Industri Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Inklusivitas, Kata BPJPH

Selasa, 21 Juli 2026 | 19:46:01 WIB
BPJPH Sebut Industri Halal Pacu Ekonomi dan Pemberdayaan Inklusif [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memandang bahwa sektor industri halal kini telah bertransformasi menjadi salah satu pilar strategis yang sanggup menggenjot laju perekonomian nasional, meluaskan jangkauan perdagangan, merangsang inovasi, sekaligus memberdayakan masyarakat secara inklusif tanpa terkecuali.

"Industri halal telah menjadi sektor penting dengan potensi signifikan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, perluasan perdagangan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat lintas agama," ujar Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan pandangannya, perluasan ekosistem industri halal tidak sekadar dititikberatkan untuk mencukupi kebutuhan kalangan konsumen beragama Islam semata, melainkan telah menjelma sebagai tolok ukur mutu yang menghadirkan nilai tambah komprehensif bagi berbagai produk maupun layanan di tengah masyarakat luas.

Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya pengintegrasian ekosistem halal lewat skema kemitraan lintas negara agar mampu meratakan manfaat ekonomi secara lebih masif, salah satunya diwujudkan melalui forum regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang dihelat belum lama ini.

Pertemuan strategis yang dihadiri oleh delegasi resmi dari ketiga negara tersebut berfungsi sebagai wadah krusial guna memperkokoh sinergi pengembangan ekosistem serta industri halal regional melalui kolaborasi erat antara pihak pemerintah, sektor swasta, kaum akademisi, serta segenap pemangku kepentingan terkait.

"Indonesia sepenuhnya berkomitmen untuk mendukung dan memperkuat kerja sama halal di kawasan ini dalam kerangka IMT-GT, sembari terus mempromosikan kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan pengembangan yang saling menguntungkan di antara negara-negara anggota," ujar Haikal.

Ia menaruh optimisme tinggi bahwa jalinan kerja sama yang kian solid di antara Indonesia, Malaysia, serta Thailand bakal membukakan gerbang peluang seluas-luasnya bagi akselerasi industri halal regional. 

Ruang lingkup tersebut mencakup peningkatan volume perdagangan, arus penanaman modal, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penciptaan inovasi produk dan jasa halal yang memiliki daya saing kuat di kancah global.

"Kami percaya bahwa kolaborasi yang lebih kuat antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand akan menciptakan peluang besar bagi ekosistem halal kami dan berkontribusi pada pertumbuhan industri halal yang inklusif dan berkelanjutan," kata Haikal.

Terkini