Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Capai Rp601 Miliar di Juni 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 02:09:01 WIB
Bank Mega Syariah.

JAKARTA - Portofolio pembiayaan konsumer PT Bank Mega Syariah berhasil menyentuh angka Rp601 miliar hingga akhir Juni 2026.

Mencermati hasil positif tersebut, perseroan menyiapkan serangkaian langkah strategis demi mengakselerasi tren pertumbuhan pembiayaan konsumer sampai penghujung tahun.

Hingga periode pertengahan tahun ini, perseroan membukukan lonjakan pembiayaan konsumer sebesar 17,7 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary menyampaikan bahwa sektor konsumer terus menjadi fokus pengembangan utama perbankan.

“Segmen konsumer menjadi salah satu area yang terus kami perkuat. Pertumbuhan portofolio hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa produk pembiayaan Bank Mega Syariah semakin diterima masyarakat,” kata Benadicto dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Salah satu segmen produk yang menorehkan lompatan signifikan adalah lini pembiayaan emas dengan nilai portofolio mencapai Rp42,6 miliar per Juni 2026.

Capaian pembiayaan emas tersebut terkatrol hingga 1.715 persen jika dibandingkan dengan posisi pada akhir 2025.

Penyaluran logam mulia melalui skema pembiayaan emas pun terealisasi sebesar 22,3 kilogram sepanjang rentang Desember 2025 hingga Juni 2026.

Benadicto menegaskan bahwa pihaknya bakal terus memacu kinerja pembiayaan konsumer lewat optimalisasi produk unggulan, penguatan kanal digital, serta akuisisi nasabah berbasis komunitas.

Guna mencapai target hingga akhir tahun, fokus perseroan diarahkan pada produk dengan permintaan tinggi seperti pembiayaan emas, pembiayaan tanpa agunan, dan pembiayaan haji khusus.

“Kami juga akan memperkuat sinergi dengan jaringan cabang, meningkatkan kualitas proses akuisisi, serta mengoptimalkan kanal digital agar layanan pembiayaan semakin mudah, cepat, dan sesuai kebutuhan nasabah,” tuturnya.

Di tengah upaya ekspansi bisnis, manajemen Bank Mega Syariah menegaskan komitmen untuk tetap berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian (prudential banking).

Langkah tersebut direalisasikan melalui pengetatan sistem pemantauan portofolio, manajemen kualitas pembiayaan, serta optimalisasi strategi penagihan (collection).

“Karena itu, kami akan terus menjaga kualitas portofolio melalui pemantauan yang lebih disiplin, perbaikan proses, dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah,” pungkasnya.

Terkini