Garudafood Tekan Biaya Operasional Demi Pertahankan Harga Produk

Senin, 20 Juli 2026 | 02:54:31 WIB
Ilustrasi Makanan Yang Diproduksi Garudafood.

JAKARTA — PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) memilih mengutamakan langkah efisiensi dibandingkan menaikkan harga jual produk di tengah lonjakan tekanan inflasi.

Langkah penyesuaian harga ke konsumen diposisikan sebagai pilihan paling akhir sembari menjaga daya beli masyarakat yang masih naik-turun.

Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood Dian Astriana menyampaikan pihaknya secara konsisten memantau pergerakan inflasi sebagai bagian dari analisis rutin kondisi makroekonomi.

Ia menilai kenaikan tingkat inflasi berisiko melambungkan beban biaya operasional maupun pengadaan bahan baku.

“Namun demikian, tantangan ini merupakan bagian dari siklus bisnis yang telah kami antisipasi melalui berbagai langkah mitigasi risiko sejak awal tahun,” ujarnya.

Dian menerangkan bahwa perseroan secara aktif mengawasi struktur beban biaya, memperkuat efisiensi operasional, serta mengatur strategi perubahan harga secara cermat agar tidak membebani pembeli.

Langkah tersebut diprioritaskan mengingat kondisi daya beli masyarakat yang sampai saat ini masih berfluktuasi.

Meskipun inflasi menambah beban pada sisi biaya produksi, GOOD memastikan operasional perusahaan sejauh ini tetap berjalan secara solid.

Dian menambahkan performa operasional perseroan terus disokong oleh permintaan pasar yang stabil beserta efisiensi yang senantiasa diperkuat.

“Kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan volume penjualan dan optimalisasi biaya sehingga dampak terhadap profitabilitas dapat kami kelola dengan baik,” katanya.

Guna menekan imbas inflasi, Garudafood mengandalkan strategi efisiensi internal seperti optimalisasi rantai pasok, negosiasi harga bahan baku dengan pemasok, perbaikan proses produksi dan distribusi, penataan variasi produk, hingga inovasi pada kemasan.

Dian menegaskan pihak perusahaan terus berupaya menjaga harga produk agar tetap terjangkau oleh konsumen.

“Kami memahami bahwa daya beli masyarakat menjadi perhatian bersama di tengah kondisi ekonomi saat ini. Karena itu, kami berkomitmen menjaga harga tetap terjangkau bagi konsumen. Penyesuaian harga hanya akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir apabila benar-benar diperlukan demi memastikan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang,” terangnya.

Pada paruh kedua 2026, Garudafood bakal tetap berfokus pada efisiensi biaya, pembuatan inovasi produk, dan penguatan loyalitas konsumen lewat kualitas serta harga yang kompetitif.

Dari sisi komersial, perseroan memperluas jangkauan distribusi dan promosi pemasaran untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan di pasar.

Capaian keuangan GOOD di awal tahun mencatatkan hasil positif dengan pembukuan laba bersih sebesar Rp139,68 miliar pada kuartal I/2026, tumbuh 0,89% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp138,44 miliar.

Pada lini pendapatan, Garudafood mengantongi penjualan bersih Rp3,52 triliun di tiga bulan pertama 2026 atau naik 12,53% secara tahunan (YoY) dibanding kuartal I/2025 yang tercatat Rp3,13 triliun.

Peningkatan penjualan ini utamanya ditopang oleh segmen makanan dalam kemasan yang mencapai Rp3,23 triliun, meningkat dari Rp2,84 triliun pada kuartal I/2025. Sedangkan penjualan segmen minuman menyumbang Rp291,98 miliar, naik tipis dari posisi Rp287,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Terkini