Kenaikan Harga Telur dan Daging Ayam di Jabar Dipicu Program MBG

Senin, 20 Juli 2026 | 01:00:02 WIB
Ilustrasi Daging Ayam.

JAKARTA - Sejumlah harga kebutuhan bahan pokok di Jawa Barat mengalami kenaikan harga seusai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali beroperasi bertepatan dengan mulainya tahun ajaran baru.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, yang menyebut adanya kenaikan harga bahan pokok di 27 kabupaten dan kota.

"Di Jawa Barat, harga daging ayam ras mengalami kenaikan signifikan sebesar 9,65 persen menjadi rata-rata Rp36.350 per kilogram, sementara harga telur ayam ras merangkak naik sekitar 1,62 persen menjadi rata-rata Rp25.050 per kilogram setelah program MBG kembali diaktifkan," ujar Linda, Senin (20/7/2026).

Linda mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan bahan pasokan untuk mendukung pelaksanaan program MBG bagi para siswa.

"Pemulihan harga ini dipicu oleh lonjakan permintaan pasokan bahan baku secara masif dari dapur-dapur produksi MBG untuk menyuplai menu harian anak sekolah," katanya.

Mengenai potensi komoditas lain yang berpeluang menyusul naik seiring aktifnya program MBG, Linda memproyeksikan beberapa komoditas hortikultura ikut terdampak.

"Komoditas yang diprediksi akan naik dengan aktifnya program MBG diperkirakan adalah komoditas hortikultura yaitu cabai rawit, cabai besar, bawang merah, dan bawang putih," kata dia.

Lebih lanjut, Linda menerangkan bahwa komoditas yang dikemas dalam kemasan seperti minyak goreng dan beras premium sejauh ini masih terpantau stabil.

"Harganya saat ini terpantau stabil, namun stabil di level yang tinggi (belum kembali ke harga normal). Untuk menekan agar harga kedua komoditas bermerek/kemasan ini tidak semakin naik harganya," katanya.

Pihak pemerintah terus mengupayakan langkah intervensi guna menekan pergerakan harga agar tidak semakin melambung tinggi di pasaran.

"Pemerintah melakukan intervensi di antaranya mengoptimalkan penyaluran beras murah kualitas medium lewat program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kemasan 5 kg milik Bulog di pasar-pasar ritel Jawa Barat serta mengoptimalkan penyaluran Minyakita," ujar Linda.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketersediaan pasokan bahan pokok secara umum berada dalam kondisi aman walau ada ancaman musim kemarau panjang.

"Secara umum, ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Jawa Barat dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasokan beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, daging sapi, serta sebagian besar komoditas hortikultura masih tersedia dengan baik," kata dia.

Terkini