Dukung Pariwisata, InJourney Airports Perluas Konektivitas ke China

Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:34:32 WIB
InJourney Perkuat Konektivitas Udara ASEAN-China lewat ACWG-RASA [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports tengah menguatkan konektivitas udara antara Indonesia dengan kawasan ASEAN hingga China melalui Forum ASEAN–China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA).

"InJourney Airports berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas udara Indonesia," kata Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Ia menyatakan bahwa dalam Forum ke-17 ACWG-RASA yang diselenggarakan di Yogyakarta, InJourney Airports melakukan penjajakan kolaborasi penerbangan internasional pada sejumlah bandara kelolaannya.

 Pertemuan yang diadakan oleh Kementerian Perhubungan guna meningkatkan konektivitas ASEAN-China ini dihadiri oleh 61 delegasi negara anggota, serta 127 perwakilan maskapai, pengelola bandara, perusahaan manufaktur pesawat, dan asosiasi penerbangan.

“Forum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi kami untuk secara langsung menyampaikan keunggulan bandara untuk mendukung penguatan konektivitas udara ASEAN-China. Langkah ini juga menjadi upaya kami dalam mengoptimalkan bandara-bandara InJourney Airports,” kata Pahlevi.

InJourney mencatat penumpang pesawat asal China dengan tujuan Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 1,7 juta orang, yang tiba melalui penerbangan langsung maupun tidak langsung.

Direktur Komersial InJourney Airports, Veri Y Setiady, menambahkan bahwa penguatan konektivitas ASEAN-China menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam forum ACWG-RASA, seiring dengan tren permintaan penerbangan dari dan menuju China yang terus meningkat ke berbagai daerah di Indonesia. Ia menyebutkan konektivitas internasional di bandara-bandara Indonesia hingga Desember 2025 telah mencapai 40,9 juta penumpang dari 230 negara, dengan tingkat pemulihan (recovery rate) sebesar 110 persen dibandingkan masa sebelum pandemi.

"Pasar Asia berkontribusi 67 persen dari total tersebut, dan China menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ini,” ujar Veri.

Ia menambahkan, permintaan penerbangan dari China ke Indonesia kini tidak lagi terpusat di Jakarta dan Bali. Berdasarkan data lalu lintas penumpang tidak langsung sepanjang 2025, wilayah Jawa mencatatkan sekitar 992 ribu penumpang, disusul Bali-Nusa Tenggara sekitar 525 ribu penumpang, dan Sumatra sekitar 169 ribu penumpang. Wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua juga menunjukkan pertumbuhan permintaan yang meski lebih kecil, namun tetap konsisten.

Menurutnya, sebaran tersebut menunjukkan minat penumpang asal China terhadap destinasi di Indonesia sudah sangat beragam secara geografis.

"Ini menjadi dasar kami untuk terus mendorong penguatan konektivitas langsung ASEAN - China, tidak hanya lewat bandara utama, tetapi juga bandara-bandara lain yang menjadi pintu masuk ke berbagai wilayah,” kata Veri menjelaskan.

Melalui forum ACWG-RASA, InJourney Airports turut mempromosikan enam bandara, yakni Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara Internasional Minangkabau Padang, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, sebagai upaya memperluas titik konektivitas langsung. Keenam bandara itu juga terhubung dengan jaringan bandara lain di sekitarnya, sehingga potensi penguatan konektivitas dapat menjangkau kawasan yang lebih luas.

“Kami bersyukur mendapat respons cukup positif dari para delegasi dan maskapai penerbangan, yang akan ditindaklanjuti secara lebih detail dalam pertemuan berikutnya,” kata Veri.

Sebagai salah satu operator bandara terbesar kelima di dunia yang melayani 162 juta penumpang di 37 bandara, InJourney Airports akan terus mengoptimalkan potensi pengelolaan bandara untuk memperkuat konektivitas Indonesia-China, sekaligus berkontribusi maksimal terhadap perekonomian dan pariwisata nasional.

Terkini