Pulih Pascalongsor, Freeport Bidik 43 Ton Emas di 2028

Selasa, 14 Juli 2026 | 23:13:01 WIB
PT Freeport Indonesia.

JAKARTA - PT Freeport Indonesia membidik target volume produksi emas sebesar 1,4 juta ons atau setara 43 ton serta 1,6 miliar pon tembaga pada tahun 2028, tepatnya sewaktu operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) telah membaik secara menyeluruh.

“Tahun 2028 terjadi peningkatan juga, jadi 1,6 miliar pon tembaga dan 1,4 juta ons emas atau 43 ton emas,” ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII di DPR RI, Jakarta, Selasa.

Lonjakan angka output logam mulia dan tembaga ini berjalan beriringan dengan naiknya kuantitas pengerukan bongkahan bijih. Tony memproyeksikan rata-rata pengerukan bijih pada tahun 2028 mampu menyentuh angka 208 ribu ton per hari, merangkak naik dari target pengerukan di tahun 2027 yang dipatok sejumlah 170 ribu ton bijih per hari.

Tony menguraikan bahwa peningkatan performa ini dilatarbelakangi oleh normalisasi volume operasional tambang Freeport pascaterjadinya insiden reruntuhan material di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Mimika, Papua Tengah, pada 8 September 2025.

Sepanjang paruh pertama tahun 2026, level produktivitas tambang GBC pascakejadian longsor baru berada pada angka sekitar 50 persen dari volume reguler. Selanjutnya, diproyeksikan pada paruh kedua tahun 2026, tingkat produktivitas tersebut bakal merangkak naik menuju 65 persen.

Lebih jauh, ia memaparkan, pada paruh pertama tahun 2027, level operasional ditargetkan mulai merangkak hingga 75 persen, sebelum akhirnya merujuk pada pemulihan total 100 persen di sepanjang paruh kedua tahun 2027.

“Tahun 2029 (penambangan bijih) sudah mencapai 226 ribu ton per hari. Itu adalah tahap level normal atau 100 persen dari produksi kami,” ucap Tony.

Sementara itu, untuk periode tahun ini, menurut pemaparan Tony, skema pengerukan bijih bertengger di level 124 ribu ton per hari, angka yang relatif lebih rendah jika dikomparasikan dengan volume pengerukan bijih sepanjang tahun 2025 yang sanggup mencapai 139 ribu ton per hari.

“Tahun 2026 itu, jumlah logam yang akan kami hasilkan kira-kira 800 juta pon tembaga dan 700 ribu ons emas atau 21 ton emas,” ucap Tony.

Terkini