp26,8 juta. Di samping itu, kasta tertingginya yaitu Galaxy Z Fold 8 Ultra dirumorkan membawa label harga awal senilai 2.577.000 won atau berkisar Rp30,4 juta.
Untuk model kulit kerang atau clamshell, unit Galaxy Z Flip 8 kabarnya akan dilepas ke pasar mulai dari harga 1.683.000 won atau setara Rp19,8 juta.
Walau secara umum mengalami penyesuaian harga ke atas, tipe Galaxy Z Fold 8 reguler dengan dimensi bodi baru yang lebih lebar ini justru dilaporkan sedikit lebih murah. Saat nanti dirilis di Korea Selatan, harga awalnya diperkirakan berada di angka 101.300 won atau sekitar Rp1,2 juta lebih rendah daripada pendahulunya.
Sebaliknya, seri Galaxy Z Fold 8 Ultra yang memegang takhta suksesor langsung justru akan mengalami lonjakan sekitar 197.700 won atau setara Rp2,3 juta.
Kondisi serupa menimpa tipe Galaxy Z Flip 8 yang disebut bakal meluncur dengan banderol lebih mahal 198.000 won atau berkisar Rp2,3 juta. Secara ringkas, berikut adalah rincian estimasi nilai jual lini ponsel lipat tersebut di kampung halamannya:
Galaxy Z Fold 8: mulai 2.278.000 won (kisaran Rp26,8 juta)
Galaxy Z Fold 8 Ultra: mulai 2.577.000 won (kisaran Rp30,4 juta)
Galaxy Z Flip 8: mulai 1.683.000 won (kisaran Rp19,8 juta)
Kenaikan harga ini ditengarai kuat akibat imbas dari membumbungnya nilai tebus komponen esensial gawai, khususnya pada sektor suku cadang chip memori DRAM dan NAND Flash.
Dalam kurun waktu setahun belakangan, ongkos produksi untuk kedua jenis suku cadang memori tersebut dilaporkan telah melonjak hingga beberapa kali lipat. Gambaran kasarnya, porsi biaya memori pada unit ponsel seharga 800 dollar AS melesat dari 14 persen pada awal 2025 menjadi 40 persen di paruh ketiga 2026.
Konsekuensinya, para produsen gawai pintar diklaim tidak memiliki banyak alternatif lain selain membebankan penambahan ongkos produksi ini langsung kepada para pembeli.
Sebelumnya, rumor mengenai rincian harga untuk pasar kawasan Eropa juga sudah sempat bocor, di mana seri Galaxy Z Fold 8 Ultra dirumorkan meluncur mulai dari 2.199 euro. Nilai tersebut setara dengan Rp45,25 juta atau mengindikasikan adanya kenaikan sebesar 100 euro dari seri pendahulunya.
Sementara itu, varian Galaxy Z Fold 8 Wide diperkirakan mengudara mulai 1.999 euro atau Rp41,14 juta, dan tipe Galaxy Z Flip 8 mulai 1.299 euro atau Rp26,73 juta.
Informasi ekosistem pendukung seperti lini jam tangan pintar untuk pangsa pasar Eropa juga ikut terkuak dengan rincian pelengkap sebagai berikut:
Galaxy Z Fold 8 Ultra 256 GB: 2.199 euro (sekitar Rp45,25 juta)
Galaxy Z Fold 8 Ultra 512 GB: 2.399 euro (sekitar Rp49,37 juta)
Galaxy Z Fold 8 Ultra 1 TB: 2.799 euro (sekitar Rp57,60 juta)
Galaxy Z Fold 8 (Wide) 256 GB: 1.999 euro (sekitar Rp41,14 juta)
Galaxy Z Fold 8 (Wide) 512 GB: 2.199 euro (sekitar Rp45,25 juta)
Galaxy Z Fold 8 (Wide) 1 TB: 2.599 euro (sekitar Rp53,48 juta)
Galaxy Z Flip 8 256 GB: 1.299 euro (sekitar Rp26,73 juta)
Galaxy Z Flip 8 512 GB: 1.499 euro (sekitar Rp30,85 juta)
Galaxy Watch Ultra 2 LTE: 749 euro (sekitar Rp15,41 juta)
Galaxy Watch 9 40 mm Bluetooth: 409 euro (sekitar Rp8,42 juta)
Galaxy Watch 9 40 mm LTE: 439 euro (sekitar Rp9,03 juta)
Galaxy Watch 9 44 mm Bluetooth: 459 euro (sekitar Rp9,45 juta)
Galaxy Watch 9 44 mm LTE: 489 euro (sekitar Rp10,06 juta)
Sebagai catatan pendukung, patokan harga komoditas elektronik di wilayah Eropa umumnya memang dipasang lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah negara lainnya.
Namun, bila rumor ini terbukti valid, hal ini menandakan kebijakan penyesuaian harga global akan diadopsi secara massal oleh Samsung di berbagai belahan dunia. Hingga detik ini, kepastian mengenai keakuratan data tersebut masih belum bisa dikonfirmasi lantaran pihak pabrikan masih menutup rapat informasi resminya.
Pihak Samsung diprediksi baru akan menyingkap rincian harga, spesifikasi, dan ketersediaan lini produk baru ini dalam ajang Galaxy Unpacked di London pada 22 Juli mendatang.