Normalisasi Distribusi BBM di Sumut Terus Dikawal Oleh BPH Migas

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:16:32 WIB
Ilustrasi Petugas SPBU Sedang Mengisi BBM.

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mendampingi langkah percepatan pemulihan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) yang dilaksanakan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Pelbagai program penguatan pasokan yang digulirkan secara masif kini mulai membuahkan hasil positif. Gejala antrean kendaraan di sejumlah tempat pengisian bahan bakar, terutama di Kota Medan dan sekitarnya, mulai menyusut sehingga pelayanan bagi publik kian membaik.

Guna mempercepat pemulihan penyaluran BBM di Sumatera Utara (Sumut), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menaikkan 35 persen volume armada truk tangki beserta awak mobil tangki (AMT). Pihak perusahaan juga mengoptimalkan pengalihan pasokan dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, serta Integrated Terminal Lhokseumawe.

Langkah operasional tersebut disokong pula dengan memaksimalkan aktivitas penerimaan dan penyaluran suplai energi lewat fasilitas Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli. Ragam kebijakan strategis ini sukses memicu kenaikan penyaluran BBM ke tiap SPBU hingga menembus angka 120–125 persen jika dikomparasikan dengan situasi harian normal.

Saat mengadakan peninjauan di Fuel Terminal Medan Group pada Jumat (17/7/2026), Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengonfirmasi bahwa ketersediaan stok BBM di wilayah Sumut saat ini berada dalam level yang aman.

Ia menambahkan, ketahanan pasokan pun semakin diperkokoh menyusul selesainya proses bongkar muat dari dua kapal tangker yang membawa jenis BBM tertentu (JBT) solar serta jenis BBM khusus penugasan (JBKP) pertalite.

“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumut ini,” ujar Wahyudi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

Menurut pandangannya, kebijakan menaikkan distribusi BBM sampai menyentuh angka 120–125 persen adalah opsi taktis yang tepat guna mempercepat pemulihan sistem pelayanan di setiap stasiun pengisian.

“Ini menambah peningkatan suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125 persen. Kami terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112 persen menjadi 120-125 persen. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” tegas Wahyudi.

Mengacu pada data peninjauan lapangan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pada Jumat (17/7/2026), kepadatan kendaraan di mayoritas SPBU Kota Medan sudah mulai berangsur kondusif.

“Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini kondisi pada pukul 17.45 WIB. Kami akan terus melakukan pemantauan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumut agar kembali normal,” tutur Wahyudi.

Pada momentum yang sama, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho memaparkan bahwa data realisasi penyaluran solar di area Sumatera sampai tanggal 14 Juli 2026 tercatat masih berada di bawah angka rata-rata nasional.

Keadaan yang identik juga didapati pada penyaluran pertalite di kawasan Sumut, sehingga problem antrean yang sempat mengemuka dipastikan bukan dipicu oleh isu penciutan kuota.

“Realisasi ini (solar dan pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional. Artinya, tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” ucap Fathul.

Fathul berpendapat, proses evaluasi mendalam sebaiknya diarahkan pada sektor manajemen distribusi, termasuk penguatan sistem deteksi dini serta pengawasan armada pengangkut secara berkala agar potensi hambatan bisa dimitigasi lebih cepat.

“Kendala ini (terletak pada) operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu, seluruh armada juga (harus) terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan," kata Fathul.

Ia pun tidak lupa memberikan imbauan mengenai vitalnya menjaga performa pelayanan publik agar seluruh elemen masyarakat bisa mendapatkan akses pengisian energi yang berkualitas tinggi.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyatakan bahwa seluruh aktivitas kerja di Fuel Terminal Medan Group berjalan kondusif dan terus dipacu selama 24 jam demi menjamin pemenuhan energi publik.

Terhitung sejak tanggal 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata distribusi energi ke tiap SPBU menyentuh volume di atas 6.000 kiloliter (kl) per hari. Langkah penaikan pasokan ini sengaja ditempuh untuk mempertebal ketahanan stok di level pengecer agar pelayanan publik kembali berjalan normal.

“Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” ujar Sunardi.

Selain memperkuat lini operasional distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama BPH Migas juga turun langsung memantau kondisi riil di lapangan pada beberapa SPBU di Kota Medan.

Berdasarkan hasil pemantauan bersama, proses penyaluran solar dan pertalite terpantau lancar, di mana ketahanan stok terus dijaga lewat mekanisme pengisian pasokan secara simultan guna memastikan pelayanan tetap prima.

Dampak positif dari pembenahan tersebut kini mulai dirasakan secara nyata oleh para konsumen di jalan raya. Samsuri (60), seorang pengemudi ojek daring di Kota Medan, memaparkan bahwa aktivitas pengisian BBM yang sempat tersendat kini sudah jauh lebih tertib.

“Kepada masyarakat, beberapa hari yang lalu saya mengimbau agar bersabar karena ada kendala. Sekarang sudah mantap dan sudah lancar. Saya merasakannya langsung,” ungkapnya.

Testimoni serupa diutarakan oleh Hasbi (23), seorang sopir truk, yang mengaku durasi tunggu antrean pengisian bahan bakar saat ini menjadi jauh lebih sigap dibandingkan dengan situasi beberapa hari sebelumnya.

“Terima kasih kepada pemerintah. BBM di Sumur sekarang sudah lancar,” katanya.

Sebagai informasi tambahan, agenda inspeksi lapangan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan serta Fuel Terminal Manager Medan Group PPN Teddy Manuputty.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen untuk terus mempererat sinergi koordinasi bersama BPH Migas, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan guna mengawal kelancaran pemulihan alokasi energi.

Melalui kesiapan operasional Fuel Terminal, kesiagaan armada truk tangki, serta optimalisasi unit SPBU yang terus disiagakan, Pertamina fokus menjaga reliabilitas pasokan energi demi memenuhi hajat hidup masyarakat di Sumut.

Terkini