Program Aksara Mahasiswa 2026 Dibuka Fokus Ketahanan Pangan

Senin, 20 Juli 2026 | 23:33:31 WIB
Ilustrasi Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi merilis Program Aksara Mahasiswa Tahun 2026 demi memberi wadah bagi mahasiswa dalam menerapkan solusi teknologi inovatif untuk mengurai beragam tantangan di masyarakat.

Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek I Ketut Adnyana menerangkan bahwa program ini dirancang agar karya inovasi dari laboratorium perguruan tinggi tidak sebatas berhenti menjadi tumpukan tulisan ilmiah semata.

"Program ini hadir sebagai pengejawantahan ilmu pengetahuan dan teknologi serta idealisme mahasiswa untuk menggerakkan masyarakat dan memberikan solusi secara mandiri," kata Adnyana dalam acara peluncuran kegiatan tersebut di Jakarta, Senin.

Untuk edisi penyelenggaraan tahun 2026, ia menyampaikan bahwa program tersebut terbagi ke dalam dua skema utama, yakni Aksara Peduli dan Aksara Sirkular.

Skema pertama, Aksara Peduli, diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan prioritas di kawasan sasaran, yang meliputi bidang ketahanan pangan, transisi energi, kesehatan, hingga ekonomi kreatif, hijau, serta biru.

Sementara itu, skema Aksara Sirkular difokuskan secara khusus untuk menangani krisis pengelolaan sampah nasional, mulai dari edukasi pemilahan sejak dari sumber, penguatan peran bank sampah, sampai pada penerapan ekonomi sirkular.

Guna menjamin setiap gagasan inovatif dapat diterapkan secara maksimal, pihak pemerintah menyediakan alokasi anggaran berkisar Rp80 juta hingga Rp120 juta untuk tiap proposal yang dinyatakan lolos seleksi.

"Persyaratan yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi revisi anggaran yang besar adalah minimal 60 persen dari anggaran yang diusulkan wajib dialokasikan untuk penerapan teknologi dan inovasi bagi mitra sasaran," ujar Adnyana mengingatkan.

Menambahkan petunjuk teknis tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto pada momentum yang sama berpesan kepada para mahasiswa agar terjun ke tengah masyarakat dengan tetap rendah hati tanpa menunjukkan arogansi intelektual.

"Satu hal harus selalu kami ingat, kami tidak datang ke tengah masyarakat untuk menunjukkan bahwa kampus memiliki semua jawaban. Masyarakat memiliki pengetahuan lokal dan merupakan mitra belajar sekaligus pelaku utama perubahan," ucap Menteri Brian.

Adapun alur sosialisasi serta penerimaan berkas proposal dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Juli 2026. Melangkah ke bulan Agustus 2026, tahapan berlanjut pada seleksi, pengumuman proposal penerima dana, hingga penandatanganan kontrak kerja sama.

Selanjutnya, durasi eksekusi kegiatan di lapangan dengan total 160 jam kerja efektif bakal digelar mulai Agustus sampai Desember 2026. Sepanjang masa pelaksanaan, para peserta diwajibkan menyetorkan laporan kemajuan di bulan Oktober 2026, yang kemudian disusul proses pemantauan dan evaluasi (Monev) oleh tim DPPM Kemdiktisaintek pada November 2026.

Keseluruhan tahapan program ini ditargetkan tuntas pada Desember 2026 melalui penyerahan laporan akhir dan gelaran Seminar Dampak. Informasi selengkapnya bisa dipantau lewat akun Instagram resmi @bima.kemdiktisaintek.

Terkini