Saham RANS Bersiap Melantai di Bursa Efek Indonesia Esok Hari

Kamis, 09 Juli 2026 | 04:58:01 WIB
Ilustrasi Saham.

JAKARTA - Perusahaan besutan Raffi Ahmad, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), diagendakan melaksanakan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat (10/7/2026).

Keputusan ini diambil setelah perseroan menetapkan nilai nominal penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada level tertinggi, yaitu Rp170 per lembar saham.

Penetapan harga pada batas atas tersebut membuka peluang besar bagi manajemen RANS untuk menghimpun modal segar dari pasar hingga menyentuh nominal Rp429,25 miliar.

Sebelumnya, pada masa penawaran awal (book building), perseroan sempat menyodorkan saham pada rentang Rp135 sampai Rp170 per lembar sebelum akhirnya mematok harga tertinggi untuk penawaran umum pada 2 hingga 8 Juli 2026.

Melalui aksi korporasi kali ini, entitas RANS menerbitkan modal baru sebanyak 2,52 miliar saham.

Manajemen memaparkan seluruh perolehan dana IPO, setelah dipotong biaya emisi, akan diposkan untuk memenuhi enam keperluan utama guna memperkuat struktur keuangan serta menyokong ekspansi.

Dana senilai Rp29,95 miliar dialokasikan demi mempercepat pelunasan seluruh sisa pokok utang perusahaan kepada pihak Bank BNI.

Berikutnya, modal sebesar Rp80 miliar ditempatkan sebagai belanja modal (capex) proyek pembangunan tempat hiburan Cipungland.

Perseroan juga mencadangkan kas sebanyak Rp161,45 miliar untuk memenuhi kebutuhan modal kerja penyelenggaraan rangkaian konser musik di berbagai kota di tanah air.

Di samping itu, dana Rp35 mIiar dipersiapkan untuk mendirikan badan usaha baru bersama mitra strategis dalam rangka mengembangkan lini teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sementara itu, dana sebesar Rp85 miliar disiapkan untuk mengambil alih porsi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia atau Slavina.

Sisa dari modal segar tersebut nantinya akan disetor guna menambah kekuatan permodalan pada jajaran anak perusahaan.

Dalam proses penggalangan dana ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk berperan penuh menjadi penjamin pelaksana emisi efek sekaligus pengelola administrasi penawaran.

RANS sendiri dikelompokkan ke dalam sektor consumer cyclicals, secara spesifik menempati subsektor hiburan (entertainment) dan industri produksi film.

Perusahaan ini mengoperasikan lini bisnis media, manajemen hak kekayaan intelektual (IP), penyelenggaraan ajang pertunjukan, hingga aktivitas investasi lewat induk perusahaan.

Manajemen menguraikan format bisnis RANS dibangun layaknya platform hiburan yang menyatukan tata kelola IP dengan skema distribusi penonton.

Segenap lini usaha dirancang terintegrasi guna menghadirkan keterikatan ekosistem media, panggung hiburan, serta aneka bisnis pelengkap lainnya.

Badan usaha ini awalnya didirikan memakai nama PT RNR Film Internasional sebelum bertransformasi nama menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia per tanggal 7 Juli 2021.

RANS tercatat mulai melangsungkan operasional komersial sejak tahun 2018 dan menempatkan kantor pusat di RANS Office Building, BSD City, Tangerang Selatan.

Analis Pasar Modal Senior dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menganalisis bahwa tingginya minat emiten melantai di bursa bergulir di tengah kondisi suku bunga acuan yang tinggi.

Menurut analisis dirinya, situasi eksternal tersebut memicu melonjaknya beban pendanaan dari sektor perbankan sehingga bunga pinjaman modal kerja maupun investasi terasa kian mahal.

Pada posisi berseberangan, aksi IPO menyuguhkan opsi pendanaan alternatif tanpa disertai beban pembayaran bunga berkala maupun kewajiban pelunasan pokok utang seperti kredit bank atau obligasi.

Langkah ini dinilai efisien sebagai opsi alternatif guna mempertebal struktur permodalan internal dari perusahaan bersangkutan.

"Pendanaan lewat IPO di sisa akhir tahun ini sangat menarik dari sisi kebutuhan emiten, tetapi proses eksekusinya akan menuntut kompromi besar pada penentuan harga perdana agar bisa memikat likuiditas investor yang sedang selektif," ujar Nafan.

Ia menambahkan kelompok investor tetap wajib mengamati dengan jeli sejumlah indikator penting sebelum menaruh dana pada instrumen saham IPO.

Aspek krusial tersebut meliputi penilaian valuasi, rasio profitabilitas, reputasi pihak sponsor utama atau ultimate beneficial owner (UBO), rencana pemanfaatan dana, hingga risiko likuiditas pasca tercatat di BEI.

Secara khusus, Nafan melihat nilai tawar saham RANS menyajikan daya pikat tersendiri jika disandingkan dengan deretan emiten IPO lainnya sepanjang tahun ini.

Menurutnya, perseroan disokong oleh tingkat popularitas merek (brand awareness) yang mendalam serta mencatatkan rasio return on assets (ROA) tertinggi di angka 13,2 persen.

"Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) RANS terendah di antara calon emiten IPO, yakni sebesar 0,35 kali," ujarnya.

Terkini