Bidik Rp500 Miliar, Emiten NTBK Gelar Rights Issue untuk Ekspansi

Rabu, 08 Juli 2026 | 01:20:31 WIB
NTBK Rancang Rights Issue Rp500 Miliar untuk Ekspansi dan EV [FOTO: NET].

JAKARTA - Perusahaan publik yang bergerak di sektor industri manufaktur kendaraan untuk lini hulu dan hilir minyak bumi serta gas alam, PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK), tengah menyusun agenda untuk menghimpun suntikan dana segar mencapai Rp500 miliar lewat mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue

Seluruh perolehan dana dari aksi korporasi tersebut nantinya bakal difokuskan guna memperkokoh porsi permodalan entitas anak usaha, memacu ekspansi pada fasilitas manufaktur, mengompak bisnis kendaraan listrik (electric vehicle/EV), hingga melancarkan akuisisi terhadap perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan.

Jajaran manajemen NTBK menguraikan bahwa porsi alokasi dana terbesar dari hasil rights issue, yakni menyentuh 40% atau berkisar Rp200 miliar, bakal disuntikkan selaku modal tambahan bagi PT Pilar Pratama Dinamika, yang merupakan anak usaha perseroan di lini perdagangan alat berat berbarengan dengan suku cadang.

"Tambahan modal tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas operasional," jelas manajamen NTBK dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/7/2026).

Di samping itu, pihak perseroan mengalokasikan porsi sebesar 6% atau berkisar Rp30 miliar demi memajukan fasilitas assembling plant guna mengatrol kapasitas volume produksi berbarengan dengan kapabilitas manufaktur. 

Langkah penanaman modal ini diproyeksikan mampu mendongkrak efisiensi dalam operasional, memperkokoh lini rantai pasok, serta menjaring eskalasi permintaan pasar atas produk-produk yang ditelurkan oleh perseroan.

Emiten NTBK juga mempersiapkan dana dengan nominal Rp140 miIiar atau setara 28% untuk pengerjaan ekspansi fase kedua pada fasilitas assembling plant. Agenda pengembangan tersebut merangkum pembebasan lahan baru, pendirian infrastruktur fasilitas mutakhir demi mengerek kapasitas lini produksi, pengadaan mesin serta perangkat peralatan baru, hingga peningkatan sarana fasilitas penunjang. 

Pihak korporasi menakar tindakan tersebut bakal memicu produktivitas sekaligus memperkokoh posisi tawar bisnis di lingkungan industri manufaktur terkait.

Berikutnya, porsi sekitar 16% atau senilai Rp80 miliar dari perolehan dana rights issue bakal dialokasikan guna mempercepat akselerasi bisnis kendaraan listrik (EV), yang diwujudkan melalui pengadaan pos modal kerja, perluasan lini operasional, serta peningkatan kapasitas usaha. 

Sementara itu, sisa porsi sebesar 10% atau berkisar Rp50 miliar bakal dioptimalkan untuk memuluskan akuisisi korporasi yang berkecimpung di sektor jasa pertambangan. Strategi ini dieksekusi demi melebarkan portofolio bisnis grup perseroan sekaligus meraih peluang pertumbuhan di sektor industri pertambangan.

Di lingkup para pelaku pasar, entitas anak usaha NTBK santer dikabarkan telah merajut kemitraan strategis bersama investor global, yakni Magma Capital Resources Private Ltd. lewat perantara PT MCR Bangun Persada, untuk memajukan lini bisnis perdagangan komoditas mineral serta batu bara. 

Jalinan sinergi tersebut turut mencakup pemanfaatan armada truk listrik (electric vehicle/EV truck) kepunyaan NTBK sebagai moda transportasi pengangkutan dari wilayah tambang menuju area pelabuhan. Kolaborasi strategis ini digadang-gadang membuka peluang ekspansi pasar komoditas batu bara hingga menyentuh volume 500.000 metrik ton (MT) per bulannya.

Sekiranya seluruh rancangan tersebut berjalan selaras dengan target, perpaduan kucuran dana hasil rights issue senilai Rp500 miliar berbarengan dengan pundi-pundi pendapatan dari sektor perdagangan mineral serta batu bara ditaksir mampu menjadi instrumen pendanaan yang kuat bagi peta pengembangan bisnis grup ke depan.

Pengamat pasar modal Abdurrahman Assegaf memberikan penilaian bahwa manuver tersebut memperlihatkan emiten NTBK tidak semata-mata bertumpu pada sumber pendanaan dari pasar modal, melainkan jeli menangkap celah kolaborasi bersama mitra strategis yang dibekali jaringan bisnis yang jauh lebih meluas.

"Kehadiran mitra strategis berpotensi memberikan nilai tambah, tidak hanya dari sisi pendanaan, tetapi juga melalui percepatan ekspansi usaha, pengembangan proyek, hingga peningkatan kapasitas operasional anak perusahaan," katanya.

Terkini