Personel TNI AL dan Italia Joint Crew Bawa Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Senin, 13 Juli 2026 | 19:15:01 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali diundang oleh Angkatan Laut Italia guna melaksanakan kunjungan di atas Kapal Induk Italia ITS Giuseppe Garibaldi yang sedang melaksanakan latihan pada Mei 2024.

JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menyatakan kapal induk pertama milik Indonesia, Giuseppe Garibaldi bakal diawaki bersama oleh personel TNI AL serta AL Italia dalam pelayaran menuju tanah air.

"Mereka akan menyeberang dengan konsep joint crew. Joint crew itu sebagian dari TNI Angkatan Laut dan sebagian dari personel Angkatan Laut Italia," kata Tunggul saat jumpa pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.

Tunggul menjelaskan skema tersebut diterapkan supaya para prajurit TNI AL memperoleh pendampingan langsung dari personel AL Italia untuk beradaptasi dalam mengoperasikan kapal induk tersebut.

Ia memaparkan pihak TNI AL kini telah memberangkatkan 100 personel guna menempuh program pelatihan khusus di Fincantieri, selaku galangan kapal yang memproduksi Garibaldi.

Kursus instruksional itu diselenggarakan agar para prajurit TNI AL mempunyai kompetensi mumpuni dalam mengemudikan armada raksasa itu. Usai masa pendidikan rampung, mereka bersama personel AL Italia akan berlayar memboyong kapal induk Garibaldi ke Indonesia.

"Kemudian sampai di Indonesia akan terus dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut," jelas Tunggul.

Tunggul tidak membeberkan secara mendetail mengenai mekanisme prosesi penyerahan penuh yang nantinya bakal dilangsungkan oleh Angkatan Laut Italia kepada TNI AL.

Melalui tahapan adaptasi intensif ini, Tunggul berharap para personel TNI AL mampu menguasai kapabilitas yang jauh lebih optimal dalam mengemudikan kapal induk Garibaldi.

Sebelumnya, Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan memaparkan TNI AL wajib menyediakan sekitar 500 pelaut terampil guna mengisi pos awak calon kapal induk Indonesia Giuseppe Garibaldi.

"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Mulai dari sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk," kata Yayan dalam diskusi bertajuk Indonsia's Blue Water Transition: Why High-Value ASW/ AAW Assets Will Decide Its Credibility yang digelar secara daring, Rabu (25/2).

Yayan mengungkapkan jumlah total awak kapal berpotensi membengkak melampaui 500 orang lantaran angka itu belum menghitung kru non-inti, seperti kru luar navigasi hingga satuan penerbang.

Di samping pemenuhan kru, jajarannya juga dituntut mematangkan sarana infrastruktur penunjang kapal induk, meliputi dermaga bersandar, aspek teknis esensial kapal, hingga pasokan logistik awak yang bertugas dalam jangka panjang.

"Bisa kami bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500 orang. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya," kata Yayan.

Walaupun dihadapkan pada banyak persiapan kompleks, Yayan optimis pihak TNI AL sanggup melengkapi seluruh kebutuhan itu demi kelancaran operasional kapal induk secara paripurna.

Terkini