JAKARTA - Jalinan kemitraan antara Indonesia dan India tidak cuma kokoh lewat kerja sama di sektor ketahanan energi, melainkan juga melalui kemiripan aspek kebudayaan serta ekspansi teknologi satelit.
Hal tersebut diutarakan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani seusai menyambut kunjungan kenegaraan dari Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi di Kompleks Parlemen, Selasa (7/7/2026).
Ia memaparkan jalinan sejarah antara Indonesia dan India kini telah menginjak usia 75 tahun. Puan bahkan sempat mengulas kembali momen keakraban kedua negara pada masa kepemimpinan Presiden ke-1 Soekarno.
Bagi Puan, kolaborasi bersama India tersebut krusial untuk ditindaklanjuti secara bersama-sama agar dapat bergulir dalam durasi jangka panjang.
"Bahkan beliau juga menekankan penguatan hubungan Indonesia melalui sejumlah kesamaan budaya," ujarnya.
Puan mengimbuhkan, Modi sempat menyitir ujaran Soekarno yang menyatakan bahwa masyarakat Indonesia dan India dipersatukan oleh ikatan darah serta kebudayaan.
Keakraban yang mendalam dengan Indonesia memicu Modi berniat melangsungkan bermacam ragam kerja sama, yang salah satu di antaranya mencakup ranah perluasan satelit.
"Dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto juga sudah ditindaklanjuti, dan salah satunya adalah kerjasama dalam aplikasi satelit dan India disebut akan mendukung Indonesia dalam mengembangkan fasilitas peluncuran satelit tersebut," ucap Puan.
Sementara itu, dalam agenda kunjungan kenegaraan kali ini, Modi bakal ditemani oleh Presiden Prabowo Subianto untuk bertandang ke Candi Prambanan guna menginisiasi program pemeliharaan serta restorasi situs warisan dunia selaku bagian dari pengokohan kolaborasi kebudayaan antara Indonesia dan India.
"Dan hari ini sampai besok Presiden Prabowo Subianto akan mendampingi PM Modi sampai ke Prambanan bahkan untuk meluncurkan pelestarian and restorasi situs warisan dunia," jelas Puan.