Program Makan Bergizi Gratis Serap 148 Ribu Pemasok Pangan Lokal

Senin, 13 Juli 2026 | 19:40:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah merangkul kisaran 148 ribu penyuplai pangan lokal serta bakal terus dioptimalkan lewat kolaborasi bersama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) demi memperluas penyerapan komoditas warga.

"Saat ini, Program MBG telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok yang terdiri dari BUMDes, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok tani, kelompok peternak, dan pelaku UMKM," kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Penjelasan tersebut diutarakan ketika menghadiri Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Wonosobo, Jawa Tengah, yang diramaikan oleh organisasi kemasyarakatan, kelompok tani hutan, kalangan akademisi, jajaran pemerintah daerah, serta beragam pemangku kepentingan.

Forum diskusi tersebut mengulas seputar strategi pengembangan potensi pangan lokal, program perhutanan sosial, serta penguatan sektor finansial pedesaan lewat himpunan pemikiran dari organisasi masyarakat sipil, kelompok tani hutan, civitas akademika, dan pemda.

Menurut pandangan Zulhas, tanah air tidak semata-mata bertumpu pada komoditas beras, melainkan turut dibekali keanekaragaman pangan lokal yang wajib terus dikembangkan agar mampu menghadirkan nilai tambah yang tinggi bagi masyarakat.

"Pangan lokal harus menjadi kekuatan ekonomi desa. Karena itu, pemerintah mendorong agar hasil produksi masyarakat dapat terserap oleh Program MBG dan KDMP sehingga manfaatnya langsung dirasakan petani, peternak, dan pelaku UMKM," ujarnya.

Dirinya menyebutkan bahwa langkah penguatan komoditas pangan lokal menjadi bagian dari misi besar mewujudkan swasembada pangan sekaligus membentuk ekosistem perekonomian desa yang kokoh dan berkelanjutan.

Pihak pemerintah, lanjutnya, senantiasa memacu agar pasokan bahan baku utama bagi Program MBG dapat dicukupi dari hasil panen lokal supaya faedah ekonominya dapat mengalir secara lebih luas bagi warga pedesaan.

Zulhas menguraikan kemitraan strategis antara instrumen MBG dan KDMP bakal memperkokoh rantai pasokan pangan nasional sekaligus mengunci akses pasar yang berkesinambungan untuk komoditas pangan lokal.

"Ketersediaan air, tanah yang subur, dan ekosistem yang terjaga merupakan modal utama bagi keberlanjutan produksi pangan nasional," ungkap dia.

Lebih jauh, Menko Pangan juga memberikan catatan bahwa ketahanan pangan nasional wajib berjalan selaras dengan langkah pelestarian lingkungan hidup agar tingkat produktivitas sektor agraria dapat terus terpelihara dalam jangka panjang.

Pihak eksekutif menaruh harapan besar agar sinergi lintas sektor ini mampu mengakselerasi lahirnya sistem pangan nasional yang tangguh, lestari, sekaligus efektif mendongkrak derajat kesejahteraan masyarakat luas.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) pada April 2026 mendata bahwa implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti menjadi salah satu stimulus utama penggerak roda ekonomi daerah melalui penyerapan masif hasil tani, ternak, dan perikanan lokal.

Di wilayah Jawa Barat, sebagai contoh, keberadaan sekitar 6.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diproyeksikan mampu memicu sirkulasi perputaran uang mencapai kisaran Rp6 triliun per bulan di tingkat hilir.

Berdasarkan data BGN, porsi kisaran 70 persen anggaran dari tiap-tiap SPPG disalurkan khusus untuk belanja bahan baku, yang mana sekitar 95 persen dari total tersebut dipasok langsung dari komoditas pertanian, peternakan, serta perikanan lokal.

Skema penyaluran dana tersebut diharapkan bisa mempertegas stabilitas pasar bagi hasil panen masyarakat sekaligus mengeskalasi perputaran roda ekonomi di level pedesaan.

Terkini